LOVELINESS (Chapter 13) – The Truth

| Main Cast : Exo’s Kai and Han Yurin/OC |

| Support Cast :Im Jae Bum a.k.a GOT7’s JB

Kim Young Won a.k.a  C-Real’s Chemi

Apink’s Kim Namjoo

EXO’s Member |

You Can Find if you Read

| Genre :Romance & Drama | Ratting :Pg-16 | MultiChapter |

Poster By: Arin_Yezzy@PosterChannel

Loveliness | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |10 |11| 12

A/N : Original story By Kainear so STOP PLAGIAT! Sorry if you find typo and enjoy this FF thanks for all Jjangan lupa ninggalin jejak kalau memang kamu adalah

“GOOD READER”

Kai memeluk Yurin dengan sangat erat sampai-sampai gadis itu susah untuk bernafas. Sedangkan Yurin hanya diam menunggu Kai melepaskan ikatannya, kalau boleh jujur ada banyak tanda Tanya dikepala Yurin saat ini.

“Aku… menarik perkataanku”

Lak-laki itu berbicara dengan suara yag serak.

“Aku tak ingin melepasmu Han Yurin”

………………….

Yurin membiarkan Kai masuk ke dalam rumah. Yah bagaimana-pun Yurin tak berniat untuk sakit. Yurin memberikan handuk untuk Kai. Laki-laki itu semenjak masuk ke dalam rumah, ia hanya diam dan duduk. Yurin bahkan heran dengan keadaan Kai.

“Apa kau punya masalah?” Tanya Yurin yang berusaha membuka pembicaraan. Namun Kai hanya tetap diam. Yah meskipun kata-kata terakhir Kai masih berputar-putar di kepala Yurin.

“Hei”

Yurin kemudian menyentuh kepala Kai yang masih dibaluti dengan handuk. Mata mereka bertemu sesaat kemudian.

Yurin tersenyum mencoba untuk menetralkan suasana. Ia tau jika Kai seperti ini berarti ada yang tidak beres dan mungkin saja itu mengenai Namjoo.

“Berhenti tersenyum di depanku” Kata-kata Kai membuat Yurin kemudian memanyunkan bibirnya. Meskipun dalam keadaan putus asa sisi arogannya masih saja ia tampakkan.

“Apa kau butuh baju ganti?” Tanya Yurin

Kai hanya diam. Entah mengapa diamnya Kai sangat begitu menjengkelkan untuk Yurin. Karena biasanya dia-lah yang banyak bicara disini. Yurin kemudian mulai melangkah namun belum dua langkah, Kai sudah kembali menarik Yurin dan sukses membuat gadis itu jatuh dalam pangkuan Kai.

Kai memeluk erat Yurin dari belakang. Ia bahkan menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu. Sedangkan Yurin hanya diam dan berusaha untuk menenangkan jantungnya yang berbedup dengan sangat kencang.

“Kai”

“hmm”

“Lepaskan”

Kai hanya menggeleng.

Dengan itu Yurin hanya diam dan menunggu Kai akan melepaskan tautannya.

………………………

Yurin dan Kai kini duduk di depan api unggun, keduanya hanya diam. Setelah berganti baju, tak ada pembicaraan diantara mereka. Oh ayolah sejak kapan Yurin suka dengan keadaan seperti ini?

“Yurin”

Baru saja Yurin ingin membuka pembicaraan Kai sudah memanggilnya dan menatapnya dengan intens. Yurin bahkan tak sadar sejak kapan Kai dan dirinya begitu dekat duduk bersampingan begini.

“Hmm”

Kai membelai lembut wajah Yurin. Oh tuhan perlakuan Kai mala mini benar-benar selalu membuat jantung Yurin sukses memompa dengan susah payah.

Ketika Kai berhenti dari aktifitasnya. Tatapan Kai yang tadinya lembut kini mulai tajam menatap Yurin.

Wae?” Yurin mulai melawan. Entah mengapa tatapan Kai membuatnya takut. Oh ayolah mereka hanya berdua dirumah ini dan taka da jaminan jika Kai tidak akan berbuat yang tidak-tidak pada Yurin.

