“Vulpecula” #8 by Arni Kyo

Vulpecula 4

Vulpecula #8

Author : Arni Kyo

Main cast : Luhan | Park Yeonsung (OC) | Ha Minho (ex.P101 S.2)

Support Cast : Wu Kimi | Rin Yamazaki | Park Chanyeol | Kim Minseok | Do Kyungsoo | HSR | Others

Genre  : Romance, School Life, Fantasy

Length : Multi Chapter

Chapter 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

 

~oOo~

“Luhan. Gawat”. Ujar Lu Hwang panic. Guratan khawatir nampak jelas diwajahnya. Saat ia membangunkan putranya ditengah malam.

Mata Luhan seakan enggan terbuka mendengar suara ayahnya barusan. “kenapa? Kerannya patah lagi?”. Tanya Luhan dengan mata tetap terpejam.

Ia malah mengira keran kamar mandi ayahnya patah lagi. Karena ayahnya sangat pelit, jadi ia tidak mau mengeluarkan uang untuk memanggil tukang air dan malah menyuruh Luhan memperbaiki keran.

Beruntung ia punya putra yang serba guna.

“bukan itu. Bangunlah dulu”.

Terpaksa Luhan bangun. “ada apa, sih, pak tua?”.

Mata Luhan terbuka. Tapi ia langsung terperanjat kebelakang saat membuka mata dan melihat wajah ayahnya yang mulai keriput itu berada tepat didepannya. Luhan memasang kuda-kuda siap untuk bertarung.

“aiyo… kunyuk satu ini. kemari kau, kuberitahu sesuatu”. Lu Hwang melambaikan tangannya mengkode agar Luhan mendekat.

“jangan macam-macam. Kau tidak akan menyuruhku tidur dengan jimat vampire Jiangshi tertempel dijidat, kan?”. Luhan was-was.

Pernah suatu ketika Luhan terbangun dipagi hari dan mendapati wajahnya yang tampan seperti idol-idol Korea itu, sudah dirias seperti vampire Jiangshi lengkap dengan jimat kuning tertempel dijidatnya.

Ayahnya berdalih itu adalah kejutan ulang tahun untuk Luhan.

“tidak. Ini menyangkut Yeonsung”.

Dengan cepat Luhan mendekat setelah nama itu disebut. Lu Hwang membisikan sesuatu ditelinga Luhan.

“ini gawat –“.

“ya! jangan meludahi telingaku!”. Pekik Luhan.

“aku tidak sengaja”. Lu Hwang mengelap bibirnya yang sedikit basah, mengakibatkan percikan liur saat ia bicara. “bicara seperti biasa sajalah kalau begitu. Aku baru saja melihat rasi bintang. Kau tahu apa yang kutemukan?”.

“sebuah meteor yang akan jatuh ke bumi lalu terbelah menjadi dua?”. Terka Luhan.

Lu Hwang merasa seperti déjà vu. Ah, ia ingat tentang meteor jatuh dan terbelah dua itu ada didalam anime Kimi No Nawa yang ia tonton bersama Luhan beberapa waktu lalu.

Plakk

Lu Hwang menjitak belakang kepala Luhan. “bukan itu, bodoh”. Kesalnya. “rasi bintang Vulpecula kembali terlihat”. Ujar nya.

“Vul – vul apa?”.

“Vulpecula. Astaga kau masih bodoh saja padahal sudah kuberi makan daging setiap hari”.

Luhan menatap datar ayahnya. Selalu saja menghardiknya. “memangnya kenapa kalau rasi bintang Vulblabla itu muncul? Apa hubungannya dengan Yeonsung?”.

“tandanya siluman rubah putih akan muncul kembali. Ia akan menculik Yeonsung”.

Luhan diam. memutar otak tentang hal mustahil yang ayahnya katakan.

“beritahu Yeonsung untuk terus berhati-hati. Jika ia tidak ingin kembali bertemu dengan siluman itu. Sementara aku akan menyiapkan segala hal untuk melawan nya. Aku ingin menangkapnya”. Jelas Lu Hwang.

“tapi – baba, bagaimana ciri-ciri siluman itu?”.

“dia punya aura yang dingin, aku yakin Yeonsung sudah melihatnya sekali, jadi kurasa ia akan menghindar jika tak sengaja melihat makhluk itu”.

Luhan mengangguk mengerti. Ia segera meraih ponselnya untuk menghubungi Yeonsung. meskipun ia yakin Yeonsung sudah tidur sekarang.

“Lu, kau bawa ini untuk berjaga-jaga. Kau bisa menggunakan ini untuk melawannya jika ia muncul”. Lu Hwang memberikan sebuah belati kecil dengan gagang yang sudah rapuh dimakan rayap.

“dengan ini? kau bercanda?”. Luhan menatap tak percaya belati yang ayahnya berikan.

“sudahlah jangan banyak protes”. Lu Hwang bangkit dari tempat tidur Luhan. “aku akan pergi sebentar untuk menemui siluman peliharaanku”.

baba bilang seperti itu, Yeon’ah. Kau harus berhati-hati, disamping aku akan terus menjagamu”. Ucap Luhan saat Yeonsung datang ke café tempatnya bekerja..

