“Vulpecula” #6 by Arni Kyo

Vulpecula 3

Vulpecula #6

Author : Arni Kyo

Main cast : Luhan | Park Yeonsung (OC) | Ha Minho (ex.P101 S.2)

Support Cast : Wu Kimi | Rin Yamazaki | Park Chanyeol | Kim Minseok | Do Kyungsoo | HSR | Others

Genre  : Romance, School Life, Fantasy

Length : Multi Chapter

Chapter 0, 1, 2, 3, 4, 5,

 

~oOo~

 

Shin Yonho baru kembali dari Gyeongju, ia cuti tiga hari karena istrinya melahirkan. Dan segera disuruh kembali ke rumah besar tuan Park Jungsoo. Akan ada pesta perayaan dirumah itu. Sebagai kepala pelayan dirumah besar, Shin Yonho terpaksa kembali padahal ia masih ingin bersama istri dan putri nya yang baru lahir.

Bahkan putrinya belum ia beri nama setelah tiga hari lahir.

“Tuan”. Sapanya ketika memasuki kamar Park Jungsoo. Pria dengan setelan jas dan kemeja yang selaras itu menoleh pada pelayannya.

“Yonho’ah, kau sudah kembali rupanya”. Ujar Jungsoo dengan ramah. Yonho adalah pelayan kepercayaannya sejak dulu.

“ya, tuan. Aku segera kembali ketika anda memintaku kembali”. Ucap Yonho sambil tersenyum simpul.

Jungsoo mendekati Yonho, menepuk pundak pria itu lalu mengajaknya pergi ke kamar sebelah. “istri ku sudah kembali dari Jepang. Dan ia membawa tuan putrid kami”. Ucap Jungsoo lalu membuka pintu kamar.

Yonho membelalak. Hatinya berkecamuk mengetahui Jungsoo memiliki seorang putri kini. sejak istri pertamanya meninggal dan ia menikah lagi dengan seorang gadis berdarah campuran Korea-Jepang. Jungsoo memang menginginkan seorang putri untuk menemani pangeran mereka, Park Chanyeol.

“Yonho’ah, apa kau bisa melindungi putri kami? Mungkin dengan doa atau jimat?”. Tanya Jungsoo.

“apakah itu perlu, oppa?”. Tanya istrinya yang sedang menggendong putri mereka.

Yonho menatap wajah bayi perempuan itu. Sangat cantik. Ia jadi teringat akan putrinya di Gyeongju yang bahkan belum memiliki nama.

“tentu saja perlu. Chanyeol pun mendapat jimat saat ia kecil”. Ujar Jungsoo.

“tuan, kalau aku boleh tahu, siapa nama putri anda?”. Tanya Yonho.

“Park Yeonsung. ia lahir dua minggu yang lalu”.

Yonho mengerti. Ia pun mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak berbentuk persegi enam. Kotak itu berisi tinta khusus berwarna merah pekat, hampir hitam. Lalu Yonho mengambil kuas kecil dari atas meja rias.

“aku akan memberikannya sebuah tanda dileher”. Ujar Yonho. Tak ada yang menghalanginya untuk melakukan hal itu karena mereka percaya Yonho tak akan melakukan hal buruk. Yonho mulai mengoleskan kuas pada leher kiri bayi kecil itu. Sebuah tanda yang hanya ia dan dukun tertentu yang mengerti artinya.

“apa maksud dari tanda ini?”. Tanya ibu Yeonsung yang penasaran.

“keselamatan dan umur yang panjang”. Jawab Yonho seraya tersenyum.

Senang. Kedua orang tua bayi Yeonsung senang karena putri mereka diberkahi sebuah doa yang luar biasa. Malam itu mereka merayakan kedatangan Yeonsung. meski bukan perhelatan yang besar.

Ditengah pesta yang berlangsung. Yonho menelpon istrinya. Memberitahu agar ia segera membuat tanda lahir dileher sebelah kanan putri mereka. Contoh gambar tanda itu ada didalam peti penyimpanan milik suaminya.

Dan mulai malam itu juga, nama putri mereka adalah Park Yeonsung.

Kartu yang Minho ambil adalah…

King Sekop

Yeonsung menatap tajam Minho yang tersenyum mengejeknya. Kartu yang Yeonsung pegang ia lemparkan, seperti dengan efek slowmotion kala semua temannya menanti kartu yang akan ia jatuhkan.

As Hati

kkeut”. Desis Yeonsung.

Rin tersenyum dalam diamnya. Ia senang – tentu saja – akhirnya Yeonsung sendiri yang mengakhiri hubungan Minho dengannya. Saat Yeonsung hendak beranjak pergi, Minho menahannya. Yeonsung menggeliatkan tangannya agar terlepas dari cengkraman Minho.

“lepaskan!”.

“aku baru akan mencintaimu, Yeon’ah”. Ujar Minho.

