“EX – She is My…” by Arni Kyo

3 EX_-_She_is_My... - Poster

Tittle                : EX – She is My….

Author             : Lee Arni a.k.a Kyo

Main cast         :

  • Lu Han
  • Park Yeon Sung (OC)

Other               :

  • Find by yourself

Genre              : Romance, School Life, NC- (?)

Length             : Chaptered

oOoOo

Lu Han memasang wajah tak suka pada gadis berkacamata minus di hadapannya ini. sudah lebih dari 10 menit ia duduk, dan belum memulai pembicaraan. Sementara gadis itu hanya tersenyum-senyum girang, memamerkan behel nya.

Hingga pelayan caffe itu datang dan membawakan pesanan sang gadis. Ia terlihat sangat gembira melihat lelehan coklat di atas potongan cheese cake yang ia pesan.

“selalu makan manis, nanti kau kena diabetes”.

Gadis itu menancapkan garpu nya di cheese cake nya. Kemudian menatap kagum pada Lu Han. “gege ~ kau sangat perhatian padaku”. Ucap nya manja.

“ah, kau berlebihan sekali. Cepat makan”.

Gadis itu mengangguk pasti. Tanpa menjawab, ia pun melakukan apa yang disuruh oleh Lu Han. Tapi – tunggu dulu, siapa sebenarnya gadis ini? dari penampilannya, ia terlihat seperti gadis remaja biasa. Bukan tipe Lu Han.

“kau pasti sangat sibuk ya, hingga tak sempat menjemput ku di bandara sebulan yang lalu?”. Tanya nya.

“aku hanya lupa”. Jawab Lu Han sekenanya.

“kau jahat sekali. Sudah 1 bulan aku berada di Korea, dan kau baru menemuiku. Kau terlalu sibuk bermain dengan wanita-wanita itu”. Cercahnya menghakimi.

Lu Han mendecakan lidahnya mendengar ocehan gadis kecil ini. “Lu Xian. Kenapa semakin hari, kau semakin cerewet saja huh?”.

Gadis yang ternyata bernama Lu Xian itu kembali tersenyum kambing. Secerewet apapun dia, Lu Han tak akan marah. Karena ia adalah satu-satunya saudara kandung Lu Han. Jarak usia mereka hanya 3 tahun.

“tapi – siapa wanita itu? Apa dia kekasihmu? Mama khawatir padamu. Jangan berhubungan dengan sembarang wanita, nanti kau kena HIV AIDS”.

“berhubungan apa maksudmu?”.

Lu Xian memajukan wajahnya, menatap intens pada kakaknya yang berpura-pura polos. “ge, aku belajar tentang reproduksi saat kelas 3 Junior High School”.

“ah, baiklah, baiklah, aku menerima saranmu”.

Lu Han mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya. Yeon Sung belum menelpon nya lagi. Apa gadis itu tengah dihakimi oleh kakak nya sekarang? Lu Han memang menawarkan diri untuk membantu Yeon Sung, menjelaskan kemana pergi nya gadis itu semalam.

Tapi – Yeon Sung menolak.

“Nona Yeon, bisakah kau jelaskan pada ku kemana kau semalam?”. Seru So Yeon. Ia marah. Jelas.

Pertama, karena Yeon Sung tidak pulang semalam.

Kedua, karena Yeon Sung membohonginya dengan mengatakan jika ia menginap dirumah Mi Ya.

Yeon Sung diam dan menunduk. Untuk kali ini ia benar-benar disidang. Belum lagi ia ingat jika pekerjaan kakak iparnya adalah seorang hakim. Uuh… mati saja lah. Pikir Yeon Sung.

“aku – sebenarnya –“.

“Yeon Sung berkunjung ke apartemen baru eomma semalam”. Tutur seorang wanita paruh baya yang tanpa permisi masuk ke dalam rumah. Ny. Park, ibu kandung Yeon Sung.