“Apa hubungan denganmu dengan Dio?”

Yurin mengerutkan dahinya. Ia tak mengerti apa yang dimaksud laki-laki bar ini.

“Aku? Dio? Tak ada apa-apa. Memangnya apa urusanmu”

Yurin mengedarkan pandangannya menuju api unggun. Ia bukannya tak ingin menjawab pertanyaan dari Kai hanya saja pertanyaan seperti itu seharusnya tak perlu dipertanyakan.

“Yurin”

Kai lalu memegang tangan Yurin lalu membuat gadis itu menatapnya dengan bingung. Dari yang Yurin tau, laki-laki ini tidak akan berhenti menganggunya jika tak mendapat apa yang dai cari.

“Aku tak punya hubungan apa-apa dengannya? Toh ini bukan uru-“

“Ini urusanku” Kai memotong pembicaraan Yurin dan tatapan Kai kembali melembu.

“Ini urusanku, karena kau adalah milikku”

Yurin hanya bias diam. Kata ‘miliku’ kembali terdengar dari mulut Kai dan itu sudah menandakan kalau Kai benar-benar tak melepasnya kali ini.

“Apa kau mau coklat panas?” Tanya Yurin, mengalihkan pembicaraan sedangkan Kai hanya diam dan mengangguk. Untuk kali ini, Yurin sangat suka bagaimana Kai begitu penurut sekarang untuknya yah walaupun mungkin hanya untuk malam ini.

Setelah beberapa menit setelah coklat panas mereka jadi. Yurin melihat bagaimana Kai menahan kantuknya. Entah mengapa Kai yang seperti ini membuatnya merasa nyaman.

“Kalau kau mengantuk, kau tidur saja”

Ucap Yurin sambil duduk tepat disamping Kai seraya memberikan coklat panas untuk Kai.

Kai hanya menatap gadisitu tajam. Kai merasa semakin lamakelakuan Yurin padanya semakin berani padahal dulu Yurin-nya sangat penurut.

“Ke…napa menatapku seperti itu?” Tanya Yurin seraya membalasa tatapan Kai dengan tatapan selidik.

“Sejak kapan kau berani menatapku?” Tanya Kai sambil mendekati Yurin dengan jail. Gadis itu hanya bisa mundur sampai akhirnya punggungnya menabrak permukaan sofa.

“Minum cepat coklatmu nanti dingin” perintah Yurin lalu gadis itu mulai berdiri mencoba menjauh dari Kai. Sedangkan lelaki itu hanya bisa menarik ujung bibirnya. Kelakuan gadis ini benar-benar membuat hatinya merasa sejuk.

“Apa yang kau lihat? Ayo kemari dan duduk” perintah Kai dan dengan sigap perempuan itu kemudian duduk dan mulai meminum coklat panasnya.

“Bagaimana? Apakah enak?” Tanya Yurin dengan tatapan selidik setelah melihat Kai meminum coklat panasnya.

Disisi lain Kai sangat suka dengan coklat panas Yurin. Biasanya minuman manis seperti ini tidak akan bisa cocok dengan perutnya Kai tapi coklat ini entah bagaimana gadis itu membuatnya rasanya tidak manis dan tidak juga pahit membuatnya terasa nikmat.

Yurin menunggu jawaban dengan penuh harap namun tidak ada jawaban dari Kai bahkan laki-laki itu hanya diam menatap tajam Yurin.

Jam sudah menunjukkan pukul 10:00 malam membuat Yurin benar-benar mengantuk. Sedangkan Kai sejak tadi sudah terlelap. Mungkin karena hangatnya coklat panas Yurin membuat Kai langsung tidur.

Yurin kemudian memperbaiki tempatnya untuk membaringkan dirinya namun sesaat ia melihat wajah Kai yang sangat lucu sedang tertidur tampak damai dan sangat menggemaskan. Yurin kemudian menyetuh wajah Kai dengan telunjuknya mulai dari dahi sampai ke dagunya.