“ya ~ kau ini brengsek sekali”. Kimi sudah tak tahan. Mulutnya bergerak sendiri saking geramnya melihat prilaku Minho. “bagaimana bisa kau berkata seperti itu didepan pacarmu yang lain!? Cih… menjijikan”. Tambah Kimi lagi.

“diam kau!”. Bentak Minho.

“kupikir Kimi tidak berkata salah hingga kau harus membentaknya seperti itu”. Bela Jaemin.

Minho tersenyum kecut. Matanya berkedip beberapa kali. Tak percaya jika semua orang saat ini sedang memojokannya. Bahkan Hongwon terlihat tak berani angkat bicara.

“bukankah aku – pernah memberikan segalanya untukmu? Lalu kau mengkhianati ku. Lalu mengkhianati aku lagi. Dan mengkhianati ku lagi. Dan lagi”. Ujar Yeonsung dengan suara bergetar.

Untuk pertama kalinya Minho melihat ekspresi Yeonsung yang seperti ini. gadis itu benar-benar penuh dengan kemarahan dan kebencian. Tampak sangat jelas pada sorot matanya.

“aku tidak akan melakukan itu lagi, Yeon’ah”.

“kau terlalu meremehkanku selama ini, Minho’ya”.

“sialan. Bukankah ini terlalu kejam, Minho’ya? bagaimana kau bisa mengejar Yeonsung setelah memutuskannya lalu mencampakan aku? Yeonsung sudah tidak mencintaimu, lalu biarkan saja! Bukankah itu yang kau inginkan?”. Oceh Rin kesal.

Minho menoleh pada Rin. “Rin –“.

“dan kau –“. Yeonsung beralih menatap Rin dengan tajam. “aku lebih baik menjadi jalang yang berkelas daripada harus menjadi munafik yang penjilat. Kau itu menjijikan sekali”.

“ya!”. Rin bergerak dengan cepat hendak menyerang Yeonsung.

Tapi…

Siapa sangka jika Minho akan mengjadikan dirinya tameng yang melindungi Yeonsung. tangan Rin bergerak terlalu cepat hingga ia tak bisa menghentikannya lagi. Tak bisa menghentikan saat sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Minho.

Tamparan yang tadinya ia tujukan pada Yeonsung malah terkena Minho.

“Minho’ya, aku – aku tidak sengaja”. Ujar Rin ketakutan.

Minho mengucap pipi nya sendiri. Ia tak mengatakan apapun. Sebelum Minho tersulut emosi, Hongwon segera menarik Rin untuk pergi dari sana. Gadis itu terus bicara sambil memberontak tak ingin pergi.

“satu hal lagi Rin’ah, menjauhlah dari oppa ku. Jika tidak, maka aku yang akan menjauhkanmu darinya”. Ujar Yeonsung dengan suara yang sedikit lantang.

“mengaku saja siapa yang memberitahu soal kejadian waktu itu pada Yeonsung?”. Tanya Minho, mengintimidasi teman-temannya.

Setelah Rin diantar pulang oleh Hongwon, lalu Kimi juga terusir karena keributan yang tak terduga. Lalu Yeonsung pulang dijemput Chanyeol.

Keempat pria yang dihakimi hanya saling menatap tanpa berkata apapun.

“Hongwon’ah, kau yang paling dekat dengannya. Pasti kau yang melakukannya”. Terka Minho.

“enak saja. Jangan menuduhku sembarangan, ku lempar kau keluar jendela!”. Jawab Hongwon dengan sewot nya. Merasa tak bersalah, ia segera membela diri. Jika melihat mimic wajah Hongwon, ingin sekali Minho menonjokinya.

Minho berdecak. Jika sudah begitu, Hongwon tidak mungkin berbohong. Bukan dia pelakunya. “Jaemin’ah, kau?”.

“aku bahkan tidak terlalu peduli kau ingin pacaran dengan siapa”. Jawab Jaemin dengan santai. Karena Jaemin dekat dengan Kimi, jadi gadis itu selalu mengatakan padanya agar tidak terlalu mengurusi orang lain apalagi orang seperti Minho.

“lalu siapa? Sunwoo? Kau pernah sekelas dengannya saat kelas 1”. Ujar Minho lagi.

“tidak ada untungnya bagiku, sungguh!”.

Mata Minho menyipit. Menatap intens pada terduga tersangka yang terakhir. Lee Dongmin. Pria bertubuh tambun itu tampak sedikit panic. Semua temannya telah menjawab tanpa gugup dan ragu sedikitpun.

“Dongmin’ah?”.

“Minho’ya, kupikir ini saatnya untuk Yeonsung tahu”. Ujar Dongmin.

“ya! keparat kau!”. Minho segera berdiri dari duduknya. Suasana yang tadi cukup tenang dan intensif, kembali gaduh. Hongwon dan Sunwoo menahan Minho agar tidak mengamuk pada Dongmin.

Sedangkan Dongmin bersembunyi dibalik shofa.

“Minho’ya ~ aku kasihan kepadanya”. Ujar Dongmin dengan suara bergetar.

“kemari kau!”. Minho terus mengamuk sambil mengejar Dongming. Berlarian mengitari shofa.

