Love Fools (3) – QueenX

Love Fools (3)

 0

By

QueenX

 

Mini Series

 

Main Cast:

Jeon Jungkook

OC (Alice Lee)

 

Romance

 

Teen

 

Sebelumnya di LOVE FOOLS

Alice melubangi kertas A4 di hadapannya. Di kertas itu, tergambar sosok pria yang ia tengah bermain basket yang ia gambar tadi siang. Usai melubanginya, ia menyatukan gambar itu dengan gambar-gambarnya yang lain ke dalam sebuah paper clip dan menyimpannya di sebuah kotak besar berisikan hasil gambarnya yang lain. Ia tersenyum ketika melihat semua hasil karyanya terpampang rapi disana. Semua sosok yang ia gambar adalah sosok laki-laki yang memunggunginya, mulai dari yang sedang berada di kantin bercengkrama dengan teman-temannya, saat sedang jam olahraga, saat sedang tertidur di kelas, bahkan ketika sedang bermain bersama dengan anjing peliharaannya di sebuah halaman rumah.

Mata Alice kemudian tertuju pada sebuah gelang berwarna abu-abu yang ada di bawah tumpukan gambarnya. Ia kemudian mengambilnya dan mencoba memasangnya di pergelangan tangannya namun sudah tak muat, terakhir ia memakainya adalah ketika ia duduk di bangku SD kelas empat. Gelang tersebut adalah benda pertama dari Jungkook yang ia berikan untuknya.

 

FLASHBACK

“Selamat ulang tahun Alice!”

Seorang laki-laki bermarga Jeon memberikan sebuah kotak berwarna merah jambu untuk si gadis yang ia panggil dengan sebutan Alice. Tetangga sekaligus teman sekolahnya sendiri. Gadis tersebut langsung tersenyum sumringah dan menerima kotak pemberian laki-laki tersebut dengan senang hati.

“Terima kasih Jungkook, apakah ini untukku?”

Laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Gadis kecil itu kemudian membuka kotak itu dengan sangat hati-hati. Matanya berbinar saat melihat sebuah gelang berwarna abu-abu dengan bandul berbentuk hati di dalamnya.

“Waaah, indah sekali.”

“Lihatlah ini.”

Laki-laki kecil bernama Jungkook itu kemudian menyodorkan salah satu tangan kanannya, dan terpasang gelang dengan warna yang senada dengan milik Alice terpasang di pergelangan tangannya, ada bandul dengan bentuk kepala kelinci yang dibagian tengahnya ada lubang dengan bentuk hati. Ia kemudian memakaikan gelang tersebut di tangan Alice, lalu menyatukan bandul hati dan bandul kepala kelinci di gelang mereka masing-masing dan hati itu pas terpasang di bolongan di kepala kelinci tersebut.

“Waaah, terpasang dengan pas.”

Laki-laki itu tersenyum dan mengangguk,

“Ini menandakan bahwa sampai kapanpun Jungkook selalu ada untuk Alice.”

“Benarkah itu?”

Jungkook mengangguk lalu tersenyum.

“Janji?”

Gadis kecil itu mengulurkan kelingkingnya yang disambut oleh kelingking Jungkook.

“Janji”

FLASHBACK END

Tapi, siapa yang menyangka, janji Jungkook padanya berubah ketika keluarga Jungkook memutuskan untuk pindah ke Busan? Memang tidak berlangsung selamanya, namun kepindahan keluarga Jungkook ke Busan selama beberapa tahun berhasil mengubah sikap Jungkook pada Alice. Seminggu setelah ulang tahun Alice, Jungkook dan keluarganya pindah ke Busan, dan mereka kembali lagi ke Seoul ketika Jungkook sudah duduk di bangku SMP kelas dua. Rumah keluarga Jungkook yang selama mereka pindah dikontrakkan untuk keluarga lain, kembali lagi dihuni oleh Jungkook dan keluarganya. Kedatangan Jungkook jelas membuat Alice sangat bahagia, ia tidak sabar untuk menyambut Jungkook keesokan harinya. Apalagi ibu dan ayah Jungkook bercerita pada ibu dan ayah Alice jika Jungkook akan disekolahkan di sekolah yang sama dengan dirinya. Hari demi hari berganti, Jungkook yang mulanya menerima kehadiran Alice, menjadi risih berada di dekat Alice.