Yeon Sung menoleh cepat pada wanita itu. So Yeon dan Jong Hyuk berdiri lalu membungkuk pada Ny. Park.

“jika benar kau berkunjung ke apartemen eomma, kau seharusnya tak perlu berbohong, Yeon’ah”. Ujar So Yeon.

“ku pikir eonnie akan melarang ku untuk pergi ke apartemen eomma, makanya aku berbohong”.

So Yeon menghela napas. Ia memang melarang Yeon Sung menemui ibu mereka. Sekali pertemuan ibu dan anak itu, berhasil membuat Yeon Sung berubah. Ny. Park adalah dokter bedah kecantikan. Lalu ia mempraktekan ilmu nya pada putrinya sendiri.

Meskipun So Yeon dan Yeon Sung masih terlihat mirip, tapi tetap saja, Yeon Sung telah merubah beberapa bagian wajahnya.

“Yeon’ah, eomma ada produk baru. Kau ingin mencobanya?”.

Lantas kedua orang itu berlari kecil ke dalam kamar Yeon Sung. Seperti mengobrol dengan temannya. Ibu Yeon Sung sangat bersahabat dengan putrinya yang 1 ini. berbeda dengan So Yeon yang sudah memiliki prinsip sendiri.

Park Yeon Sung part of view

Pagi ini, aku sedikit tentram setidaknya tak ada mulut yang mengumpat ku lagi. Mungkin benar kata Lu Han, jika lambat laun berita itu pasti akan menghilang dengan sendirinya. Ngomong-ngomong soal Lu Han, aku jadi terus memikirkannya sejak kejadian beberapa malam yang lalu.

Aish… benar-benar tidak penting memikirkan pria gila itu. Err…

“Yeon Sung, baru saja aku bertemu dengan Lu Han, kau tahu dia membawa seorang gadis bersamanya”.

Oh –

“lalu?”. Aku sengaja menanggapi seolah tak peduli.

“sepertinya gadis itu anak baru. Wajahnya manis dan – natural”.

Aku mendelik pada Mi Ya ketika ia mengucapkan kata ‘natural’ dengan pelan. Telinga ku tentu masih normal untuk mendengar ucapannya itu. “apa urusannya dengan ku?”.

“tidak ada”.

“aku ke toilet dulu”.

Aku pun bangkit dari tempat duduk ku dan pergi dari kelas. Sial! Ternyata orang tidak membicarakanku hari ini karena Lu Han datang bersama seorang gadis. Baiklah, mungkin itu sudah biasa.

Kenapa makhluk jelata di sekolah ini sangat heboh membicarakan Lu Han?

Aku membawa kaki ku melangkah menuju toilet. Sesekali aku melirik ke arah tongkrongan Lu Han dan teman-temannya di dekat toilet. Pria itu tak ada disana. Hanya ada teman-teman bandit nya itu.

Hey – aku tidak bermaksud untuk mencari nya.

“hai Yeon’ah”. Sapa Baek Hyun.

Aku hanya mengernyitkan hidungku. Entahlah, aku semakin tidak tertarik untuk bersama laki-laki. Lalu – aku merasakan hal yang aneh. Libido ku mudah sekali naik jika mendengar hal seperti eemm erangan.

Tidak. Lebih halus dari itu. Desahan. Ya. Aku tak bisa melupakan saat mengalami malam pertama ku.

Oh Tuhan. Aku pasti sudah gila. Mengingat Lu Han bukan kekasihku. Apalagi suami. Dan – ini bukan cerita novel remaja yang sering ku baca dengan konsep ‘menikah dengan musuh’ atau ‘mengandung anak musuh’ dan lain sebagainya.

Ah, sudahlah. Lupakan pria gila itu. Tapi – aku ingin tahu siapa gerangan yang telah menyebarkan poto mesum nya. Bagaimana pun itu berimbas padaku.