Raut wajah Yeonsung langsung berubah. Jelas ia ketakutan. Ia pernah bertemu dengan makhluk menyeramkan itu. “aku percaya kau akan terus menjaga ku, Lu”.

“tentu saja. Aku kembali bekerja dulu, ya. kau akan tetap disini, kan?”.

“ya, aku akan disini sampai jam makan siang. Aku ingin makan siang denganmu”.

Luhan mengangguk lalu beranjak pergi ke belakang bar dimana ia seharusnya bekerja. Melayani pelanggan yang datang dan memesan minuman.

Ponsel Yeonsung bergetar, ia menerima pesan dari ayahnya. Ayahnya menyuruhnya untuk pergi ke toko baju didaerah Hongdae. Yeonsung segera pergi. Tanpa berpamitan pada Luhan yang terlihat masih sibuk membuat es kopi.

Yeonsung mengedarkan pandangannya, mencari papan nama toko yang disebutkan oleh ayahnya.

“Yeon’ah”. Panggil seseorang dari depan toko. Minho bersandar didekat pintu toko tersebut.

“apa yang kau lakukan disini?”. Yeonsung merengut tak suka.

“menunggumu. Ah, ternyata trik ku berhasil, menyuruh appa mu untuk menghubungimu agar datang”. Ujar Minho sambil berjalan mendekati gadis itu.

“aku pulang saja”. Yeonsung berbalik. Minho menahan tangannya. Menyeret Yeonsung masuk ke dalam toko. “ya! Ha Minho! Lepaskan aku!”. Yeonsung memberontak.

Pelayan toko menyambut mereka. Minho langsung memilih gaun yang dipajang di toko itu. “kita harus membeli gaun untuk kau pakai malam ini”. ujar Minho lalu memberikan gaun berwarna putih pada Yeonsung.

“hanya acara makan malam keluarga. Kenapa aku harus memakai gaun baru? Gaun ku banyak didalam lemari”. Ujar Yeonsung sinis.

“kau lupa jika malam ini kita akan bertunangan?”. Minho tampak tak terbebani sedikitpun saat Yeonsung berbicara dengan nada sinis padanya.

“memangnya siapa yang akan bertunangan denganmu? Kita sudah putus, Minho’ya”.

Minho tersenyum simpul. Ia menyodorkan gaun berwarna hitam pada Yeonsung. mengukur apakah gaun itu pas di tubuh Yeonsung. “warna hitam atau merah bagus. Kau tampak sexy dengan warna itu”. Ucapnya.

“hentikan!”.

“aku ambil yang ini saja”. Minho tak mendengarkan Yeonsung sedikitpun. Ia malah membayar gaun berwarna hitam itu untuk Yeonsung. tanpa persetujuan dari gadis itu.

Bahkan Minho memaksa Yeonsung untuk ikut dengannya. Dengan terpaksa gadis itu menuruti Minho. Masuk ke dalam mobil Minho yang entah akan pergi kemana.

“kudengar kau tak jadi pergi piknik bersama Kimi?”. Tanya Minho.

Mobilnya berhenti melaju didekat pantai. Yeonsung melihat keluar jendela. Dengan tangan terlipat dibawah dada.

“bukan urusanmu”.

“lalu kemana kau pergi selama tiga hari itu? Aku mencarimu kerumah tapi kau tidak ada”.

Yeonsung tak menjawab lagi. Minho mulai kesal. Sejak di toko tadi ia sudah merasa kesal, tapi ia menahannya. Berharap Yeonsung akan mengubah sikapnya. Tetapi ternyata gadis itu masih menyebalkan juga.

Dengan kasar Minho memegang pipi Yeonsung, membuat gadis itu menolehkan wajahnya menghadap Minho.

“apa-apaan… jangan menyentuhku sembarangan!”. Yeonsung menepis tangan Minho.

“apa kau pergi dengan Luhan?”. Terka Minho. Yeonsung tak menjawab –lagi. Ia malah menatap Minho dengan tatapan membunuh. “kau tidur dengannya, Yeon’ah”.

“itu urusanku. Urus saja urusanmu sendiri dan berhenti menggangguku!”.

Minho tersenyum menyeringai. Ia mendengus kesal. “cih… sayang sekali kau adalah urusanku”.

“memangnya – kenapa kalau aku tidur dengan pria lain? Kau saja bebas tidur dengan perempuan manapun saat kita masih berpacaran. Sekarang, aku tidak ada hubungan apapun denganmu. Jadi aku bebas melakukan apapun yang kuinginkan”. Oceh Yeonsung.

Minho diam. ia kembali menyalakan mobilnya. Mobil itu melaju dengan cepat membelah jalanan sepi. Yeonsung ingin sekali merengek agar Minho tidak mengebut. Namun ia mengurungkan keinginannya.

Malam hari di kediaman Tuan Park Jungsoo.

Mengetahui rencana serius yang akan dibahas malam ini. mengenai putrinya Park Yeonsung, Jungsoo pun menyiapkan segalanya untuk menyambut keluarga Ha.