“jika aku tidak melakukan itu, kau mungkin tidak akan sadar seberapa kau menyayanginya kan? Yeonsung berbeda sekarang, dan kau menyukainya”. Ujar Dongmin lagi, ia mulai kelelahan karena dikejar Minho.

“Dongmin benar, akui sajalah, Minho’ya”. timbal Jaemin. Sejak tadi ia tak melakukan apapun dan hanya menonton teman-temannya berlarian mengitari shofa.

“tapi sekarang aku malah kehilangan dia!”. Teriak Minho, frustasi.

Karena sudah lelah, akhirnya mereka berhenti berlarian. Mengambil napas sejenak. “itu semua agar kau tahu – tahu bagaimana rasanya kehilangan”. Ujar Dongmin.

Pria itu menghempaskan tubuh besarnya diatas shofa. Seperti ikan yang kehabisan air, ia segera menenggak sekaleng minuman ringan.

“dulu kau menganggapnya gadis psiko. Kau hanya tidak tahu seberapa ia mencintamu dan tak ingin kehilanganmu. Tapi Yeonsung tidak bisa menunjukkan perasaannya secara sederhana, jadi terkesan berlebihan”. Oceh Dongmin lagi.

Minho terenyuh. Benarkah seperti itu?

Ia membuka kembali ingatannya.

Orang pertama yang mengucapkan selamat saat ia berulang tahun. Orang yang paling panic jika ia sakit. Orang yang akan mengoceh jika ia telat makan. Orang yang menyerahkan keperawanannya. Orang yang telah rela memberikan segalanya.

Adalah gadis yang ia sebut psiko. Park Yeonsung.

“kau saja yang terus-terusan mempermainkannya. Kau pikir aku akan diam saja? Sebagai seorang teman, aku tidak bisa membiarkanmu membohonginya”. Ujar Dongmin lagi.

Mengambil gambar bersama. Pergi makan bersama. Menghabiskan waktu weekend bersama. Pergi piknik bersama. Menonton film bersama.

Hal yang ingin sekali Chanyeol lakukan bersama adiknya, Yeonsung.

Kepribadian Yeonsung yang dulu, tidak memungkinkan baginya untuk bisa melakukan itu semua. Boro-boro untuk hal seperti itu. Untuk sekedar memanggilnya ‘oppa’ saja, gadis itu enggan.

Tapi sekarang berbeda.

Tadi Yeonsung meminta untuk dijemput. Dengan segera Chanyeol melesat ke lokasi untuk menjemput adiknya. Lalu Yeonsung mengajak Chanyeol untuk makan tteokbokki di Hongdae.

oppa, aku tidak menemukan satupun poto mu maupun poto kita bersama diponselku. Bisakah kita berpoto bersama?”. Pinta Yeonsung sembari menunggu tteokbokki mereka siap.

“ah! Ayo, ayo!”. Chanyeol merespon dengan cepat. Ia segera berpindah duduk ke sebelah Yeonsung. langsung memasang pose.

Yeonsung senang karena Chanyeol tidak menolak permintaannya. Ia juga menyimpulkan kenapa tak ada satupun poto bersama kakaknya diponsel, pasti karena Yeonsung sendiri. Mereka mengambil cukup banyak poto. Bahkan Yeonsung sampai mengunggahnya ke media sosial.

‘Hari kakak-adik’

Ia menulisnya seperti itu.

oppa, aku minta maaf. Mungkin dulu kita tidak mendapat hubungan yang baik sebagai saudara. Tapi aku tidak akan begitu lagi”. Ujar Yeonsung.

Chanyeol tersenyum. “tidak apa-apa. Dulu mungkin aku juga bersalah. Tahu kau tidak suka diganggu, tapi aku terus mengganggumu”. Balas Chanyeol.

Karena sang ayah selalu membuat dirinya seperti seorang putri, membuat Yeonsung merasa jika dia benar-benar putri Raja. Jadi jika Chanyeol mengajaknya bermain, gadis itu enggan.

“lalu aku ingin mengatakan jika aku sudah putus dengan Minho”.

Uhuk.

Chanyeol tersedak. Buru-buru Yeonsung memberikan segelas air putih pada Chanyeol. Pria itu menelan makanannya dengan susah payah. Wajahnya sampai memerah.

“k-kau serius?”. Tanya Chanyeol tak percaya. Yeonsung mengangguk pasti. “bagaimana bisa? Kau memutuskannya?”.

“kenapa tidak bisa? Tentu saja aku yang memutuskannya”.

daebak”.

Yeonsung tersenyum bangga. Lalu ia terpikir soal Rin. Chanyeol adalah pria yang baik, Yeonsung tak ingin orang seperti Chanyeol dikhianati lebih lama lagi. Tapi bagaimana caranya agar Chanyeol putus dari Rin?

“bagaimana hubunganmu dan Rin?”.