Ia bohong jika ia tidak merindukan laki-laki yang akhi-akhir ini memenuhi pikiranku, ia belum bisa menafsirkan bagaimana perasaannya tapi ia juga tak bisa katakana jika ia tak tertarik dengan lelaki ini. Jika ia mencintainya? Ia masih ragu karena ia takut cinta yang lama mungkin saja menghantuinya dan takut kejadian yang sama akan terjadi lagi.

“Apa aku se-tampan itu sampai-sampai matamu akan keluar melihat wajahku?”

Suara serak Kai membuat Yurin terpenjat dan membulatkan matanya. Sungguh ini adalah kejadian yang sangat memalukan untuknya.

“Se…jak kapan kau terbangun hah?” Tanya Yurin dengan gelisah. Lelaki itu sudah duduk tepat dihadapan Yurin sekarang.

“Aku belum pernah tidur”

Mata Yurin benar-benar berbulat. Ia bahkan sangat menyadari darahnya berdesir dan wajahnya memerah sekarang. Gadis itu menunduk tak berani mentatap Kai. Ia sangat malu. Sangat-sangat malu.

“Hei, apa kau harus semalu itu?” Tanya Kai dengan jail dan menggoda Yurin. Ia baru tau menggoda gadis itu ternyata semenyenangkan ini.

“Apa yang kau lakukan Kai?” Tanya Yurin sambil semakin menundukkan kepalanya.

Kemudian Kai membawa dagu Yurin dan membuat gadis itu menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.

Kai kemudian menyetil dahi Yurin sebagai hukumannya dan Yurin hanya memanyunkan bibirnya sebagai tanda tak terima karena sentilan Kai.

“Setelah memajang foto-ku dimuka umum, sekarang kau menyentuh wajahku. Kau semakin nakal Han Yurin” ucap Kai.

Yurin hanya diam sambilmengusap dahi-nya yang memerah akibat sentilan Kai.

“Kai”

“Hmm”

“Ba…gaimana keadaan Namjoo?” Tanya Yurin. Pertanyaan yang dari tadi ia simpan akhirnya keluar.

Kai untuk beberapa detik ia terdiam.

“Dia, maksudku Namjoo mulai membaik”

Yurin tersenyum, ia merasa bahagia jika gadis tu mulai berangsur-angsur sehat.

“Syukurlah”

Kai melirik Yurin, “Kau bahagia?” tanyanya dengan raut wajah yang sulit Yurin artikan.

“Tentu” ucapnya. Yurin kemudian memperbaiki posisi duduknya menghadap ke perapian. Kai hanya diam dan memperhatikan setiap gerakan Yurin. Kai enggan untuk berkomentar mengenai Namjoo sekarang karna jika ia membicarakannhal itu dia rasa otaknya akan meledak.

“Yurin” entah mengapa mala mini Kai sangat suka memanggil nama Yurin.

Yurin berbalik dan menatap Kai dan detik kemudian Kai menari Yurin lagi dan mendekap tubuh gadis itu. Mata Yurin berbulat,jantungnya berdetak tak karuan dan darahnya berdesir hebat. Hangat tubuh Kai menyatuh dengan suhu tubuhnya, Kai bahkan menyembunyikan kepalanya di lekuk tubuh Yurin.

“Kau tau aku takut ini hanya sementara karena sebuah tanggung jawab”

Dahi Yurin mengerut tapi yang ia tahu pasti pasti ini mengenai Namjoo. Gadis itu kemudian membawa dirinya untuk membalas pelukan Kai, ia memukul pelan punggung Kai agar laki-laki itu bisa sedikit tenang.

“Kau tau, walaupun kau melepasku kurasa aku sendiri yang tak bisa lepas darimu Kai”

Entah setan apa yang membuat Yurin mengatakan hal yang benar-benar sangat bermakna bagi Kai. Kai mempererat pelukannya disisi itu juga Kai tersenyum.

…………

 

Yurin sedang sibuk memasak, yah baru kali ini dia memasak sarapan lagi. Sebenarnya jika dikatakan memasak mungkin tidak cocok karena gadis itu hanya memanggang roti dan membuat susu panas.