Sementara gadis itu masih berdiam diri dikamarnya. Yeonsung sangat menyesal karena datang memenuhi permintaan ayahnya tadi siang. Jika saja ia tahu itu adalah rencana Minho, maka ia tidak sudi untuk pergi.

Apalagi Yeonsung pergi tanpa berpamitan dengan Luhan. Dan sekarang ponselnya ditahan oleh Minho. Yeonsung tak bisa berbuat banyak karena ada ayahnya. Jelas Jungsoo melarang Yeonsung pergi keluar karena ada acara penting dirumah.

“Yeon’ah, apa kau sudah selesai? Calon mertua mu sudah datang”. Seru Chanyeol dari luar kamarnya.

“calon mertua, apa-apaan? Siapa yang ingin menikah dengannya? Cih”. Umpat Yeonsung. dengan langkah kesal ia pun keluar dari kamarnya. “aku tidak bisa bertunangan dengan orang macam itu, oppa”. Rengek Yeonsung.

“psst… jangan berkata seperti itu, masih untung ada yang mau denganmu”. Ejek Chanyeol.

Bukk!

Yeonsung meninju dada Chanyeol. Pria itu meringis pelan. “aku akan menolaknya. Lihat saja!”.

Meja makan panjang itu sudah diisi oleh dua keluarga. Minho tersenyum girang melihat Yeonsung duduk dihadapannya. Yeonsung mengalihkan pandangannya.

“inilah putri bungsu keluarga kami, aigoo ~ dia masih manja dan belum mengerti apa-apa”. Ujar Jungsoo.

aigoo yeppeuda”. Puji ibu Minho. Yeonsung hanya tersenyum simpul.

Chanyeol menyadari sikap tak suka Yeonsung, ia pun menyikut lengan adiknya itu. Agar bisa menjaga sikap meski tak suka. “ne, gamsahamnida”. Yeonsung reflek mengatakan itu setelah Chanyeol menyikutnya.

Kedua keluarga itu berbincang sambil menikmati makan malam. Membicarakan ini dan itu, mengenai hubungan Minho dan Yeonsung yang kemungkinan akan berlanjut ke hubungan serius.

“kalian masih sangat muda. Lulus sekolah juga belum, tetapi sudah memikirkan soal masa depan. Tapi tidak apa-apa, itu bagus agar kalian –“.

“tidak ada”. Celetuk Yeonsung. ia memotong Tuan Ha saat sedang bicara. Semua mata tertuju padanya kini. “maaf jika aku lancang atau apa. Tapi diantara kami sudah tidak ada hubungan apapun”. Tambah Yeonsung.

“Yeon’ah, apa maksudmu?”. Tanya ayahnya.

Minho berdiri dari duduknya. Merapikan jas nya yang sebenarnya tidak kusut. “maksud Yeonsung adalah kami tidak berpacaran lagi tapi bertunangan”. Ujarnya.

“apa?! Ya! aku tidak mencintaimu lagi. Bagaimana bisa aku harus bertunangan lalu menikah dimasa depan dengan orang seperti mu!?”.

“Park Yeonsung”. Minho hendak menghentikan gadis tu bicara.

Tapi….

Yeonsung terus mengoceh.

“biar kuberitahu sekarang juga. Sebelumnya terima kasih telah datang kerumahku, kebetulan sekali karena aku akan mengatakan jika Minho telah mengkhianatiku dan Chan oppa”. Yeonsung melirikan matanya pada Chanyeol.

“y-ya ~ kenapa aku?”. Chanyeol terkejut karena Yeonsung tiba-tiba menyebutkan namanya.

“asal oppa tahu saja, orang ini berpacaran dengan pacarmu, Rin Yamazaki. Mereka sudah lama berhubungan. Minho bukan sekali atau dua kali selingkuh dariku, tapi sering. Aku sudah tidak bisa mentolerir perbuatannya. Itu menyakitkan”. Oceh Yeonsung.

Minho menatap Yeonsung tajam. Gadis itu melakukan hal yang diluar dugaan. Dikiranya Yeonsung akan diam saja dan menerima kenyataan bahwa Minho akan melamarnya. Pada kenyataannya Yeonsung melakukan perlawanan.

“aku sudah berjanji tak akan mengulanginya lagi. Kau juga setuju waktu itu, kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran, Yeon’ah”. Minho mulai berbohong. Untuk memojokkan Yeonsung.

“pergilah. Mungkin aku tidak sopan, tapi, sungguh aku tak ingin berhubungan denganmu lagi”. Usir Yeonsung.

Jungsoo mengetuk kamar putrinya sebelum masuk. Kamar itu tidak dikunci. Yeonsung tengah berbaring tengkurap diatas ranjangnya.

“Yeon’ah”. Jungsoo meletakkan ponsel Yeonsung dimeja buffet. Ia pun duduk dipinggiran ranjang.

“aku membuatmu malu, appa”. Rengeknya. Masih bertahan dengan posisi tengkurap dan wajah dibenamkan diantara bantal.

“tidak, Yeon’ah. Tidak apa-apa. Kau hanya mengungkapan perasaanmu, lagipula appa tidak akan setuju jika kau sampai bersama dengan pria yang salah. Yang hanya bisa membuatmu menderita nantinya”.