“baik-baik saja. Tumben sekali kau bertanya”. Jawab Chanyeol. Baru saja Yeonsung akan membuka mulutnya untuk berkata, Chanyeol memotong. “hubungan kami tak akan berakhir seperti kalian”. Tambah Chanyeol.

Tidak!

Tidak boleh seperti itu Chan oppa!

Pekik Yeonsung dalam hati. Ia tak bisa berkata apapun saat ini. percuma saja. Yang harus ia lakukan adalah tindakan nyata dengan membuktikan pengkhianatan Rin pada kakaknya. Agar tak terlihat seperti omongan yang tak berdasar.

Pagi hari, Yeonsung sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Semalam ia membuat janji dengan Luhan untuk naik bus bersama. Jadi Yeonsung akan pergi ke halte dengan jalan kaki.

oppa, aku berangkat duluan”. Pamit Yeonsung pada kakaknya.

“ya ~ ya ~ kau pergi dengan siapa?”. Cegah Chanyeol.

Yeonsung memutar matanya dengan bibir mengerucut. Memikirkan nama siapa yang akan ia sebutkan. “seseorang”.

“ey, kau sudah mendapat pengganti Minho, ya?”. terka Chanyeol. Membuat pipi Yeonsung merona merah. “benarkah? Siapa? Kenalkan padaku”. Desak Chanyeol.

“nanti saja. Pokoknya aku harus bergegas sekarang”. Yeonsung berdiri dari kursinya. Memakai tas nya lalu beranjak pergi. “sampai jumpa nanti, oppa”. Ujarnya sambil melambai.

“hati-hati dijalan”.

Yeonsung hanya mengangkat tangannya membentuk ‘OK’ dengan jarinya tanpa menoleh. Ia terburu-buru. Harus segera ke halte bus sebelum bus yang Luhan naiki lewat. Gadis itu melangkah terpincang. Tersenyum pada semua pelayan rumah yang ia temui diluar. Setibanya di depan gerbang, penjaga membukakan pintu gerbang untuknya.

Grebb

Seseorang menahan tangan Yeonsung ketika gadis itu baru saja keluar dari gerbang.

“Yeon’ah”.

“kau –“. Yeonsung merengut. “apa yang kau lakukan disini? Lepaskan tanganku. Sakit”.

Minho melepaskan tangan Yeonsung dari genggamannya. Sengaja menunggu gadis itu didepan rumah sampai ia keluar. Beruntung Yeonsung tidak diantar Chanyeol hari ini. “beri aku kesempatan sekali lagi”.

“tidak”.

“kenapa? Semua orang yang bersalah berhak mendapat kesempatan lain, bukan?”.

“kau pikir sudah berapa kali aku memberikanmu kesempatan? Sekarang tidak ada lagi kesempatan untukmu”.

Minho menghela napas. Tak percaya jika Yeonsung bisa berkata seperti itu padanya. Tanpa menunggu jawaban dari Minho. Yeonsung kembali melangkah. Sesekali ia menoleh, takut Minho menyusulnya.

“kenapa sih dia itu?”. Umpat Yeonsung dalam perjalanannya.

Pagi-pagi sudah dibuat badmood dengan kehadiran Minho. Yeonsung berharap mood nya bisa naik lagi saat bertemu dengan Luhan. Baginya, Luhan bukan sekedar pria yang ia sukai, tetapi juga tempatnya untuk berbagi cerita.

Disamping Luhan tahu identitasnya yang sebenarnya. Pria itu juga baik dan bertanggung jawab.

Dikelas.

Yeonsung sudah duduk dikursinya dengan nyaman ketika Rin masuk ke kelas. Keduanya saling menatap, sebelum Rin mengalihkan pandangannya dan kembali berjalan masuk. Yeonsung terus melihat gadis itu hingga ia tiba ditempat duduknya.

“Park Yeon”. Panggil Kimi. Gadis itu masuk sambil mengipaskan selembar kertas ke wajahnya. Musim panas di bulan Agustus, saat mereka tak memakai almamater lagi. Seragam ini terlihat semakin seksi.

“oh? Wae?”. Sahut Yeonsung.

Kimi duduk di sebelahnya. “kau ingin ikut piknik tidak?”. Tanya Kimi.

“apa itu program sekolah?”. Yeonsung balik bertanya karena ketidaktahuannya.

“bukan, sih. Mau ikut tidak”.

Yeonsung berpikir sejenak. Acara piknik biasanya akan dilaksanakan saat bulan Agustus, liburan musim panas. Dan dia belum ada acara apapun, jadi… “baiklah, aku ikut”. Jawab Yeonsung akhirnya.

“baiklah, aku harus mencatat namamu agar bisa langsung ku kembalikan ke panitia”. Ujar Kimi sambil menuliskan nama Yeonsung pada selembar kertas yang tadi ia pakai sebagai kipas.

“uh, kapan kita akan pergi?”.

“dua hari lagi. Saat liburan musim panas dimulai”.

Yeonsung tersenyum kuda. Kimi hanya belum tahu jika Yeonsung sudah memiliki lelaki lain yang ia sukai. “tolong tulis nama Luhan juga, ya?”. pinta Yeonsung.