Sebuah pelukan dari belakangnya membuat beberapa saat Yurin kaget namun setelah itu ia membiasakan diri. Yah gerakan Kai yang selalu tiba-tiba membuat Yurin harus terbiasa dengan semua hal itu.

“Kau sudah seperti istri idaman,kau tau?” ucapnya sambil memeluk erat Yurin.

byuntae” ucap Yurin. Kai hanya tersenyum mendengar Yurin memakinya. Kai masih tak percaya ternyata bersama dengan Yurin adalah hal yang paling ia butuhkan sekarang.

Keduanya menikmati sarapannya, keduanya terkadang tertawa saat Kai membicarakan hal konyol dan tidak jarang keduanya saling menatap tanpa pembicaraan sedikitpun.

Dringggggg

Sebuah deringan telepon membuat keduanya tersentak, dengan gerakan pasti Yurin kemudian mendekat pada telepon rumah.

yeoboseo” ucap Yurin

“Ini Dio, Apa Kai bersamamu?” balas dibalik telepon, Yurin tau dari suaranya ini pasti Dio. Suaranya terdengar buru-buru dan parau.

Yurin lalu melirik Kai yang sedang memperhatikannya

“Ya, ada apa Dio?” tatapan Kai menajam saat mendegar Yurin menyebutkan nama Dio.

Mata Yurin berbulat, badannya bergetar dan air mata nya berhasil turun. Kai yang melihat Hal itu kemudian mendekat dan mengambil alih teleponnya.

“Dio?”

“Kai, Namjoo. Dia sudah pergi untuk selamanya”

Telepon terjatuh dari tangan Kai. Jantungnya berdetak dengan kencang, tubuhnya bergetar dan tak bisa ia pungkiri air mata kini memenuhi pelupul matanya dan jika ia berkedip mata air mata itu akan tumpah.

Tanpa basa basi laki-laki itu mengambil jaket dan kunci mobilnya sedangkan Yurin hanya diam melihat Kai seperti kesetanan. Dengan gerakan pelan Yurin menahan pergelangan tangan Kai membuat laki-laki itu menatap Yurin dengan tatapan kosongnya.

Yurin membawa laki-laki itu dalam pelukannya, ia tak tau harus berbuat apa dalam keadaan seperti ini, ia pernah merasakan kehilangan seseorang yang ia cintai dan perlakuan yang cocok dalam keadaan seperti hanyalah menengkan dan memeluk laki-laki itu.

“Jangan pernah salahkan dirimu Kai atas apa yang terjadi” ucap Yurin membisik

Kai kemudian membalas pelukan Yurin dengan sangat erat dan menangis. Kerapuhan Kai benar-benar terlihat, tangisnya pecah sesaat setelah Yurin membisiknya.

……………..

 

Hujan menemani kepergian Namjoo sore itu. Tidak banyak yang datang hanya beberapa dari keluarga serta kerabat dan juga teman-teman Namjoo. Kai yang menggunakan setelan berwarnah hitam dengan kacamata hitam mengepalkan tangannya saat melihat pemakaman Namjoo. Ayah dari Namjoo masih tak kuasa menahan tangisnya, beliau ditemani oleh Dio disampingnya mencoba untuk menengkannya.

Yurin bersama Seung Yun hanya bisa menatap pasrah. Tatapan Yurin terus jatuh pada Kai yang tampak sedang gusar sore itu.

Setelah semua orang pergi, Kai masih setia disana. Menatap nisan. Ia tak tau mengapa gadis dengan penuh kecerahan itu harus menderita seperti ini dan yang paling membuatnya menyesal adalah ia taka da disana. Ia Namjoo harus pergi untuk selamanya tanpa ada Kai disampingnya.

Air mata Kai pecah saat jemarinya mulai memegang nisan Namjoo.

“Jongin-Ah” sebuah suara mengagetkan Kai dan tampak Tn. Kim sedang menatapnya dengan penuh kesedihan. Tn Kim hanya bisa memeluk Kai.

“Sekarang Dia tidak akan menderita lagi” ucapnya. Sedangkan Kai hanya menatap kosong Tn Kim.