Yeonsung bangun dari tidurnya. Langsung memeluk ayahnya. “terima kasih sudah mengerti keadaanku, appa”.

ne ~”. Jungsoo mengusap punggung Yeonsung dengan penuh kasih. “ah, tadi di ponselmu ada telpon, dari Luge atau siapa lah itu namanya”. Ujar Jungsoo memberitahu Yeonsung.

Yeonsung buru-buru melepaskan pelukannya dari ayahnya, lalu meraih ponselnya. Ia mengecek panggilan dan pesan. Minho mungkin tak bisa membuka pesan, tapi ia bisa mengangkat telpon. Astaga!

Jika ia benar mengangkat telpon dari Luhan.

Habislah sudah!

Minho pasti memberitahu soal pertunangan dan segala macam bualan yang ia rancang.

“uh, appa –“.

“pergilah. Temui dia. Besok aku ingin bertemu dengannya, sebelum kembali ke Jepang”. Ujar Jungsoo.

Senyuman mengembang diwajah Yeonsung. ayahnya benar-benar pengertian. Mungkin saking bahagianya akan perubahan Yeonsung, Jungsoo melakukan apapun yang ingin ia lakukan selama ini. Rasa sesal menumpuk didadanya, apalagi ketika mengetahui kabar soal kecelakaan yang dialami putrinya. Sampai ia sempat berhenti bernapas.

Jungsoo ingin memperbaiki segalanya.

Dulu ia pernah mengabaikan anak-anaknya, hingga mereka terbiasa hidup tanpa orang tua. Dan fatalnya lagi adalah sifat Yeonsung yang menjadi arogan dan dingin. Semua itu karena ia tak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya.

“aku tidak akan pulang larut”. Ujar Yeonsung. ia meloncat dari tempat tidur lalu meraih jaket. “uh, terima kasih, appa”.

Di dalam studio latihan dirumah Jaemin. Studio latihan dengan ukuran 3 X 2 meter dan kedap suara. Tak ada yang special disana, hanya ada sebuah piano keyboard, sebuah shofa panjang dan pengeras suara.

Malam itu ia sengaja mengundang Kimi untuk mendengarkan lagu yang baru ia rekam.

“kau merekam lagu lagi? Lagu seperti apa?”. Tanya Kimi penasaran. Ia tak pernah bosan mendengarkan karya-karya Jaemin.

“kau akan tahu saat kau mendengarnya”. Jawab Jaemin, sambil menyiapkan lagu yang sudah ia edit di laptop.

Kimi duduk dishofa sambil melihat ponselnya. Sibuk mengobrol dengan Kyungsoo. Ternyata pria itu cukup asik diajak mengobrol. Jaemin menyadari hal itu, ia pun menunggu hingga Kimi melepaskan ponselnya dan siap mendengarkan lagunya.

“apa? Kenapa musiknya belum dinyalakan juga?”. Tanya Kimi.

Jaemin menggaruk pelipisnya. “kau sendiri tidak siap mendengarkan laguku”. Jawab Jaemin.

“aku siap. Bukankah biasanya seperti ini? kau memutar lagu barumu, lalu aku dengarkan kemudian aku beri komentar”. Ujar Kimi seraya menghitung langkah-langkah yang ia lakukan dengan jarinya.

“tapi lagu kali ini berbeda. Aku tidak ingin kau mendengarkannya jika tidak konsentrasi”.

Kimi berdecak. Ia pun bangkit dari duduknya, lalu berpindah duduk disebelah Jaemin. Pria itu memasangkan headphone untuk Kimi. Baru saja ia akan menekan play, tiba-tiba ponsel Kimi kembali berdering.

‘jadi, apa kau sudah punya pacar?’

Isi pesan tersebut muncul dilayar ponsel Kimi.

Jaemin diam. seolah member tanda agar Kimi bisa membalas pesan tersebut. Tapi Kimi malah mengabaikannya. Jari Kimi bergerak menekan play.

“Kimi’ya, kenapa kau tidak membalas pesannya?”. Tanya Jaemin yang mematikan kembali music yang baru saja diputar.

“kau ingin aku konsentrasi atau tidak?”. Kimi balik bertanya.

“tapi pesan itu sepertinya penting, kau bisa membalasnya dulu”.

Brakk

Kimi menggebrak meja itu, membuat Jaemin sedikit terperanjat. “ya! kau ini menyebalkan sekali. Jika aku membalas pesan itu pasti akan berlanjut lebih lama lagi, aku tidak akan kesempatan untuk mendengarkan lagumu yang tidak seberapa itu”. Ocehnya.

“ya sudah kalau begitu jangan dengarkan sekalian”.

“cih… inilah yang paling kubenci darimu, kenapa kau sangat mudah menyerah, huh? Menyebalkan sekali. Jaemin bodoh. Haruskah aku yang mulai agar kau bisa jujur?”. Kimi mengoceh bak wanita tua.

Jaemin termangu sejenak sebelum ia sadar dengan kalimat Kimi. Ia tersenyum simpul. “percuma saja, tak usah dengarkan laguku”. Jaemin melepas headphone dari kepala Kimi.