Yeon Sung melangkah sedikit malas. Lu Han tiba-tiba menelpon nya dan menyuruhnya datang ke markas gank nya. Dengan iming-iming akan memberitahu siapa pelaku penyebaran poto. Sebenarnya Yeon Sung malas, ingin tidur bersama bantal guling kesayanganya.

Duk duk duk….

Yeon Sung menggunakan kaki nya untuk menggedor pintu markas. Tak menunggu lama, pria bermata sipit berwajah bulat membukakan pintu dan langsung tersenyum manis pada Yeon Sung.

eo? Kau datang. Lagi”. Sapa nya terlebih dahulu.

“sebenarnya aku tak ingin datang kemari lagi. Hanya saja pria maniak itu memaksaku datang”. Ujar Yeon Sung sedikit cuek.

“ada urusan apa sebenarnya?”. Lantas Min Seok menyuruh Yeon Sung masuk. Sementara orang yang ditanyai hanya diam. “oh ya, aku dengar hal yang terjadi antara dirimu dan Lu Han”. sambung Min Seok.

Yeon Sung langsung menoleh. Kilatan matanya tampak mengerikan.

“itu hanya gosip”. Jawab Yeon Sung sedikit gelagapan.

Tak ingin Min Seok bertanya semakin banyak, Yeon Sung pun segera menghampiri Lu Han yang tengah duduk di soffa lusuh. Di temani beberapa camilan dan kalengan beer. “kau terlambat 10 menit. Orang itu baru saja pergi”.

m-mwo? Aish… jinjja!? Yya! Seharusnya kau menahannya sampai aku tiba”. Pekik Yeon Sung kesal.

Lu Han menarik tangan Yeon Sung. Hingga gadis itu tersungkur ke pangkuannya. “dia sama liarnya seperti mu, jadi mungkin akan sangat sulit menahannya”. Bisik Lu Han.

“yya! Lepaskan. Percuma aku datang kesini jika tak bertemu dengan orang itu”.

“percuma bagaimana? Hey ~ ada hal lain yang bisa kita lakukan, kan?”. Lu Han menangkup kedua pipi Yeon Sung cukup kuat.

Min Seok mematung melihat adegan yang sedikit aneh itu. Karena sepengetahuannya, Lu Han dan Yeon Sung tak akur. Lalu sekarang mereka terlihat sangat akur. “Lu, aku keluar sebentar ya”. Pamit Min Seok kaku.

eo, lama pun tak apa jika kau mau”. Balas Lu Han. Min Seok mengangguk mengerti. Kemudian dengan cepat ia meninggalkan markas itu. “lalu bagaimana? Kita hanya berdua disini sekarang?”.

“aku ingin pulang, Lu”.

“kau yakin ingin pulang?’.

“sekarang aku mulai curiga, jangan-jangan kau sendiri yang menyebarkan poto-poto mesum mu itu”.

Lu Han tersenyum menyeringai. Membuat Yeon Sung semakin yakin jika Lu Han sengaja melakukan ini semua padanya. “untuk apa aku menyebarkannya, kau pikir aku gila huh?”.

Yeon Sung mengangguk cepat. “tentu saja kau memang gila!”.

Hening. Tak ada lagi percakapan antara mereka. Lu Han melanjutkan acara minum-minum nya. Sementara Yeon Sung, pantat berharganya itu sudah merasa nyaman bersemayam di atas soffa lusuh itu.

“apa – aku juga yang pertama untuk mu?”. Tanya Yeon Sung setelah menimbang-nimbang apa yang ingin ia tanyakan.

Lu Han menyandarkan tubuhnya pada soffa, melipat tangannya dan menjadikan tangannya sebagai bantal. “sebenarnya aku pernah berkata untuk mulai meniduri wanita saat aku menyelesaikan sekolah”.

Yeon Sung menoleh perlahan pada pria itu. Jadi –

“tubuhmu membuatku melupakan perkataan itu. Padahal aku sudah sangat menjaga diriku, agar tidak melakukan itu”.

