My Bride [5. Be Mine] ~ohnajla

ohnajla || romance, drama || G || chaptered

Suga (BTS) aka Min Yoongi/Suga; J-Hope (BTS) aka Jung Hoseok/J-Hope; Jin (BTS) aka Kim Seokjin; Oh Sena (OC)

1. Sope Photography

2. Her

3. Meet

4. Truth

5. Be Mine (END)

Hari pernikahan Sena-Seokjin akhirnya tiba juga. Dua jam sebelum acara dimulai, Yoongi tampak duduk melamun di meja kerjanya. Dia masih memakai celana pendek dan kaos oblong. Satu kakinya naik ke atas kursi, sementara satu tangannya memegang sebuah cangkir yang tampak mengepul isinya. Mata kecilnya menatap lurus pada objek yang bukan satu-satunya di meja itu.

Foto candid Oh Sena.

Yah … gara-gara Jung Hoseok sialan, gambar yang sebenarnya tidak ingin dia abadikan itu tercetak begitu saja di memori kameranya. Adalah Oh Sena yang sedang mendongak sambil memejamkan mata. Sebenarnya gambar gadis itu terlihat jauh, tapi dia telah mengeditnya sehingga seluruh tubuh gadis itu tampak sepenuhnya dengan jelas.

Entahlah kenapa dia bisa terpaku seperti itu saat pertama kali melihat Sena.

Mungkin dia terpesona, mungkin juga ketakutan seperti Hoseok.

Andai di belakang Sena bukan pohon, mungkin Yoongi tidak akan menyadari bahwa di sana terdapat sosok itu. Sena begitu putih. Rambutnya, warna kulitnya, alisnya, bulu matanya, bibirnya, bahkan baju yang dipakai dan kursi yang ditempati berwarna sama putih.

Setelah dirasa-rasa, ternyata hatinya juga putih.

Tanpa sadar sebaris senyum tercetak di wajah tampan Min Yoongi.

Ia lantas menyesap habis isi cangkir dan menyimpan cangkir itu di atas meja sebelum bergegas untuk bersiap pergi.

Pekarangan keluarga Oh telah ramai oleh para tamu undangan. Sebagian besar dari mereka adalah para pengusaha yaitu rekan-rekan dari ayah Sena, Oh Sehun.

Dari pihak Seokjin sendiri ada orangtua dan adik angkat serta beberapa teman. Seokjin adalah yatim piatu sejak kecil, dia diadopsi dari panti asuhan oleh keluarga Kim yang otomatis menjadikannya anak pertama di keluarga dan memiliki seorang adik laki-laki bernama Kim Taehyung. Bahkan teman yang diundangnya juga tidak banyak, tidak seperti Sena yang mengundang teman-teman dari luar negeri.

Menunggu acara dimulai, Seokjin tampak sedang duduk-duduk di balkon kamar yang sering dia pakai untuk menginap. Sejak tadi dia mengecek ponselnya yang hanya dinyalakan dan dimatikan tanpa ada rencana apa pun.

Ia sangat menanti nama itu muncul di sana.

Sang masa lalu.

Ah … ralat.

Orang itu bukanlah masa lalunya, melainkan orang yang masih mengisi hatinya sampai detik ini.

Jangan kalian pikir, hanya karena Seokjin akan menikah dengan Sena dia jatuh cinta pada gadis itu.

Hatinya sudah dirantai oleh nama yang dinantinya sekarang. Tidak ada lagi hati untuk Sena. Toh pernikahan ini adalah pernikahan yang berdasarkan kebutuhan bisnis.

Orang itu sangat berarti untuknya, jauh lebih berarti dari sosok Oh Sena. Mereka adalah teman di masa sekolah dasar. Hanya orang itu yang bisa menerimanya apa adanya tanpa memandang status. Berawal dari pertemanan hingga perasaan itu pun tumbuh.

Mereka tahu bahwa hubungan mereka ini sangat terlarang. Tapi apa mau dikata. Jika hati memang memilihnya, kenapa harus berdusta?

Seokjin sangat ingin mendapat telepon atau setidaknya pesan dari orang itu.

Bahkan ia berharap … orang itu menahannya.

Helaan napas pun lolos dari bibirnya saat mendengar langkah kaki menghampiri.

Hyung, kau sudah siap? Kaja.”