“Namjoo menitipkan ini sebelum ia pergi” Tn. Kim menyodorkan sebuah surat yang dibalut dengan amplop berwarnah Pink .

“Jangan salahkan dirimu nak, ini sudah takdir Namjoo” ungkapnya lalu berlalu meninggalkan Kai.

Kai menatap lekat surat itu. Tangannya masih bergetar, semua orang mengatakan ini bukan salahnya tapi semakin ia menyangkal semakin ia yakin ini adalah salahnya. Ia lebih memilih Namjoo pergi ke luar negeri daripada harus pergi untuk selamanya seperti ini.

mianhe Namjoo-ah” ucap Kai dengan suara serak.

“Kai” sebuah suara membuat Kai membalik dan mendapati Yurin kini menatapnya.

“Apa kau akan terus disini?” tanyanya. Kai masih terdiam. Yurin yang melihat itu kemudian melangka mendekat ke arah Kai lalu duduk menjongkok tepat disamping Kai.

Tatapan Kai menatap lekat Yurin. Ia seakan-akan bertanya pada Yurin apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia tak bisa berpikir dengan jernih.

Yurin hanya bisa menunggu Kai bicara namun tidak ada jawaban dari Kai hanya tatapan lekatnya tertuju pada sebuah secarikkertas yang Yurin tau adalah surat dari Namjoo.

“Ayo pergi” tiba-tiba Kai menarik Yurin dan kemudian pergi. Bisa Yurin rasakan tangan Kai bergetar dingin. Laki-laki itu masih tak bisa menghilangkan rasa bersalahnya dari Namjoo.

Keduanya kemudian masuk dalam sebuah mobil. Tak ada pembicaraan sampai Yurin sadar kalau Kai membawanya ke apartemennya. Yah mungkin Kai sedang ingin sendiri dan ia bahkan bingung mengapa laki-laki itu membawanya.

Yurin menatap bingung dan laki-laki itu hanya menatapnya sebentar dan turun dari mobil.

“Kai, kurasa kau butuh waktu sendiri jadi aku akan pulang” ucapnya namun segerah Kai menatapnya tajam lalu menariknya jalan beriringan bersamanya. Kai menggenggam tangan Yurin dengan sangat erat.

“Aku butuh kau disini” ucapnya membuat Yurin hanya mengangguk.

Bau khas maskulin Kai memenuhi indra penciumannya saat Yurin memasuki apartemen itu. Suasana apartemen yang gelap dengan nuansa cat abu-abu yang mendominasi membuat suasana semakin cocok untuk kesedihan Kai.

Kai kemudian duduk disebuah sofa dan menarik Yurin juga duduk tepat disampingnya.

“Aku takut membukanya, makanya aku memerlukanmu” seraya memberikan surat itu kapada Yurin

Yurin hanya tersenyum dan mulai membuka surat itu.

“Mau aku bacakan?”Tanya Yurin

Kai mengangguk lalu kemudian Kai mulai menjatuhkan kepalanya ke paha Yurin lalu mulai membaringnya tubuhnya di sofa. Tangannya lalu meraih tangan Yurin menggenggamnya dengan erat.

“Kai”

“hmm”

“Kau baik-baik saja?”

“Selama kau disini aku akan baik-baik saja”

Yurin menatap khawatir Kai. laki-laki itu mulai memejamkan matanya mencoba mencerna semua yang akan dituliskan oleh Namjoo.

Dear Kai

Jika kau membaca surat ini, aku pasti sudah tak ada lagi di dunia ini. Banyak yang ingin aku katakan padamu Kai saking banyaknya aku tak tau harus mulai dari mana. Oh iya mungkin pertama aku harus minta maaf dulu padamu. Maafkan aku Kai, maaf telah membuat luka dihatimu dua tahun yang lalu, aku benar-benar menyesal kau tau. Aku sebenarnya berpikir keras untuk hal itu maksudku pergi dan tidak bilang padamu, aku bahkan harus meminta pendapat Dio mengenal hal itu. Sungguh dalam pikiranku aku tak ingin kau khawatir makadari itu aku tak bilang pada mu Kai tapi kalau kutau akhirnya akan jadi begini kau tau, aku sangat menyesal. Tidak sampai disitu aku juga minta maaf membuatmu dan Dio menjadi bertanggung jawab atas aku, aku sangat menyukai mu Kai, ah tidak yang benar aku sangat mencintaimu dan cintaku membutakanku tak melihat kalau Dio ternyata menyukaiku juga. Aku sungguh tak merasa enak dengannya.