Baek Hyun mengendap-endap melihat Min Seok mengintip dari jendela markas. “apa yang kau lakukan disini?”. Baek Hyun mengikuti Min Seok mengintip ke dalam.

“kau mengejutkan ku. Jangan berisik, terjadi sesuatu di dalam”. Bisik Min Seok.

“apa? Apa yang terjadi?”. Tanya Baek Hyun antusias.

Min Seok membekap mulut Baek Hyun dengan tangannya. “pelankan suaramu, bisa-bisa mereka mencurigai kita nanti”.

Baek Hyun mengangguk mengerti. Sedetik kemudian mereka berdua diam dan hanya menjadi saksi untuk apa yang sedang terjadi di dalam sana.

Siswa yang mengelompok. Siswa yang menyendiri. Siswa yang bertingkah autis. Siswa yang pasif. Yeah ~ itu lah sekolahan. Untuk hari ini, Yeon Sung menjadi siswa yang menyendiri dan pasif.

Biasanya saat jam istirahat ia akan mencari seseorang untuk dijahili.

Gadis itu berjalan pelan menyusuri jalan stapak yang sengaja dibuat di pinggiran taman sekolah dekat lahan parkiran.

Tampak seorang gadis yang dari penampilannya terlihat biasa saja itu, tengah di kelilingi oleh beberapa siswa badung. Yeon Sung mengenal salah seorang dari mereka. Cheon Jung Kook. Dan gadis itu terlihat takut pada siswa yang mengelilinginya.

aigoo ~ apa kau sangat frustasi hingga harus menggoda gadis polos ini?”.

“asih… noona ini sangat mengganggu”. Rutuk Kim Tae Hyung. “Kook’ah, kami pergi dulu, seperti nya ini urusan kalian”. Pamit nya. Mereka pun pergi, meninggalkan Jung Kook dan gadis berkacamata itu bersama Yeon Sung.

“siapa yang kau maksud frustasi Nona Park?”.

Yeon Sung mengangkat bahu nya. Tanpa menjawab, ia pun menarik gadis yang tidak ia kenal itu pergi.

jiejie, xiexie (kakak, terima kasih)”. Ucap gadis itu. Yeon Sung seketika menghentikan langkah nya dan menoleh pada gadis itu.

bie keqi”. Jawab Yeon Sung kemudian.

jiejie, kau bisa berbahasa Mandari dengan baik”. Ujar gadis itu semangat. “nama ku Lu Xian, aku baru pindah ke sekolah ini”.

Yeon Sung mengangguk. Ia memalingkan wajahnya dari gadis bernama Lu Xian itu. “kupikir hanya makhluk mesum itu yang bermarga Lu”. Bisik nya pada diri sendiri. “oh, begitu. Nama ku –“.

“Lu Xian!”. Panggil seseorang yang suaranya sudah sangat familiar di telinga Yeon Sung. Dari kejauhan terlihat Lu Han berlarian menghampiri mereka.

gege”. Jawab Lu Xian sembari melambaikan tangannya.

“kau tidak apa-apa kan? Cih! Bocah-bocah itu benar-benar ingin mencari masalah dengan ku rupanya”.

Lu Han sadar, jika ada orang yang sejak tadi memperhatikan percakapannya dengan Lu Xian menggunakan bahasa Mandarin. Yea ~ Yeon Sung masih berdiri ditempatnya, mendengarkan percakapan kakak-adik itu dengan seksama. Hanya beberapa kata yang ia mengerti.

gege, tadi aku ditolong oleh jiejie ini saat anak-anak itu menggodaku”.

“ya, aku mengenalnya”.

“Lu, apa yang kalian bicarakan?”. Tanya Yeon Sung yang tidak mengerti. Ia bahkan memiringkan kepalanya – seperti seorang idiot.