Kimi mengangkat kepalanya dengan wajah terkejut. Luhan? “kau – ya! kau tidak bercanda kan?”.

“tulis saja. Aku ingin mengajaknya juga”.

“eishh…”.

Kimi mengerjitkan hidungnya tetapi jarinya bergerak menulis nama Luhan dibawah nama Yeonsung. dengan begitu jumlah peserta yang akan ikut dalam acara piknik tahun ini ada 20 orang.

Yeonsung  keluar kelas karena namanya dipanggil untuk menemui guru bimbingan konseling. Terkait kejadian pengeroyokan yang ia alami waktu itu. Luhan telah melaporkan kejadian tersebut.

Hal tersulit lain menurut Yeonsung adalah menghindari Ha Minho.

Astaga!

Pria itu benar-benar sudah tidak waras! Dia mencampakan Rin. Ya, benar-benar memutuskan gadis itu demi bisa bersama Yeonsung lagi. Tetapi sayang sekali. Tak ada kesempatan untuknya.

“Yeon’ah, tunggu”. Panggil Minho.

Tak menggubris suara tersebut, Yeonsung terus melangkah tertatih. Langkahnya kalah oleh langkah besar Minho.

“Bisakah kau tidak menggangguku? Muak sekali melihatmu terus”. Ujar Yeonsung.

“aku akan terus berjuang agar kau kembali padaku”.

Yeonsung menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya dan menatap Minho dengan sinis. “untuk apa? Untuk kau permainkan lagi?”.

“kali ini aku serius”.

“Yeon’ah”.

Suara tersebut membuat Minho dan Yeonsung menoleh bersamaan. Luhan berjalan kearah mereka. Ia tersenyum pada Yeonsung, lalu mengernyitkan hidungnya kala melihat Minho.

“Lee saem sudah menunggumu, ayo pergi”. Ujar Luhan. Tak lupa ia mengamit tangan Yeonsung. digenggamnya dengan erat.

Sengaja.

Pamer didepan Minho, agar pria itu tahu rasa!

Minho hendak mengehentikan Luhan. Tetapi pria Tiongkok itu berbalik duluan. “bicaranya nanti saja. Kami sudah ditunggu”. Ujar Luhan seolah tahu jika Minho tak akan membiarkan Yeonsung pergi begitu saja.

Permasalahan selesai setelah bertemu langsung dengan Guru Lee dan beberapa tersangka dalam aksi pengeroyokan.

Luhan dan Yeonsung kembali ke kelas mereka. Keduanya berjalan pelan menyusuri koridor. Tak ada yang memulai pembicaraan, hanya suara langkah kaki yang menggema menjadi teman perjalanan mereka.

“um… Yeon’ah”.

ne?”.

Yeonsung menjawab dengan bersemangat. Sejak tadi ia menanti Luhan untuk memulai percakapan. Akhirnya pria itu bicara duluan.

“soal perasaanku padamu, aku sudah menceritanya pada baba…”. Ujar Luhan. Yeonsung menatapnya was-was. Ayahnya, ya? ah, pria tua itu sedikit aneh menurut Yeonsung. “baba mengijinkan jika kita menjalin hubungan”.

“oh, begitu”. Yeonsung tersipu. Ia menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

“jadi… jika aku memintamu jadi pacarku, apa kau akan menerimanya?”.

Hening.

Yeonsung tampak sedang berpikir. Sementara Luhan jadi panic sendiri. Memang ini bukan pertama kalinya ia menyatakan perasaan pada seorang gadis. Tapi gadis macam Yeonsung ini berbeda.

Ia dan tubuhnya adalah beda.

“memangnya kau menyukai siapa?”. Yeonsung menatap Luhan penasaran. “aku yang hanya roh pengisi tubuh ini. atau tubuh yang ku tumpangi ini?”. Tanya Yeonsung.

“kau”. Jawab Luhan.

Langkah Yeonsung terhenti. Kali ini Luhan menatapnya dengan serius. Yeonsung tak bisa menemukan kebohongan dimata Luhan. “kau. Siapapun itu – aku menyukaimu. Jangan menganggap dirimu dan tubuh ini berbeda lagi. Karena kau adalah dia untuk seterusnya”.

“Lu –“.

Rasanya Yeonsung ingin menangis. Luhan lagi-lagi memberinya kekuatan dan semangat untuk terus menjalani hidup sebagai Yeonsung yang baru.

“jadi, apa jawabanmu? Ya atau tidak”.

“bodoh!”. Yeonsung meninju dada Luhan. Pria itu meringis pelan. Meski kepalan tangannya kecil dan tidak begitu bertenaga. “mana mungkin aku menolak, bodoh”.

Senyuman Luhan mengembang. Tanpa pikir panjang ia memeluk tubuh Yeonsung. untungnya saat ini mereka berada dikoridor sepi, dimana kiri dan kanan merupakan laboraturium. “aku tidak pernah membayangkan akan berpacaran dengan gadis pembully”.