Yoongi akhirnya sampai juga di rumah Sena setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Tidak, bukan karena macet, tapi karena 11 mawar putih yang dibelinya di toko bunga dalam perjalanan.  Entahlah, feeling-nya mengatakan “aku harus beli bunga” saat melewati toko bunga.

Ia berjalan dengan santainya menyusuri jalan setapak yang kini ramai dengan orang-orang. Dandanannya sama sekali tidak membuatnya berbeda. Dia memakai coat berwarna merah marun, dengan jeans hitam dan sepatu boot. Mungkin yang membuatnya tampak aneh adalah buket bunga yang dibawanya.

Konyolnya, dia bertemu dengan Hoseok di sebuah bangku di mana dia melihat Sena untuk pertama kalinya. Lengkap bersama Woohyun, tunangannya.

“Kau lagi kau lagi. Kenapa kau bisa ada di mana-mana?” dengus Yoongi seraya menghampiri pasangan itu.

Hoseok mengerucutkan bibirnya sambil merangkul mesra bahu Woohyun. “Justru aku yang harusnya tanya, Hyung. Siapa yang mengundangmu kemari?”

“Sena. Wae? Lalu kau?”

“Nona Oh juga.”

Yoongi menyipitkan matanya saat menatap lelaki itu. “Aku tidak melihat dia memberimu undangan.”

“Tentu saja kau tidak melihatnya. Kau ‘kan sibuk sendiri sampai-sampai tidak tahu kalau nona Oh ada di belakangmu.”

Sekarang mata itu melebar. “Ah … saat itu?”

Hoseok mengangguk sebelum dia mendapati sesuatu di tangan Yoongi. Lantas ia pun menunjuk bunga tersebut. “Kenapa kau membawa itu? Kau ingin melamar seseorang di sini?”

Yoongi menunduk untuk melihat sesuatu di tangannya. Bibirnya entah bagaimana membentuk kurva tipis. “Entahlah, aku hanya ingin memberikan ini pada mereka sebagai hadiah.”

Jeogi, apa … nona Oh … cinta pertamamu?”

Pernyataan Woohyun yang mengejutkan itu sontak membuat Yoongi begitu juga dengan Hoseok menoleh.

“Apa maksudmu, sayang?” tanya Hoseok.

Woohyun ikut menunjuk bunga mawar putih di tangan Yoongi. “Jumlahnya sebelas, menandakan kalau seseorang yang diberi bunga adalah seseorang yang paling dicintai dalam hidup si pemberi. Aku membaca itu di sebuah artikel.”

Yoongi mengangkat bunga itu selevel dengan wajahnya. Sebenarnya, dia ingin membeli 9 tangkai, sesuai dengan tanggal lahirnya 9 Maret. Akan tetapi hatinya ingin 11, entahlah mungkin karena sekarang tanggal 11 Oktober jadi dia ingin beli 11 tangkai. Dia sama sekali tidak tahu kalau jumlah bunga juga memiliki arti tersendiri.

Hyung, jangan bilang kau….”

Lamunannya pun langsung buyar oleh suara Hoseok. Ia berdehem lantas menggantung kembali tangannya. “Aku tidak tahu kalau jumlah bunga juga punya arti tersendiri. Aku tidak sengaja membeli sebanyak ini.”

Tepat setelah itu, acara pernikahan pun dimulai.

Acara dilakukan di taman belakang. Telah disediakan kursi untuk duduk, dan Yoongi duduk di sebelah Hoseok. Seorang pastur beserta Seokjin telah berdiri di depan, menunggu kedatangan pengantin perempuan.

Awalnya Yoongi baik-baik saja. Tapi mendadak perasaannya menjadi terobrak-abrik oleh angin ribut yang tiba-tiba datang.

Sena muncul bersama ayahnya dengan gaun pengantin yang sangat cantik. Tidak hanya gaunnya, Sena juga cantik, jauh lebih cantik bahkan. Bibirnya yang dipoles dengan lipstick pink, rona kemerahan di kedua pipi dan bulu mata yang diberi maskara. Orang-orang tidak akan percaya kalau Sena adalah gadis albino.

Dia tampak seperti manusia normal.

Ketiga kalinya Yoongi terpaku di tempat. Nyaris saja dia menjatuhkan bunga mawar di tangannya kalau Hoseok tidak sengaja menginjak kakinya.

