Je T’Aime

DBctZwGV0AAJaCo

 

Title      : Je T’Aime

Author  : Chiyoo (@ChikitaYsh)

Cast     : Kang Seung Yoon of Winner, Lee Jina (OC), Kim Yura (OC)

Genre   : Happy, Family, School Life, Romance

Poster By ByunHyunji @PosterChannel

Sekolah mungkin adalah tempat yang paling menyenangkan dalam hidup Lee Jina. Lee Jina adalah seorang gadis remaja, yang baru saja masuk di sebuah sekolah menengah atas elit di Seoul. Lee Jina merupakan sosok yang amat pendiam, ia adalah pribadi yang sangat tertutup. Tak jarang orang tuanya sulit menerka apa yang dipikirkan Jina, tetapi Jina juga bukan sosok yang berharap bahwa semua orang harus memahami apa yang ia pikirkan. Saat ini pun, tempat favoritnya masih sama seperti ketika ia duduk di bangku menengah pertama, ya perpustakaan dan kelas adalah tempat favoritnya. Jina lebih memilih menghabiskan waktunya bersama dengan berbagai buku yang bisa ia baca, terfavorit adalah buku tentang kepribadian, dibandingkan harus mengikuti trend fashion atau bergosip dengan temannya yang lain. Jina tak banyak bergaul dengan teman sekelasnya, hanya orang tertentu yang bisa dekat dengan Jina. Bukan, ia tidak memilih teman tetapi ia hanya selektif memilih teman. Menurut buku yang pernah ia baca, bahwa lingkungan dapat berpengaruh terhadap perkembangan fisik maupun psikis seseorang. Lingkungan dapat memberikan dampak yang baik atau buruk bagi kehidupannya, dan frekuensinya adalah 0,5:0,5. Jina memang sengaja selektif dalam berteman, kebiasaan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik bukan? Jina tak ingin mendapat pengaruh buruk dari temannya akibat ia tak selektif. Walaupun Lee Jina merupakan sosok yang memiliki konsep diri, tetap saja ia tak ingin salah dalam memilih teman bergaul.

“Jina, mau sampai kapan kau di sini? Aku sudah bosan”. Ucap Kim Yura, teman yang baru Jina dapat setelah berbulan-bulan memasuki dunia sekolah menengah atas. Jina masih tetap asyik dengan bacaannya, bahkan telinganya kini telah disumpal dengan earphone yang memutar musik Bigbang. Jina terlalu bosan mendengar ocehan Yura yang tak ada habisnya, bisakah Jina berkata bahwa ia telah salah memilih teman? Lagi-lagi ketenangan Jina diganggu oleh Yura yang kini mulai tak tenang, merengek sambil menggoyang manja lengan Jina, dan jujur saja. Jina sangat membenci hal itu! “Ya! Jina, ayolah kita keluar. Apa tak bosan membaca buku yang berkaitan dengan psikologi? Aku sangat bosan menunggumu di sini? Lagi pula mana ada orang yang membaca sambil mendengar lagu up beat dari Bigbang? Omong kosong!”. Jina menatap Yura, malas.

“Kau bisa keluar duluan, jika kau ingin”.

“Tapi ini sudah waktunya kita pulang, Lee Jina”.

“Oh, ayolah. Tak ada yang harus aku kerjakan di rumah. Aku hanya ingin bertahan di sekolah. Di sini, di perpustakaan ini, dengan buku-buku ini. Dan jika kau ingin pulang, silahkan saja”.

“Aish~ mau sampai kapan kau di sini? Kau hanya membuatku susah mencari alasan untuk menyembunyikanmu dari orang tuamu!”

Jina tersenyum simpul, ia tahu bahwa aksinya ini tidak lucu. Tapi Jina juga terlalu malas untuk kembali ke rumah secepat yang ia mampu. Ia hanya merasa buang-buang waktu jika hanya duduk diam di rumah. Akhirnya Jina menjawab, setelah beberapa saat berpikir, “Aku akan pulang setelah kelas 3 selesai sekolah. Bisa carikan alasan untukku lagi nona manis?”

“Ya, ya, ya! Apa gunanya? Hanya aku satu-satunya orang berdosa di sini yang berulang kali membohongi orang tuamu!”, omel Yura, sambil menenteng tasnya ke luar perpustakaan. Meski dengan berat hati, Jina tahu bahwa Yura tetap akan menyembunyikannya.

Jina tersenyum simpul melihat punggung Yura yang makin lama menghilang di balik pintu keluar perpustakaan. Ia kemudian melanjutkan aktivitasnya lagi, membaca buku yang berkaitan dengan psikologi. Earphone-nya telah ia simpan dan kembali fokus dengan bacaannya. Tanpa ia sadari bahwa, sepasang mata terus mengamati sosoknya.

Entah sejak kapan Kang Seung Yoon, sosok yang sering menjadi bulan-bulanan di sekolah karena kehiperaktifannya yang tidak bisa di atasi lagi dan sikapnya yang semena-mena di sekolah yang tidak bisa ditolerir, kini memiliki hobi baru. Inilah hobi barunya, menatap sosok gadis, yang tertutup dan tidak tersentuh oleh dunia luar. Gadis yang selalu memiliki dunianya sendiri. Kang Seung Yoon, adalah siswa kelas 2, di sekolah itu. Ia sangat populer di kalangan wanita, juga guru, dan staff. Bersyukur bahwa ia populer di kalangan wanita karena ketampanannya, tapi sayang karakter buruknyalah yang membuat ia dikenal banyak guru dan staff. Dan bagi Jina, tidak ada waktunya untuk menatap sosok seperti Kang Seung Yoon.