“sialan. Jangan sebut aku begitu”. Umpat Yeonsung.

“baiklah, baiklah. Maaf”.

Yeonsung mengangkat kepalanya. Matanya mengerling. Kerlingan yang membuat Minho jatuh hati. Karena gadis itu tidak hanya satu atau dua kali melakukan itu padanya, lama-lama ia terpesona sendiri.

“Lu, aku mengikutsertakan mu untuk piknik. Kau akan pergi bersamaku, kan?”.

“aku tidak bisa pergi, Yeon’ah”. Tolak Luhan saat Yeonsung mengatakan jika ia mendaftarkannya dalam acara piknik.

Yeonsung langsung memanyunkan bibirnya, dengan tangan yang dilipat dibawah dada. Tak mengerti mengapa Luhan menolak untuk pergi piknik bersamanya. “tapi mengapa?”.

“aku harus bekerja”. Jawab Luhan.

“acaranya Cuma 3 hari. Memangnya kau akan dipecat jika pergi selama 3 hari saja?”.

Luhan menghela napas pelan. Baru saja beberapa jam yang lalu mereka resmi berpacaran, sekarang sudah bertengkar karena masalah sepele. “sepertinya akan terjadi, makanya aku tidak bisa”.

“tapi aku sudah menuliskan namamu. Memangnya kau rela jika aku pergi dengan Minho saja?”.

Luhan diam.

Kenapa juga Yeonsung harus menjadi Minho sebagai alasan. Luhan merasa sedikit marah.

“aku tetap tidak akan pergi”. Ucap Luhan.

Yeonsung menoleh. Menganga. Luhan mengatakan hal yang tidak ia harapkan sama sekali. Bagaimana bisa Luhan membiarkannya pergi piknik bersama Minho? Menyebalkan sekali. Yeonsung beranjak dari duduknya.

“Yeon’ah”.

“hari minggu pukul 10 pagi di sekolah. Jangan tidak datang”. Ujar Yeonsung memberitahu kapan mereka akan pergi piknik.

Luhan hanya bisa mengerang pelan.

Yeonsung benar-benar ingin pergi dengannya.

Hari keberangkatan.

Semua siswa yang mendaftar untuk ikut piknik bersama telah siap dengan barang mereka masing-masing. Berkumpul dilapangan sekolah, menunggu bus yang akan membawa mereka datang.

Acara seperti ini digawangi oleh club pencinta alam.

Tahun ini mereka mengadakan piknik lagi. Tetapi pesertanya terbatas. Anak-anak yang diajak hanya kalangan atas, yang sekiranya bisa mengeluarkan dana sendiri. Karena acara mereka akan memakan banyak dana.

“apa Luhan belum datang juga?”. Tanya Kimi sekali lagi pada Yeonsung.

Gadis yang ditanyai hanya menggeleng lemas. Ia melirik jam tangannya, sudah pukul 10:35 dan Luhan belum muncul juga. Sejak tadi ia menghubungi Luhan juga tidak bisa.

“jika Luhan tidak datang, aku tidak ikut, ya?”.

mwo?! Ya! jangan bercanda”. Pekik Kimi tak percaya Yeonsung akan batal pergi hanya karena Luhan tidak ikut.

Yeonsung mengangguk. “aku tidak bercanda. Aku benar-benar tidak akan pergi jika dia tidak datang”. Jawab Yeonsung.

Bis yang akan membawa mereka pergi sudah tiba. Para siswa memasuki bis secara teratur. Berbeda dengan Yeonsung yang hanya melihat dari tempatnya berdiri. Teman-temannya sudah masuk ke dalam bis.

Sementara itu…

Ditempat Luhan bekerja. Pria itu tengah mengelap kaca coffee shop sambil melamun melihat jalanan. Mungkin dia kejam karena mengabaikan ajakan Yeonsung untuk pergi piknik. Dengan sengaja ia menyimpan ponselnya di dalam loker pegawai.

“ya!”. Lu Hwang memasuki café nya dan langsung meneriaki Luhan.

Pria itu berkacak pinggang, dengan cepat melangkah kearah Luhan dan langsung menjitak kepala Luhan.

baba… kenapa? Sakit ~”. Rengek Luhan sambil mengelus kepalanya.

“apa yang sedang kau lakukan?”.

Luhan mengangkat tangannya, menyodor-nyodorkan kain lap yang ia pakai mengelap kaca tadi. “bekerja, memangnya kenapa?”.

“eish… kau ini benar-benar pria jahat! Bagaimana bisa kau menolak pergi dengan gadis mu? Astaga!”. Oceh Lu Hwang geram. Minseok memberitahunya soal ajakan Yeonsung pada Luhan untuk pergi piknik.

Dan Luhan menolak.

“darimana baba tahu? Tsk! Aku bekerja agar bisa mendapatkan uang, lalu mengajaknya kencan. Sekarang aku tidak punya cukup uang, makanya aku tidak bisa pergi”. Balas Luhan. Ia memasang wajah menyedihkan. “aku tidak bisa membiarkan Yeonsung membiayai uang kencan kami”. Tambahnya lagi.