Sssh, perusak suasana.

Saat Sena hampir sampai ke hadapan Seokjin, sebuah pikiran terlintas begitu saja di kepala Yoongi. Ia pun menyikut tersangka yang baru saja menginjak kakinya.

Yaa, berikan aku rokokmu.”

“Rokok?” tanya Hoseok sok polos. Yoongi nyaris saja memukulnya kalau Hoseok tidak segera mengeluarkan benda yang diminta.

“Hanya satu?”

“Kenapa juga aku bawa banyak-banyak?”

“Cih, berlagak sok polos sekali kau ini. Lighter.”

Setelah mendapatkan kedua benda itu, Yoongi pun lantas beranjak dari sana, pergi menuju pekarangan depan.

Bruk.

Saat mencapai pintu, tahu-tahu seseorang menabrak bahunya dengan keras. Beruntung dia tidak jatuh, tapi bunga mawar yang dipegangnya jatuh 2 tangkai, hanya menyisakan sembilan saja dalam buket. Menyebalkannya, orang itu sama sekali tidak meminta maaf. Malah melenggang pergi dengan sedikit terburu-buru.

Rasanya dada Yoongi terbakar melihat dua tangkai mawar putihnya diinjak secara tidak manusiawi oleh lelaki itu. Oh plis, dia sangat tidak terima melihat mawar yang sangat putih itu terinjak hingga berubah warna. Lantas ia pun menyusul kepergian orang tersebut.

“PERNIKAHAN INI TIDAK BOLEH DILANJUTKAN!”

Reflek Yoongi berhenti.

Tunggu, itu bukan dia yang bicara begitu. Tapi seorang pria yang tadi menginjak mawar putihnya.

Semua orang yang ada di sana, termasuk kedua pengantin pun menoleh secara bersamaan.

“Kau—” Seokjin bergumam lirih.

“Aku tidak terima kekasihku menikah dengan orang lain!”

Yoongi otomatis melirik pada Sena. Sekarang hatinya makin mencelos. Jadi … lelaki yang menginginkan gadis itu tidak hanya dia saja?

“Kim Namjoon!”

Kali ini suara itu berasal dari Hoseok. Namun sayang, seseorang yang dipanggilnya Kim Namjoon itu sama sekali tak menggubrisnya. Namjoon justru berlutut di sana dan kembali berteriak.

“Maafkan aku yang selama ini telah berbuat salah. Aku tahu ini tidak boleh, tapi aku sangat mencintaimu. Tolong jangan menikah dengannya … Kim Seokjin.”

Suasana mendadak kacau. Makin menggemparkan lagi saat ibu angkat Seokjin tiba-tiba jatuh pingsan dan beberapa tamu undangan mengeluarkan ponsel untuk merekam kejadian itu.

Keributan itu makin menjadi saat Seokjin dengan entengnya melepas tangan Sena dan melenggang menghampiri lelaki tersebut. Ia ikut berlutut dan secara terang-terangan memeluknya.

“Aku tahu kau pasti akan datang, Namjoon-a. Aku juga mencintaimu.”

Yoongi menatap pemandangan di depannya tak percaya. Ia tak tahu harus merespon bagaimana saat melihat dua orang yang sejenis dengannya saling berpelukan di depan umum, mengabaikan perasaan seorang lawan jenis yang telah dipeluk rasa kecewa yang sangat berat.

Oke, ini saatnya untuk bergerak.

Dengan langkah mantap Yoongi pun melewati pasangan yang tengah berpelukan, orang-orang yang heboh mengambil gambar, dan orang-orang yang tengah membicarakan pasangan itu sampai akhirnya berhasil mencapai tujuan. Hanya beberapa pasang mata yang menatap apa yang akan dilakukannya. Dan yang dia lakukan sekarang adalah berdiri satu tingkat di bawah Sena.

“Kau cantik sekali hari ini,” ujarnya sambil tersenyum tipis.

Iris biru pucat Sena yang sudah berkaca-kaca, hancur sudah pertahanannya setelah mendengar pujian itu. Terbentuklah kurva sempurna di wajah cantiknya. “Terima kasih.”

Yoongi pun mengangkat buket berisi 9 mawar putih kepada gadis itu. “Aku ingin memberikan ini padamu, hadiah untuk pernikahanmu. Sebenarnya ada sebelas tapi yang dua jatuh, maaf.”