Satu hal yang paling kau tau Kai aku selalu mencintaimu dan apa yang terjadi denganku itu bukan salahmu atau salah Dio. Ini adalah takdirku dan bukan salah siapa-siapa. Oh iya Kai, aku menyukai Yurin. Yah kurasa aku tau mengapa kau menyukainya. Aku tau selama kau menjaga ku pikiranmu pasti memikirkan Yurin.

Yurin pelan-pelan membacanya, surat ini membuatnya gugup

Yurin adalah gadis yang baik menurutku jadi aku akan sangat bahagia jika kau bersama dengannya. Tolong sampaikan maafku padanya karena sudah mengambil banyak waktumu bersamaku. Aku tau sejak aku datang hubunganmu dengan Yurin menjadi sangat rumit bukan? Aku sunggu menyesal. Setelah Dio mengatakan kau dengan Yurin aku sedikit menyesal telah meninggalkan mu dulu tapi yang namanya penyesalan akan selalu datang dibelakang kisah

Aku mencintaimu Kai, jadi tolong berbahagialah dan terima kasih telah menjadi bagian dari hidupku.

 

Kim Namjoo

 

Yurin menarik nafasnya panjang. Ia tak tau kalau Namjoo akan membicarakannya seperti ini disurat. Ia bahkan belum mendapat pengakuan kalau Kai menyukainya tapi Namjoo sudah mengatakannya ini membuatnya gugup.

“Apa sudah selesai?” Tanya Kai masih dengan mata yang tertutup. Namun Yurin bisa melihat setetes air mata Kai berhasil jatuh.

“hm”

Tak ada balasan lagi dari Kai. beberapa menit keheningan menemani mereka. Tangan Yurin masih dipegang erat oleh Kai sedangkan yang satunya mulai Yurin bawa mengelus rambut hitam Kai.

Bolehka sekarang Yurin mengakuinya. Dipikiran Yurin hanya tentang Kai dan ia merasa apa yang Kai lakukan padanya selama ini berhasil membuatnya jatuh lagi. Walaupun masih ada rasa takut setelah kejadian dengan JB tapi ia merasa tak ingin menutup hatinya lagi jika itu adalah Kai.

Yurin memandang Kai dengan lekat yang sedang tertidur kemudian ia menundukkan badannya dan mencium kening Kai lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Kai mencoba membisikkan sesuatu.

“Kurasa aku menyukaimu Kai” bisiknya.

 

TBC

Hai Nearby!!!! semangat Puasanya? mudah-mudahan masih semangat yah :). Kainear mau minta maaf banget yah, soalnya baru upload setelah Beberapa bulan. mungkin beberapa dari kalian sudah lupa dengan Loveliness ini tapi aku harap kalian gak lupa. walaupun kalian lupa tapi bisa baca ulang kok oke hahaha. maafkan Kainear yahhh :)..

pentengin terus yah soalnya Loveliness sudah penguhujung Chapter jadi bakalan diupload cepat. mungkin bulan puasa ini Loveliness bakalan selesai. oke thanks for your attention my Nearby 🙂

Advertisements

7 responses to “LOVELINESS (Chapter 13) – The Truth

  1. astaga senengnya ya ampun disaat semua author keren pemilik cerita favorit gue pada ngilang entah kemana dan sekarang couple kai-yurin kembali
    heummm dilanjut sampai ending ya
    yurin aja udah ngakuin perasaannya pada kai
    udah berapa tahun coba ff ini berjalan jangan sampai gantung ya kainear
    SEMANGAT

  2. Mungkin perasaan it udh nyesek juga d hati Yurin, jd dia ungkapkn juga. Btw, sdh ngelhat Namjoo udh ngg ada. Tp it sdh yg terbaik buat dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s