“bagus sekali alasanmu itu… tapi tetap saja, seharusnya kau tidak disini”. Lu Hwang merogoh sakunya. Mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam dompetnya.

baba…”.

“ini… pakai ini, tapi jangan kira aku memberikannya cuma-cuma. Ini terhitung hutang, mengerti?”.

Luhan menatap uang yang kini berada didalam genggamannya. Terharu. Ia pun tersenyum lebar. Diliriknya jam dinding menunjukkan pukul 10.45

Sial!

Ia terlambat!

Tapi semoga saja masih sempat.

“Yeon’ah, kau yakin tidak akan pergi?”. Tanya Kimi sekali lagi sebelum bis pergi.

Yeonsung melirik gerbang sekolah mereka dibawah sana. Tak ada tanda-tanda kemunculan Luhan. “maaf, aku tidak jadi pergi”. Jawab Yeonsung.

Kimi pun menepuk-nepuk pundak Yeonsung. sedih sebenarnya karena Yeonsung tidak ikut kali ini. Rin juga tidak ikut, dan Kimi memang sengaja tidak mengajaknya karena masalah kemarin itu.

“yasudah kalau begitu, aku berangkat dulu, ya”. Kimi berpamitan.

Bis mulai melaju meninggalkan lapangan sekolah.

Yeonsung yang tinggal hanya bisa menatap sedih kepergian bis tersebut. Padahal ia benar-benar ingin pergi piknik. Saat di Gyeongju, sekolahnya bahkan tak pernah mengadakan hal semacam ini. paling hanya berkunjung ke pertanian disekitar sana.

Kaki nya menendang pasir lapangan. Menimpulkan kepulan kecil debu yang mengotori sepatu kets putih yang ia pakai.

Luhan tidak datang.

Yeonsung marah. Kesal. Ingin mengamuk.

Tapi apalah daya. Ia tak bisa melakukan itu. Percuma saja. Toh tak ada Luhan disini.

Jam sudah menunjukkan pukul 11. Akhirnya Yeonsung menyeret kopernya. Memilih untuk pulang dan berbaring dikamar lebih baik daripada harus berdiri disini seperti orang yang hilang akal. Menunggu Luhan yang benar-benar tak akan datang.

TBC

WARNING!!!

Chapter 7 NC >< okeokeoke, jadi seperti biasa aku bakal protect chapter itu. Dan yeahhh… no short version /evil laugh/ chapter 5 EX juga bakal di posting bersamaan dengan chapter 7 Vulpecula. jadi passwordnya bisa diminta bersamaan ya ^^

Gimana cara dapetin passwordnya? Tanya langsung ke aku via email ^^ di : arniseptiyani@gmail.com

Syarat : comment dichapter sebelumnya (dari chapter 0-6. Nanti kita cek ^^) sebutin uname yang dipake buat comment di chapter sebelumnya ^^ itu aja, gampang kok ya…

NC nya sejauh apa sih emang? Sejauh-jauhnya FF NC tuh gimana. Ya pikir saja sendiri permirsah… wkwkwk (kalo sebatas kissue tak mungkin ku protect loh)

Dan… jangan lupa comment like nya ^^

Advertisements

62 responses to ““Vulpecula” #6 by Arni Kyo

  1. waach minho nyesel kn akhirnya di putusin yeounsung☺…..heeem mereka baru jadian langsung bertengkar yeonhan penasaran ma lanjutannya di tunggu yah😊😊

  2. KEZZELL… luhan tega. hiks..hiks.. ksihan yeonsung.. 😥

    segala umpatan minho dpatkan driku.. tuhan tuh maha adil yah.. melalui author Arni Kyo, minho dpet karma…

    sekarang aku mlah ksihan sma ceye oppa..

  3. Aigoo…. pertama baca cerita pembuka smpt nanya sma diri sndiri ini ff apa ya? Haha bingung n cek jdul lagi. Td smpt ngira ini EX loh krn nama tkoh2x beda 😂😂😂 … kecewa berat pemirsa yeonsung gegara Luhan nda datang.. haa…. Minho si pemaksa…haha…. selamat berjuang ya minhoo… hihihi… eh itu yeonsung lagi berjuang buat nyelametin chanyeol dr Rin! Fighting ya yeonsung… 😂 babanya luhan ttep gesrek konyolnya.. lopyu bah… 😂😂😂 nezt di protect? Wow… 😆😆😅😅😅 ya deh ntar eon lgsg cus nanya ke ssaeng Arni.. haa… btw si Kyungso ikut juga ga sih ke perkemahan? Di part ini dy ga ada nongol ama skli soalnya haha.. lumayan buat bs dket2 sma Kimi ntar.. 😁😁😁😆😆😆