Sena mengusap cairan bening yang meluncur di pipinya sambil menggeleng pelan. “Tidak apa-apa, terima kasih.”

Will you … marry me?”

“A-apa?”

Yoongi pun maju selangkah hingga sejajar dengan Sena lantas berlutut sambil mengangkat 9 tangkai mawar putih itu. “Maukah kau menikah denganku, Oh Sena?”

Semua atensi langsung teralih pada pemandangan manis di depan sana. Kamera berbunyi saling bersahut-sahutan seperti sedang berlomba mengambil gambar terbaik.

Yoongi tersenyum tipis. “Maaf kalau aku terkesan mengambil kesempatan. Aku hanya ingin mengungkapkan kata hatiku saja, Nona. Jujur, kau telah berhasil mencuri perhatianku di saat pertama kali kita bertemu. Kau tampak sangat putih, dan berbeda dari orang-orang yang kulihat selama ini. Aku tidak terima melihat mawar putih yang kubawa diinjak secara tidak manusiawi, yang itu artinya, aku pun tak mau melihatmu tersakiti. Tolong biarkan aku menggantikannya menjadi pasangan di hari bahagiamu.”

Yoongi menjeda kalimatnya untuk mengambil napas dalam-dalam. “Jadi, bisakah kau ambil bunga ini dan menjadi milikku?”

“Min Yoongi-sshi…”

Senyum lelaki bersurai abu-abu itu makin lebar. “Please be mine and let me be your oppa.”

Sena yang sejak tadi hanya diam terpaku, akhirnya menunjukkan suatu pergerakan juga. Dia tersenyum. Lantas mengangguk.

“Baiklah.”

END

Maafkan aku Namjin :”) 

Advertisements

10 responses to “My Bride [5. Be Mine] ~ohnajla

  1. KAN YAHHH TEBAKAN GUE KEMAREN BENER KALO JIN ITU GAY !! CAPS JEBOLLLL BODO AMAT GUE LAGI SENENG. HAHA BERASA ABIS MECAHIN TEORI BIG HIT AKUTUHHHH… GULAAA KITA JODOH DEH KAYANYA . YAWLLAAA NAMJIN MAMIH PAPIH NYA BITIES TERNISTAKAN. TAPI GK APA2 LAH YANG PENTING SENA SAMA YUNGI HAPPY ENDING (tiba2 terdengar lagu Avril Lavigne – Happy Ending) 😀 . AWALNYA GUE PIKIR LU BAKAL DI TINGGAL NIKAH (lagi) YUNG. GK APA2 LH GUE MH MASIH ADA JUNGKOOK. JK bilaik : bishh don’t you have mirror? . OKE OKE KOMEN GUE KEPANJANGAN. BYEEE

  2. astagfir, se..se..seok..jin. OMG Nam…joon… gak nyangka aku syok berat nih sampai mengap-mengap kaya ikan kakap, sambil tertawa juga wkwk..mereka ternyata……aku kirain itu pacarnya seokjin cewek ternyata……
    yoongi akhirnya jd Nikah sm sena senang banget aku eh mereka maksudnya……

  3. Sempet berharap ada jungkook diakhir wkwkwkw. Maapkan yg ga bisa kove on dr kookie. Yaaa gapapalah ya seokjin jadi gay ketimbang sama cewek lain. Yaaampun ini komedi jadinya :”)

  4. Ige moeya ?! 😂. Namjoon jin ternistakan 😂. Aku ngakak pas baca jin meluk namjoon. Yaelah malah kukira sena sama namjoon :v . Fiks ini komedi romantis ya 😂

  5. Huahhhh…aslina itu jin ma namjoon…😁😁😁😁…yeayyyy finally yoongi ma sena..happy ending…

  6. Astaga q kira namjoon itu pacar sena..ya ampun…mentang2 sdh bln ramadhan pikirannya ngak nyambung*ngakada hubungannyahehehe*
    Tp q seneng banget yoongi sm sena hihihi, q kira author bakal ngeluarin pacar soek jin yg lg hamil..plakkk ky sinetron indonesia aja

  7. Pengennya sedih yaAllah, tapi kenapa aku ketawa, jatuhnya ndagel ihh najla.. Sumpah antara sedih geli pengen ngakak. Ini grrrrr bgt. Aduhhh gak bisa berenti ketawa 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s