“orang ini namanya Park Yeon Sung”. Ujar Lu Han pada adiknya. Lu Xian mengangguk mengiyakan perkataan kakaknya. “Yeon’ah, jika kau mengetahui siapa sebenarnya yang menyebarkan poto-potoku, apa yang akan kau lakukan?”.

Yeon Sung menghela napas, memutar bola matanya, berpikir. “eumm… kau sendiri? Apa yang kau lakukan padanya?”. Yeon Sung malah balik bertanya.

“aku mentraktirnya makan cheese cake dan milkshake”. Jawab Lu Han.

“konyol. Tidak mungkin kau melakukan itu”. Seru Yeon Sung tak percaya. Hmm… bagaimana mungkin Lu Han mentraktir orang yang telah menyebar poto nya tanpa izin itu mendapat makanan gratis. Kecuali Lu Han langsung membubuhkan racun pada makanan yang ia beri. Oh – itu terlalu kriminal.

“aku serius”. Tegas Lu Han. “aku memang mentraktir nya makan di caffe. Karena –“. Lu Han menggantung perkataannya terlebih dahulu. Ia menoleh pada Lu Xian yang sejak tadi menatap Yeon Sung kagum.

“karena apa? Jangan bilang jika orang itu adalah kekasihmu sendiri”.

“tidak. Karena orang itu adalah adikku sendiri. Lu Xian”. Jawab Lu Han.

Oh – jadi orang itu adalah adik Lu Han. wow ~ 2 kejutan sekaligus. Lu Xian adalah adik Lu Han sekaligus orang yang telah menyebarkan poto Lu Han. membuat Yeon Sung terkena imbasnya.

Seperti diguyur air es. Yeon Sung diam. Menatap Lu Han dan Lu Xian bergantian. Kembali lagi pada pertanyaan Lu Han ‘apa yang akan kau lakukan pada orang yang padanya?’

Orang yang menyebarkan poto itu.

Yeon Sung telah menjawabnya dalam hati. ‘aku menyelamatkannya dari bocah mesum yang menggodanya’.

Tidak.

Yeon Sung menyesal harus menyelamatkan gadis itu.

Malam itu di diskotik.

Tanpa Lu Han sadari, seseorang mengambil gambar dari adegan itu. Tampak nail art si tukang poto itu sangat indah. Seorang gadis dibalik dinding diskotik itu. Bibir merah nya menyunggingkan sebuah senyuman.

“kena kau kali ini Lu Han”. Desisnya.

Gadis itu, Lu Xian. Ia menggunakan kartu member milik temannya agar bisa ke diskotik. Mengikuti Lu Han hingga ia mengambil gambar dari adegan kakak nya itu.

Lalu sebelum Lu Han menyadari ada seorang paparazzi gadungan tengah meliput kegiatannya, Lu Xian kembali ke apartemen nya.

Ia tiba di Korea 3 hari sebelumnya. Dan ia marah karena Lu Han tidak menjemputnya di bandara. Sebagai balasan, Lu Xian mengunggah poto-poto hasil liputannya ke SNS. Dan – taddaa! Poto tersebut sampai ke pihak sekolah.

Belum lagi, keterangan yang dimasukan oleh Lu Xian adalah nama sekolah nya.

gege, maafkan aku. Aku tak tahu jika jadi seperti ini”. Ucap Lu Xian menyesal. “jiejie, maafkan aku”.

Napas Yeon Sung memburu setelah puas menghajar Lu Han. mungkin dengan mata batin, kalian bisa melihat asap keluar dari lubang hidungnya saat ini. “tidak apa-apa, lagipula semua orang sudah tahu jika aku gadis plastik”.

Lu Han menatap Yeon Sung dengan tatapan bersalah. Ia sudah menyadari kesalahannya sejak melihat gadis itu menangis. Namun kali ini, ia benar-benar bersalah. Bukan Cuma ‘merasa’.