“y-ya ~”. Kimi hendak protes. “aku kan hanya bercanda, aku ingin deng –“.

“Kimi’ya”. Jaemin memegang kedua lengan Kimi, menatap dalam mata indah gadis itu. Mata itu tak berhenti bergerak seolah sedang bergetar. “kupikir aku tak akan mengatakannya lewat lagu, karena aku akan mengatakannya langsung”.

ne?”.

“Kimi’ya, bisakah kita keluar dari zona pertemanan?”.

Hening.

Mata Kimi berkedip lambat.

Beberapa saat kemudian ia tersadar. Entah sepenuhnya sadar atau tidak, saat ia menarik sudut bibirnya keatas lalu mengangguk.

“benarkah? Sungguh?”. Jaemin tak percaya.

“um, ne ~ kurasa kita bisa keluar dari zona pertemanan”. Jawab Kimi. Ia menunduk malu. Pipinya terasa panas. “mungkin akan canggung –“.

Jaemin menarik tengkuk gadis itu dengan cepat. Menempelkan bibirnya pada bibir dingin Kimi. Bibir Jaemin yang lembab dan hangat berhasil membuat Kimi terdiam mematung. Ia dapat melihat mata Jaemin terpejam didepan wajahnya.

Tak begitu lama. Ciuman singkat namun memabukan itu berakhir.

“seharusnya aku mengatakannya sejak dulu. Agar tidak canggung seperti ini”. ujar Jaemin.

“um, mau bagaimana lagi. Habisnya kau itu seperti tak tertarik dengan perempuan”.

Jaemin terkekeh. Memang diantara empat temannya yang lain, ia yang paling pemalu. Tipe pria seperti dia memang bisa didekati oleh gadis macam Kimi. Dengan sifat natural dan cerewet itu.

“padahal aku sudah mengkodemu lewat judul lagu yang kubuat”. Ujar Jaemin. Ia bergerak membuka beberapa file didalam laptopnya. “pertama lagu ku ‘Q’ yang bisa dibaca ‘Ki’ lalu ‘Me’ –“.

“dibaca ‘Mi’”. timbal Kimi.

Jaemin mengangguk. “ya, tapi bisa juga berarti ‘I’ atau ‘aku’. Kemudian ‘Evol’ itu hanya huruf yang dibalik dari kata ‘Love’. Dan yang terakhir adalah lagu yang belum kau dengan berjudul ‘You’”.

Kimi memutar matanya. Menyusun kata yang berasal dari judul lagu karya Jaemin. “Kimi I Love You?”. Ujar Kimi.

“benar. ah, klasik sekali ya ungkapanku”. Jaemin menggaruk belakang kepalanya.

“astaga ~ kau menyiapkan semuanya? Terima kasih, aku senang sekali”. Kimi memeluk Jaemin dengan erat. Tak memikirkan jika pria itu sampai kesulitan bernapas karenanya.

Dan…

Kimi lupa untuk membalas pesan dari Kyungsoo. Tetapi setidaknya ia bisa memberikan jawaban jujur tentang pacarnya. Tak perlu berbohong ia punya pacar atau tidak, karena ia punya sekarang.

Luhan mengunci pintu coffe shop tempatnya bekerja. Ia yang terakhir pulang hari ini. perasaannya sedang galau. Yeonsung meninggalkannya begitu saja, tak ada kabar ataupun datang kembali.

Lalu tadi…

Ketika Luhan mencoba menelpon gadis itu, akhirnya telpon diangkat. Tetapi bukan Yeonsung yang menyambutnya. Melainkan Minho.

Lebih mengejutkan lagi saat Minho bilang ia akan bertunangan dengan Yeonsung mala mini. Luhan langsung terpuruk. Ia percaya begitu saja.

Pria itu memutar knop pintu toko sekali lagi, memastikan jika pintu sudah terkunci dengan benar. kemudian ia berbalik. Matanya membelalak mendapati seorang gadis tengah berdiri dipinggir jalan. Menunggunya?

“Lu!”. Teriak gadis itu sambil melambaikan tangannya pada Luhan. Dengan nada yang sangat ceria.

“Yeon’ah?”. Luhan berjalan mendekat. Ia tidak salah lihat atau sedang berkhayal, kan, sekarang? Gadis itu benar-benar Yeonsung. “ya ~ kenapa kau ada disini?”.

“uh, kau tidak senang melihatku? Yasudah aku pulang saja”.

Luhan menahan tangan Yeonsung karena gadis itu hendak pergi lagi. “tidak, jangan pergi. Aku hanya heran kenapa kau ada disini, bukankah kau –“.

“bertunangan dengan Minho?”.

Luhan mengangguk.

Yeonsung mendengus. Benar dugaannya, Minho mengatakan hal yang tidak-tidak pada Luhan. “tunggu sampai aku kehilangan akal sehatku, baru ada kemungkinan aku bertunagan dengannya. Gila saja! Aku tak mau menderita hidup dengannya di masa depan. Lu, kau tahu –“.