Jungkook merasa Alice seperti terlalu menempel pada dirinya, selalu ingin tahu apapun yang ia lakukan, dan selalu menganggap Alice harus menjadi orang pertama yang tahu segala hal tentang dirinya. Alice yang tidak menyadari hal itu tetap merasa biasa saja. Toh saat masih SD dulu, Jungkook dan Alice bahkan selalu pergi kemanapun dengan bergandengan tangan, tertawa bersama, makan es krim satu cone berdua, dan masih banyak hal lucu lainnya yang mereka lakukan saat masih kanak-kanak dulu. Setidaknya Alice cukup tahu diri untuk saat ini, tidak mungkin dengan gamblangnya dia mencoba meraih tangan Jungkook terlebih dahulu, mengajaknya makan es krim satu cone berdua, dan bahkan mencium pipi Jungkook seperti yang ia lakukan ketika masih SD dulu Jungkook sering dibuat menangis oleh kakak kelasnya yang bertingkah nakal padanya. Keduanya sudah cukup besar untuk tidak melakukan hal itu lagi di muka umum. Jelas Alice ataupun Jungkook memiliki rasa malu untuk melakukannya di usia sebesar ini.

“Alice! Apakah kau sudah tidur?!”

Alice dibuat terkejut oleh suara ibunya dari lantai bawah. Buru-buru ia menutup kotak kenangannya bersama dengan Jungkook, tak lupa menaruh gelangnya di dalam sana dan keluar dari dalam kamarnya.

“Belum, bu. Ada apa?” tanyanya kemudian menghampiri ibunya di dapur.

“Aku kehabisan gula dan bubuk cabai. Bisakah kau membelikan untukku di minimarket? Ayahmu akan pulang sebentar lagi dan aku belum membuatkan teh ginseng untuknya karena kehabisan gula.” Tutur sang ibu.

Alice kemudian mengangguk, ia kembali ke kamarnya, mengenakan celana panjang dan jaketnya lalu menghampiri ibunya dan mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompet ibunya.

Alice keluar dari rumahnya dan merasakan deru angin di musim gugur yang membelai tubuhnya. Ia menaikkan resleting jaketnya lalu memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya. Sambil memakai headset dan menyanyikan lagu salah satu penyanyi faforitnya, Alice berjalan dengan santai keluar dari rumahnya.

“Ah, pasti jalan raya di depan ramai. Dengan pakaian seperti ini, aku tidak mungkin melewati kawasan pertokoan.” Ucap Alice yang melihat pakaian yang dikenakannya lebih pantas disebut piyama yang harusnya ia pakai saat akan tidur, bukan ia pakai ketika ingin pergi keluar rumah.

Alice memutuskan melewati jalan pintas. Toh, jalan disana juga pasti masih ramai dilalui oleh orang. Apalagi ini adalah jam pulang kerja di beberapa perusahaan dan pabrik di dekat rumahnya, ia yakin pasti banyak orang yang melewati jalan itu. Beberapa lampu jalanan di sekitarnya tampak berkedip beberapa kali. Ia yakin pasti petugas keamanan sekitar kompleknya belum sempat mengganti lampunya. Ia mengamati keadaan sekitarnya, tampak beberapa orang saja yang melintas, sebagian besar mengenakan jaket dan masker mulut. Memang musim gugur kali ini jauh lebih dingin dari yang biasanya.

Ketika sedang asyik berjalan, salah satu pundak Alice ditepuk. Alice langsung menghentikan langkah dan nyanyiannya. Perasaan tidak enak menggelayuti pikirannya. Ia menggigit bibir bawahnya dan perlahan memalingkan kepalanya. Ketika ia berbalik, betapa terkejutnya Alice tidak melihat siapapun di belakangnya. Ia menyerngit lalu kembali menatap ke depan lagi namun ia langsung membelalakkan matanya ketika ada sebuah tangan yang menariknya dan membuat tubuhnya berputar ke belakang dan wajahnya langsung menabrak dada bidang milik seorang pria.

.

.

.

T B C

SORRY FOR TYPO

Advertisements

13 responses to “Love Fools (3) – QueenX

  1. siapa yang nepuk pundak alice tuh ?? jangan2 ?? :O
    jangan lama2 ngepost chapter 4 nya yak 😀

  2. Ihh siapa yg nepuk..waduhh lg tegang langsung tbc..hahaha…jd g sbr nunggu next chapter y..

  3. Jadi horor kek gini sih 😀 , siapa yang nepuk pundak alice ?? Penasaraaaan 😀 , next

  4. Nah siapakah pria itu jreng-jreng-jreng ? itu yang pasti bukan jungkook, atau jungkook #BingungModeOn wkwk….

  5. Pingback: Love Fools (4) – QueenX | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s