Kang Seung Yoon kini tak puas hanya dengan menatap dari jauh, bahkan ia mengambil posisi tepat di samping Jina. Pura-pura membaca buku yang sembarangan ia ambil, sesekali mencuri pandang ke paras cantik Jina. Kang Seung Yoon, berulang kali berkompromi dengan hatinya. Ia ingin sekali menyapa Jina, tak tahan diabaikan. Tapi akal sehatnya menolak, bukankah sangat aneh jika pria populer sepertinya mendekati seorang gadis terlebih dahulu? Seung Yoon, sengaja menjatuhkan ponsel Jina yang tepat berada di samping tangannya untuk mendapatkan perhatian Jina.

“Maaf, aku tid…”, suaranya tercekat, ketika mata Jina menatap sosok Seung Yoon. Pandangannya datar. “Maaf, aku tidak sengaja”. Ucap Seung Yoon lagi, berusaha bertindak normal dari sebelumnya. Jina hanya membalas dengan senyum tipis dan anggukan cepat, kemudian melanjutkan membaca bukunya.

Seung Yoon yang lagi-lagi merasa diabaikan, mencoba menarik perhatian Jina dengan menjatuhkan buku bacaannya sendiri. Jina yang kaget melihat ke arah Seung Yoon dengan tatapan tidak terdefinisi. “Bisakah sunbae tenang? Jika sunbae tidak sedang dalam mood yang baik untuk belajar, sunbae bisa pergi ke ruang kesehatan dan tidur”. Tandas Jina. Sejujurnya ia sangat kesal dengan tingkah Seung Yoon. Tetapi ia mencoba meredam kekesalannya sendiri. Menatap wajah Seung Yoon adalah sesuatu yang cukup sulit bagi Jina sendiri.

“Maaf, tapi aku memang sengaja mengganggumu”.

“Seperti tidak ada kerja yang lebih bermanfaat lagi dalam hidupmu”. Jawab Jina kesal, dengan senyuman merendahkan.

“Bagiku mengganggumu adalah pekerjaan yang bermanfaat”.

“Bagiku berbicara dengan orang idiot bukanlah solusi yang tepat. Terima kasih telah menggangguku hari ini”. Jina menutup bukunya, kemudian segera beranjak dari posisinya. Kang Seung Yoon yang juga masih belum menyerah mengikutinya dari belakang. Kang Seung Yoon berusaha menyamakan langkahnya dengan Jina.

“Kau marah?”, tanya Seung Yoon.

“Menurutmu?”, tanya Jina balik. “Aku bahkan mengusir sahabatku agar aku bisa tenang membaca, dan kau entah dari mana asalmu tiba-tiba saja datang menggangguku”. Lanjut Jina tanpa memerdulikan perasaan Seung Yoon.

“Gadis sepertimu memiliki sahabat? Luar biasa. Aku pikir tak ada yang luput dari pengamatanku, jadi Kim Yura benar-benar sahabatmu?”. Jawab Seung Yoon santai. “Sepertinya akan menjadi permainan yang menarik”, lanjut Seung Yoon, sambil menarik Jina dalam sebuah lorong sempit.

Baiklah, tempat ini sangat cocok untuk sepasang kekasih. Tetapi sekarang, Jina bahkan tidak tahu siapa senior yang ada dihadapannya. Jantungnya berdetak tak karuan, sejujurnya Jina ingin berteriak. Tapi ia juga terlalu kalut dan terpesona melihat ketampanan Seung Yoon dari jarak dekat seperti saat ini. Bahkan kini posisi Kang Seung Yoon telah tepat berhadapan dengannya. Seung Yoon menurunkan sedikit wajahnya, menyeimbangkan dengan wajah Jina. Tangan kirinya bergerak menyelipkan rambut yang terurai ke belakang telinga Jina. Matanya benar-benar menikmati pemandangan yang indah baginya, ingin segera menghabisi Jina tetapi akalnya menolak. Mungkin Seung Yoon harus memperlakukan Jina dengan lebih spesial, bukan layaknya perempuan murahan yang biasanya dengan mudah terhempas di atas ranjang bersamanya. Seung Yoon menggerakkan kepalanya ke arah telinga Jina, “WELCOME TO MY WORLD”. Ucapan Kang Seung Yoon, diiringi dengan senyuman iblis dan kemudian meninggalkan Jina begitu saja dengan perasaan yang tak beraturan.

*TBC

 

Hai, readers. Mungkin sebagian kalian masih ada yang ingat sama aku? Author Chiyoo, yang bikin ff Nappeun Namja. Kalau lupa aku bersyukur, tapi kalau ada yang ingat, aku mau minta maaf karena pada akhirnya aku gak bisa lanjutin ff itu ya. Udah gak ada feel lagi buat lanjutinnya. Dan sekarang, aku balik dengan ff baru, Je T’Aime. Untuk ff ini, aku udah dapet konsep diriku. Jadi aku mau coba konsisten dalam hal menulis juga, ff ini bakal aku lanjutin kalau respon dari kalian juga bagus, respon bagusnya kalian bisa aku lihat dari komentar dan likenya kalian. Kalau respon kalian bagus, aku berusaha untuk ngeluarin ff ini seminggu sekali, paling lama ya dua minggu. Gak akan lebih dari itu, soalnya aku juga kuliah dan ada real life yang harus diurus juga. Jadi paling lambat ff ini akan keluar dua minggu sekali. Tapi tetep, semua bergantung sama RCLnya kalian. Terima kasih teman-teman.

Advertisements

One response to “Je T’Aime

  1. Kang seung yoon. 😍😍 oh my bias 😍😍
    Ah daebak.
    Pokok nya ditunggu kak. Jangan lama” update nyaaa 😘😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s