Yeon Sung berbalik dan hendak pergi.

“aku akan berusaha membuat berita itu menghilang Yeon’ah”.

“terlambat Lu, sepenjuru sekolahan sudah mengetahui hal itu”.

Lu Han menggaruk belakang kepalanya. Benar juga. Dan lagi – Lu Han tak punya cara untuk meluruskan semuanya. Apalagi saat itu ia menyertakan bukti berupa poto lama Yeon Sung. Itu benar-benar bukti kuat.

Akan terlihat konyol, jika tiba-tiba Lu Han membuat sebuah pengumuman mengenai konfirmasi ‘poto yang dipasang dilobi sekolah waktu itu, bukan Yeon Sung’.

Suara ribut yang berasal dari kamar apartemen Lu Han, menghiasi kebersamaan mereka malam ini. Di temani kalengan soda dan makanan ringan lainnya. Lantai kamarnya tampak berantakan begitu pula tempat tidur.

Yahh… beginilah jika teman-temannya itu sedang ingin berkumpul di apartemen Lu Han.

Lu Han bersama Min Seok sedang bertanding bermain playstaion. Lalu Baek Hyun berbaring, asik dengan ponselnya. Melihat hasil jepretannya mengintip ke ruang ganti wanita siang tadi. Dan Tao bersama tab nya, fokus pada dunia internet.

hyung, kau sudah menemui orang yang menyebarkan poto mu?”. Tanya Tao.

“sudah”.

“kau apakan dia?”.

“aku mentraktirnya makan”.

MWO?!”. Seru Tao dan Min Seok bersamaan.

“wooohooo… aku menang lagi! Kesini kau”. Teriak Lu Han kegirangan. Ia berhasil mengalihkan perhatian Min Seok dan memenangkan games. Pasrah, Min Seok hanya bisa pasrah saat Lu Han kembali menjitak kepalanya sebagai hadiah kekalahan.

Pletakk!

“aawhh”. Min Seok mengelus kening nya yang sedikit memerah akibat jitakan Lu Han. “kau sengaja mengatakan itu agar aku teralih dari games, kan?”.

Lu Han menggeleng cepat. Lalu ia meletakan stick playstation nya. Dan meminum soda yang sudah ia buka sejak tadi. “aku bersungguh-sungguh. Karena dia adikku”.

mwoya?! Kau punya adik, tapi tak pernah mengenalkannya pada kami”. Protes Tao.

“aku tak mau mengenalkannya pada kalian. Ia masih terlalu kecil”.

Tao mengernyitkan dahinya. “masih kecil? Bagaimana ia bisa masuk ke diskotik?”.

“hmm… benar. Bagaimana caranya ia bisa masuk ke diskotik? Bukan kah ia tak punya kartu member?”. Tambah Min Seok.

“aku pun tidak tahu. Ia tidak memberitahuku”. Jawab Lu Han frustasi. Mengingat kelakuan adiknya yang keterlaluan itu. Belum lagi kesalahpahaman yang terjadi, yang mengakibatkan Yeon Sung pun menjadi korban.

Baek Hyun bangun dan langsung mengikuti percakapan teman-temannya. “Lu, apa hubunganmu dan Yeon Sung?”.

Min Seok membelalakan matanya. Bodoh sekali. Kenapa pria bertampang imut ini tiba-tiba menanyakan hal itu?! Teriak batin Min Seok.

“hubungan? Tak ada”. Jawab Lu Han singkat.

“eeyy, kau berbohong kan? Kalian terlihat mesra”.

Lu Han menyipitkan matanya. Menatap Min Seok dan Baek Hyun bergantian. Baek Hyun tiba-tiba saja mengintrogasinya seperti ini, pasti ada sesuatu yang mereka ketahui mengenai hubungan Lu Han dan Yeon Sung.

“aku tak memiliki hubungan apapun dengannya”.