    • ahahaha XD maafkeun aku bikin bingung diawal ya unn… hehehe
      iyalah unni, ku ugha kecewa masa dia ngga datang :”v
      wkwkwk malah si abah yang di lopyuin :”v
      okeoke eonni sayong 😉

      wahh nanti ada hal yg tak terduga eonni.. karena roll model Kimi ngerubah plot dia :’v

      • Uduh… makin ga sabar dg kejutan dari kejadian yg tak terduga! 😂😂 babah Lu tu visualnya cem kya’ gmn ya ssaeng? Sesekali gituh napa tongolin¿ gmbrmya bly .. jadi kan eon g susah ngebayanginnya… mulai dari mrip Deddy Cprbuzier.. Limbad.. bhkan smpe pak Tarno 😂😂😂😂😅😅😅 #haha eon ttip salam buat babah ya.. bilangin jgn pelit2 sma anak sndiri.. gitu… 😁😁

      • ngga ada kejutan khusus lah unni, berjalan seperti biasa aja/? :3
        duhh aku ngga bisa nyari visual yg cucok buat jadi babanya Luhan masa unni XD
        oke unni ntar kusampaikan XD

  4. Hadeuuuuh. Minho kena batu nya.
    Next part Luhan Yeon kencan sendiri ??
    Uwaaaaa… Baba pelit banget siiiih 😂😂😂😂
    Yawla. Luhan sampe harus kerja gitu buat ngajakin yeon kencan. Duuuh kenapa aku yang melting. #ahnjae 😅😅😅
    Aka Orange.

  5. mampus… NC…
    wkwkwkkw
    lucuuu min si yeonsung nyah… ngakak.. bisa juga si yeonsung protective..ditunggu part selanjutnyaaa…

  6. Wah….minho…tuhkn…benr….makx rasa suka org it jgn dianggap remeh.
    Lah kan….ributlh mereka….bener juga si,mn ad temen y mau temenx g mrasan apa y shrusx dirasakn oleh sepasang kekasih
    Adeh…kimi g ngajak kyungsoo Oppa yah???
    Sama ky yeon 😄😄😄😄😄
    lah…babamu kau bohongin lu…ga mungkin….😅😅😅😅 babamu itukn bs bc pikiran ankx y lg galau 😂😂😂😂😂😂😂
    Hah….luhanx mn yah…blum dtng…???
    Kasian si yeon…
    aduh NC yah….okey
    sllu ditunggu nih ff thor

  7. yes~ putus wahahahah mpus.. makanya minho kualat km ya nyakitin wanita…cie pacaran… tp yg sabar ya… bru juga jadian udh dikasih cobaan.. sabar ya duo kopel siluman/? eh/? ya ampun luhan nih… gk kebayang dah … ntah knp dipikiranku dia bersinar/? aku suka klo ff ada cast luhan hehe… ^^ Keep writing and hwaiting unnie!

  8. Next part NC Luhan sama Yeonsung yah 😆.
    Aku nungguin Rin sama Chanyeol putus, kapan yak….
    Dan btw baba nya Luhan kok lucu yah :3.
    Ditunggu next țnya❤

  9. Wowhoo si yeon daebak , baru putus sama minho terus gandeng luhan 😀 haha yapi aku suka suka! Biar si minho tau rasa, tinggal tunggu tnggal putusnya chanyeol sama rin

  10. Happy banget di chapter ini, udh goodbye si minho. And welcome for our new couple, Yeonsung & Luhan.
    Look at this, minho. Semua orang pasti dapat hukum karma. Trus nyebelin si chanyeol belum tahu kebusukan rin.
    But senang yeonsung sudah menemukan tambatan hati baru.
    Keep writing & fighting, ka!

  11. Akhirnya minho ama yeonsung putus, next Rin ama Chanyeol..! Btw kasihan yeonsung dia udh nunggu luhan, tapi luhan kagak muncul2 pasti kecewa berat tuh anak..! Next eonn hwaitingg,,
    eh chapter 7 nc yak, nah aku mau nanya itu yg passwordnya cuma bisa di dapetin lewat email? Sama satu lagi, kita minta pwnya past chapter 7 nya udah di post atau mulai skarang eonn??

  12. Eonny aku minta psswrd chp 7 slain via email. Email alwys eror. Via sosmed yg lain bisakah?? Aku rajin rcl kok .

  13. Jadi yeonsung yg uda meninnggal sma yg yeonsung arwah ini. Dulunya ada kaitannya ya. Tuh minho sukurin diputusin yeonsung

  14. Yaaah gagal deh.. kasian yeonsung ,
    😦 Tapi babanya keren juga yaa, tau aja yang begituan. Dari yang gaib Sampek nyata hehe

  15. Ujung2nya minho nyesel jga kan di putusin yeounsun😆
    Yawla babahnya luhan pelit amat sih sma anak sendiri 😅
    Cobaan pasangan baru, baru jg jadian udh ada masalah aja

  16. yeonsung sama luhan jadian, e
    h babanya luhan sama anaknya sendiri perhitungan ya kkkkk……. yeonsung marah, luhan gak datang juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s