Greb

Luhan menarik Yeonsung kedalam pelukannya. Membuat gadis itu berhenti berbicara. Ia pun membalas pelukan Luhan. Bergantung dengan erat dijaket Luhan. “aku senang sekali karena kau tidak benar-benar bertunangan dengannya”.

“aku tidak mungkin mau, bodoh”.

“syukurlah”. Luhan memeluk erat gadis itu didalam dekapannya. Perasaan tak ingin terpisah itu muncul dan semakin besar. Luhan tak bisa mengendalikannya lagi. Ia akan melakukan apapun agar tidak kehilangan gadis ini.

“uh, Lu, kau sudah makan belum?”. Tanya Yeonsung seraya menengadahkan kepalanya, menatap Luhan.

Luhan menggeleng. Ia tak bisa makan tadi karena kabar tentang Minho dan Yeonsung. “ayo makan odeng dipinggir jalan. Aku yang belikan”. Ajak Luhan.

kajja”. Yeonsung menggandeng tangan Luhan. Mengajak pria itu berjalan menuju kedai jajanan dipinggir jalan didekat sana.

“jika kau akan membunuhnya, aku tidak sudi membantumu”. Ujar seorang gadis berpakaian serba putih. Dagunya terangkat –berlagak sombong.

Lu Hwang berdecak kesal. “aku tidak akan membunuhnya! Kalau aku mau, aku akan membunuhmu lebih dulu. Cih… siluman nakal”. Balas Lu Hwang.

Saat itu ia sedang berbincang dengan siluman rupah putih peliharaannya, siluman yang ditangkap oleh Shin Yonho lalu ia pelihara. Butuh waktu lama untuk membuat siluman ini jinak dan bertingkah seperti manusia.

Memakan sayuran, besekolah, bahkan ia juga merasakan datang bulan. Layaknya gadis normal.

Lu Hwang senang karena ia jadi merasa memiliki anak perempuan. Ia juga yang membiayai kehidupan siluman rubah putih ini. untungnya Luhan tidak tahu soal ini, jika ia sampai tahu, pasti ia akan berdemo untuk menuntut keadilan.

“siluman nakal? Ya! aku sudah punya nama!”. Timbal gadis itu. “namaku Wu Kimi. Berhenti memanggilku – aakh!“. tiba-tiba gadis itu meringis.

“sudah kukatakan kalau kau nakal dan bertingkah, kalung itu akan mencekikmu kan, hm?”. Lu Hwang tertawa penuh kemenangan.

“licik sekali”. Kimi memasang wajah memelasnya.

Wu Kimi - Rubah

Wu Kimi kalau lagi jadi siluman/menemui Lu Hwang

“jadi kau ingin bantu aku tidak? Aku berjanji tak akan membunuh saudaramu itu, aku ini bukan Shin Yonho”.

Kimi memutar matanya. Sebenarnya ia memang berniat untuk membantu Lu Hwang menangkap Yifan jika kakak nya itu muncul disekitar Seoul. Setidaknya ia ingin bertemu karena sudah lebih dari 20 tahun lama nya ia tidak bertemu dengan kakak pertamanya.

Jika Kimi mengingat lagi ke masa lalu.

Saat kejadian itu terjadi.

Mereka hanya 3 ekor anak siluman rubah putih yang tengah keluar, ke hutan, mencari makanan. Tak menyangka jika malam dimana rasi bintang Vulpecula bersinar terang, malam itu juga mereka harus merasakan kesedihan.

Wu Kimi adalah adik bungsu mereka. Dan ia tertangkap oleh pemburu siluman. Yifan tak bisa berbuat banyak saat itu. Maka ia bertekad untuk kembali lagi, menjemput adiknya saat bintang Vulpecula bersinar sekali lagi.

Tapi…

Saat ia dan saudaranya yang tersisa hendak melakukan niat itu, sesuatu yang tidak diharapkan justru terjadi.

Wu Shi Xun dibunuh oleh pemburu siluman. Shin Yonho.

“bagaimana ya… aku ingin membantumu tapi –“.

“baiklah, baiklah, kubelikan ponsel baru. Aiyo, siluman macam kau ini sebenarnya”. Lu Hwang mengeluarkan dompetnya. Memberikan Kimi uang untuk membeli ponsel baru. “kemarikan”.

Kimi menatap telapak tangan Lu Hwang yang menadang padanya setelah ia menerima uang. “apa?”.

“ponselmu yang lama. Kau kan akan beli yang baru, jadi yang lama berikan padaku”. Pinta Lu Hwang.

Bibir Kimi mengerucut. Pria tua ini benar-benar pelit. Umpatnya. “tidak mau!”.

“kembalikan uangku”. Lu Hwang hendak menarik uang yang Kimi pegang, gadis itu segera menghindar. “jual saja ponsel lamamu, lalu ku beri seratus ribu won untuk tambahan beli ponsel baru”.

“tidak mau! Kau pelit sekali. Kyaaaa”. Kimi berlarian ke sudut ruangan. Lu Hwang menatap datar gadis itu. “aakh!”. Kimi meringis lagi. Kalung jimat itu mencekiknya. Kimi tersungkur kelantai.