“tapi kami melihat mu berciuman dengan nya, dimarkas, beberapa hari yang lalu”. Pekik Baek Hyun.

Hening.

Tao berdiri kemudian ia melangkah pergi. Tak akan lama lagi, Lu Han pasti akan mengamuk. Lalu dengan inisiatif nya, ia melarikan diri dari kamar itu.

“kalian mengintip, huh!?”. Pekik Lu Han.

“Min Seok yang duluan mengintip, Lu. Bukan aku. Aku hanya mengikuti apa yang ia lakukan”.

“aku tidak mengintip. Karena aku mendengar suara aneh, jadi aku memastikan terlebih dahulu. Kemudian Baek Hyun datang”. Lu Han telah bersiap untuk menghajar kedua temannya ini.

“aku tak mau mendengar penjelasan apapun. Kalian benar-benar keterlaluan”.

“KYAAAAA!”. Pekik Baek Hyun. Dengan gerakan cepat, Lu Han menggulung Baek Hyun di dalam selimut. Membuat pria itu tak bisa bergerak lagi. Kemudian dengan bersemangat Lu Han memukuli Baek Hyun.

Seperti ulat bulu yang akan dimakan ayam. Baek Hyun menggeliat menerima setiap pukulan yang di daratkan oleh Lu Han di tubuhnya.

Ngomong-ngomong, sudah lama mereka tidak seribut ini.

Lu Han part of view

Pukul 12 malam. Malam ini, 3 orang aneh ini tidur di apartemen ku. Mengingat besok libur. Pasti mereka akan tidur hingga matahari berada dipuncaknya. Tak ada beda nya dengan seekor sapi.

Tanganku lumayan sakit setelah memukuli Baek Hyun dan Min Seok tadi. Seharusnya aku melakukan ‘itu’ di tempat rahasia yang tidak bisa terjangkau oleh orang lain. Baiklah, aku mulai memikirkan untuk melakukannya lagi dan lagi.

Lalu, Yeon Sung, ia tak pernah bisa menolak ku.

Aku menatap cermin di kamar mandi ku. Sebegitu terpesonanya kah dia padaku, hingga tak bisa melakukan penolakan?

Tidak.

Kenapa aku mengira seperti itu? Sementara aku sendiri tak tahu mengapa aku ingin melakukan hal itu berkali-kali dengannya?

Oh Tuhan.

Park Yeon Sung seperti zat adiktif sekarang.

Entah kali ini roh siapa yang merasuki ku, jari ku bergerak begitu saja untuk melakukan panggilan ke nomor Yeon Sung. Ia mungkin sudah tidur. Tapi tak menyurutkan keinginanku untuk menelponnya.

Aku harus menunggu sekitar 1 menit sampai ia mengangkat teleponku.

mmhh yebeoseyo?”. Sambutnya dari seberang.

Tanpa sadar, bibirku menyunggingkan sebuah senyuman. “apa maksudmu dengan ‘mmhh’, huh?”.

nuguya? Aku mengantuk, tidak punya waktu untuk meladeni telpon yang tidak penting”. Ujar nya gusar. Aku dapat membayangkan saat ini ia berbicara dengan mata tertutup.

“Yeon’ah, aku punya kabar baik. Ada beberapa orang yang mengetahui tentang apa yang telah kita lakukan”.

MWOOO!?”. Pekik nya. Aku berhasil membuat nya bangun. Benar-benar bangun maksudku. “yya! Kau menceritakan hal itu pada teman-temanmu, huh?”.

aniyo ~ mereka tahu sendiri. Sungguh”. Jawabku. Aku berkata jujur. Yeon Sung diam. Mungkin sedang menimbang-nimbang perkataan ku barusan. “tapi, Yeon’ah, apa benar tidak terjadi sesuatu padamu?”.

Yeon Sung tertawa pelan. Entah apa yang lucu. Gadis aneh. “terjadi sesuatu? Tentu saja terjadi sesuatu padaku, bodoh”.