Lu Hwang mendekat lalu memungut uang yang berhasil terlepas dari genggaman Kimi. “ku beri seratus sepuluh ribu won, anggap saja ongkos untuk kau pergi ke toko ponsel”. Ujar Lu Hwang seraya tersenyum licik.

“jahat!”. Rengek Kimi.

Tepat saat itu, pintu terbuka. Tanpa ijin dan tanpa salam, Luhan masuk ke dalam ruangan. “baba!”. Teriaknya.

Sontak Lu Hwang dan Kimi menoleh bersamaan. Luhan menyadari keberadaan kedua orang itu pun menoleh kea rah lantai. Kimi yang masih dengan posisinya tengkurap dilantai. Sedangkan Lu Hwang berjongkok didepan Kimi.

“apa yang kau lakukan, Pak tua!?”. Pekik Luhan.

Buru-buru ia menarik Kimi. Menyelamatkan gadis dengan wajah polos yang ia kira akan diapa-apakan oleh ayahnya.

“ya! tidak sopan! Kalau masuk ketuk pintu dulu!”. Seru Lu Hwang sebal.

Luhan menyembunyikan Kimi dibelakangnya. “jangan mendekat. Tak kusangka kau akan seperti ini setelah lama menduda”. Hardik Luhan. Mata Luhan menangkap beberapa lembar uang yang tercecer dilantai. “astaga! Kau bahkan membayarnya murah sekali”. Tambah Luhan.

“ya! aku bukan gadis macam itu!”. Protes Kimi.

“tenang saja. Kau aman, aku sudah disini, aku akan melindungimu!”. Luhan merentangkan tangannya, seolah tameng agar ayahnya tak dapat menyentuh Kimi.

“eish… kunyuk satu ini benar-benar… makanya jangan keseringan menonton hentai, kau jadi semakin bodoh!”. Maki Lu Hwang. “dia itu siluman peliharaanku, menyingkir kau”. Ujarnya.

Luhan melirik gadis yang ia lindungi dibelakang tubuhnya. Kimi menatap datar pada Luhan, tubuhnya mengeluarkan uap putih yang dingin seperti salju. “benarkah?”.

“bodoh. Tidakkah kau mengenalku meski aku berpakaian seperti ini?”. ujar Kimi.

Sekali lagi Luhan menatap Kimi dengan lekat. Siapa? Seseorang dengan tatapan dingin namun mempesona ini. gadis dengan kharisma tertinggi yang pernah ia kenal. Wu Kimi? “kau!!!”.

Luhan hampir pingsan saat itu juga ketika tahu gadis berpakaian aneh ini adalah Wu Kimi. Siluman yang ayahnya pelihara adalah Wu Kimi. Bagaimana ia tidak menyadari itu semua? Luhan bahkan berteriak dengan sangat kencang.

Teriakan Luhan membuat Yeonsung terperanjat. Saat itu ia sedang duduk sendirian diruang tengah. Menunggu Luhan yang berkata akan meminta uang untuk mengajaknya menonton. Yeonsung penasaran apa yang sedang terjadi didalam.

Lalu ia melangkahkan kakinya menuju ruangan yang berada dilantai atas itu.

TBC

Mendekati ending nih ><

Duhh ngga kerasa ya.. udah sebanyak ini chapternya wkwkwk

Dan akupun mulai terbiasa bikin FF dengan chapter yang banyak :”v

Hohoho….

Like & Comment jhuseyo ^^

Advertisements

26 responses to ““Vulpecula” #8 by Arni Kyo

  1. DAEBAK!! Gak nyangka klau kimi itu siluman, gmna reaksi jaemin klau tahu ya
    Minho benar2 udh jatuh sm pesona yeonsung..rasain, kena karma kan skrng
    ditunggu lanjutannya eonni 🙂

  2. Wow kaget banget, kimi itu siluman. Semoga aja dia bisa nenangin kakanya wu yifan supaya berhenti ganggu yeonsung.
    Dan suka banget dengan sikap yeonsung, emang seperti itu harus permaluin minho. Masa udah putus malah minta tunangan, dulu aja disia-siain.
    Aku tunggu next chapter, fighting eonnie!

  3. DAEBAK..Jadi Kimi temennya yeonsung Itu siliman rubah.. Wah ga nyangka banget. Rasain tuh minho, ga jadi tunangan

  4. Wahaha kimi siluman?? Woww si yeon bakal ngeliat kimi kaga ya?? Ihhj si minho bener” ngak punya malu 😦 uda di putusin ehh masi aja ngeyell

  5. HUAHAHAHAA…Lu-ge anak serba guna.. bisa ajj thor.. 😀 😀 mau donk benerin keran di rmahku.. XD

    baru ajj aku mau nanya siapa sudara Yifan tau-taunya kimi..hehe.. kocak jadi, kimi dan luhan secara tidk lansung udah bersaudara..

    Lu Hwang Baba jjang.. ( y ) sllu menghibur..

    ohya.. Congcratulation buat INDONESIA atas kmenangannya..!!

  6. HUAHAHAHAA…Lu-ge anak serba guna.. bisa ajj thor.. 😀 😀 mau donk benerin keran di rmahku.. XD

    baru ajj aku mau nanya siapa sudara Yifan tau-taunya kimi..hehe.. kocak jadi, kimi dan luhan secara tidk lansung udah bersaudara..

    Lu Hwang Baba jjang.. ( y ) sllu menghibur..

    ohya.. Congcratulation buat INDONESIA atas kmenangannya di BCA
    Indonesia Open SSP 2017 ..!!

  7. Huaaaaa!!! apppaaa innniiih..??!!!! I AM SHOCKED!!!@ 😂😂😂 komenku dimulai dr ujung cerita dlu saeng!! aIGOOO OMONAA… beneran ga percaya n kaget bgt pas tau klo kimi adl siluman! Demi apapun tuh aku serius!! Bdo amat lah mo dibilang lebay atau super alay yg pnting I DONT CARE😆😆😆 Wahh…kok bisa ya.. knp g nyangka ya kimi it sodarinya yifan.. pdhl marga mreka sama! YaLord… 😂😂 idiiiiiihhh aku kurg setuju deh kimi sm jaemin.. 😢 haha ksian lah kyungso bisa patah hati dy!! 😟😟😟 trs minho… duuh… kamu hrs susun rencana yg okke ql mw ngejebak yeonsung kedlm hub. Serius brrrroo…😈😈 chan ud diksih tau ttg rin! Ap y respon dy stlh ini?? Oooh.. jadi VULPECULA itu nama rasi bintang,? Kira2 mksud n artinya apa yah?? Iih snengnya akhirnya ada ptunjuk ttg nama yg susah it! haha. Trnyata luhan pun kesusahan nginget namanya!! So do I 😅😅 auu ah ga sbar bwt next part nya!! Kerreeeenn beeuudd part ini sukka sukka!!👍👍👍 😉 pdhl klo cerita ini msih dilnjut smpe 16 partpun pasti msih okkeh loh ssaeng!! 😁 ksuan luhan dibilang serbaguna 😂😂😂😂 the last! Poster barunya kerreen!! 😊

    • hahahaa XD kankan aku bilang.. unni pasti kaget hehehe
      seneng deh ngga ada yg sadar soal Kimi itu siluman XD /mission sucsess/
      biarlah unni, dah kubilang rolemodel Kimi lagi ngga mau sama Kyungsoo.. mungkin dilain FF kubikin KyungMi bersatu kembali XD
      Minho kurang khatam ya unn XD

      iya jadi Vulpecula itu nama rasi bintang ke 88 kalo gasalah sih, ngga ada makna khusus, artinya Rubah unni… itu aja weh rahasia dibalik nama Vulpecula…
      senangnya ada yg notice soal penjelasan arti judul + poster aku :3 xixixi

  8. Apa apa apa??? Kimi siluman rubah. Dan aku baru ngeh karna marga nya yifan sama kimi itu Wu. Jadi mereka saudara. Oh my God!!
    Di chap ini banyak hal yg tak terduga. Dari yeon bilang kalau ceye di hianati rin . Sampai kimi adalah siluman.
    Aaah penasaran sama nasib nya ceye setelah tau rin selingkuh. Ditunggu kak 😄😄😄😊😊

  9. sudah agak curiga wks… tapi aku terlalu malas untuk mengumpulkan bukti/? jadi kimi adalah seorang siluman? oke , accepted~ penasaran nasib minho, pasti dia gk tinggal diam, trus chanyeol… dapetin yg lebih baik bang… dan wu shi xun pasti perwujudan sehun yak? ya ampun ganteng” smua
    Keep writing and hwaiting!?

  10. Bhakss jadi kimi itu bnr siluman yahh. Sempet curigaa sm marganya eh trnyta sodara yipann wkwk.. aku baru tau kalo velpecula itu nma rasi bintang ..aku kirain mlh nma smcm urban legend gitu wkwk.. next chap dtunggu ya eoon. Lain kali buat ff yg castnya sehunn wkwk

    • iya Kimi siluman adiknya Yifan dan Shixun XD

      Sehun, ya? unch… ngga janji deh soalnya aku selalu bikin Luhan hohoho karena ult-bias dan fandom cma Luhan doang

  11. Sudah tegang dikiran Yeon sama Minho bakalan tunangan beneran 😂
    Dan watde KIMI IS A FREAKIN SILUMAN 😂😂
    Next chapt eon❤

  12. Hahahaha ada2 ajh deh ayahnya luhan kkkk bisa juga tuh ide kejutan ultahnya..
    Whatt kimi siluman, baru tau masa*emang bari dikasih tahu keless* hehe
    part akhir bkin ngakak njirr, luhan luhan ada2 ajh deh,, kira2 apa yg bakal terjadi kalo yeonsung ketemu kimi yahh oke next eonn, udah mau ending yh hm kok cepet bgt sih, tapi nggak papa deh semaunya eonnie ajh..!

  13. Hwa….😲😲😲😲😲😲 wu kimi adh siluman….sumpah in makin seru aj walaupun hambir selesai 😄😄😄😄 aduh…luge ama yeon…..
    Maaf authornim btu bisa komen maklun kn…
    In ff sllu bikin penasaran mah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s