Aku diam. Benarkah? Oh tidak. “kau akan menjadi ibu Yeon’ah?”. Tanya ku begitu saja.

Yeon Sung kembali tertawa, kali ini lebih kencang. “kau ini bicara apa, Lu?”. Apa aku salah bertanya seperti itu? Aku juga jadi bingung. “sudahlah, jangan menganggu tidurku lagi”.

Pip.

Gadis ini selalu saja mematikan telepon sebelum aku selesai bicara. Baiklah, Lu, jangan egois dan biarkan dia tidur dengan nyenyak. Aku terlalu serius menanggapi perkataannya tadi. Hingga aku menjadi berdebar seperti ini.

Ya, tentu saja terjadi sesuatu padanya.

Kau memang brengsek Lu, kau merebut sesuatu yang berharga darinya. Tentu saja itu adalah sesuatu yang ia maksud.

Sadar jika kini aku kembali tersenyum.

Dan Kyo pun sadar kalo ini harus TBC wkwkw XD

Oke, part ini sedikit garing krenyes krenyes (?) part selanjutnya bakal seru deh 😀 ahaha

Keep waiting yah cintaahhh :*

Comment nya jangan sampe lupa lho :p

EPILOG

Yeon Sung memutuskan sambungan teleponnya. Senyumnya tiba-tiba saja pudar. Ia menunduk dalam. Tampak kerutan di keningnya hingga alisnya hampir bertautan. Ia menggigit bibir bawahnya. Jika sudah seperti ini, ia sedang mengkhawatirkan sesuatu.

Lalu tangan mungil nya bergerak mengelus perutnya. “mungkinkah?”. Gumam nya.

Yeon Sung turun dari tempat tidurnya. Berjalan perlahan menuju meja belajarnya. Ia menarik kalender meja yang terpajang disana. Menghitung tanggal. “seharusnya 3 hari yang lalu”.

Wahh… Yeon Sung kenapa yahh? Mungkin dia lelah (?) ahaha

Diatas epilog lho yah, bukan teaser part 3 XD jangan salah paham..

Silahkan menebak tapi jangan bertanya di comment ‘itu Yeon Sung kenapa?’ wkwkw

Chigeumkatji ~ Kyosseumnida ( > . ^ )~

Advertisements

10 responses to ““EX – She is My…” by Arni Kyo

  1. Hahahaa….. ternyata adek sendiri yang jadi tersangkanya haha…. 😂😂 ooh jadi Yeonsung oplas krn mamanya ya?? Ketawa banget pas bagian luhan ngehukum baek sama minseok yg digulung selimut itu loh hahaha….. tapi oh ternyata Luhan juga barubpertama kali tho kisahnya? Kok susah percaya ya.. haaa….. 😛😛😛

  2. kalo part dulu kan yeon sung ditinggal ama lu han kan karna dia kembali kecina atau yeon sung keguguran kalo go salah tapi kalo sekarang ntar gimana ya nasib yeon sung

  3. Wah……jadi si yeon oplas itu kena emaknya ya……
    Gila luhan ama yeon……ga sanggup eke mah.. 😂😂😂😂😂
    Lah…..lucu kali lh saat mikirin gmn luhan ngehukum si baek…. untung kamu ga dinyelemin luhan di kutub utasa bang baek….
    Umin ama bacon kok y jail amir ya……
    Lah si tao…..???
    Walah……adiknya sendiri??
    Hebat juga ya adiknya luhan,sama aj ky luhanya,tpi lh kok….abangnya ga tau kalau adiknua udah pulang kekorea satu bulan y lalu,ya ampun bang luhan mah suka gitu 😅😅😅😅

    Hadeh…tuh dua insan sama aja gilanya….y baca apa juga gila ya 😆😆😆😆(nyinyir kuda)

    Selalu ditunggu karyanya autjor kyo…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s