[CHAPTER 29] SALTED WOUND BY HEENA PARK

sw lagi

β€œKau milikku, sudah kukatakan dari awal, bukan? Kau adalah milikku.”- Oh Se-Hun

.

A FanFictionΒ 

by

Heena Park

.

β€˜SALTED WOUND’

.

Starring: Shin Hee Ra-Oh Se Hun-Kim Jong In

.

Romance–Action–Incest-Thriller–PG-15–Chaptered

.

Wattpad : Heena_Park

Facebook : Heena

Line@Β : @fbo0434t

.

Notes : ff ini juga aku share diΒ WATTPAD

.

.

 

Sejak lima menit lalu Hee-Ra tak pernah melepaskan pandangannnya pada Se-Hun yang sibuk mempersiapkan diri. Berkali-kali Hee-Ra berusaha meyakinkan dirinya bahwa Se-Hun pasti berhasil melalui semua ini, tapi berkali-kali pula logikanya menolak.

 

Hee-Ra takut Se-Hun gagal.

 

“Kau harus berjanji untuk pulang sebelum jam delapan,” ucapnya getir.

 

Se-Hun berbalik dan menatap Hee-Ra lembut, ia mendekati gadis itu sambil menaikkan resleting jaket kulit hitam anti peluru yang diberikan Elliot beberapa waktu lalu. “Aku akan pulang kalau sudah mendapatkan berkas serta lokasi markas besar organisasi.”

 

“Apakah itu artinya malam ini kau tak akan pulang?”

 

Se-Hun tidak menjawab, ia menarik lengan kanan Hee-Ra agar berdiri tepat di hadapannya. “Mau berdansa sedikit denganku?”

 

“Berdansa?” Hee-Ra kesal, ia memukul keras-keras dada Se-Hun dengan kedua tangannya. “Kau gila? Berdansa di saat seperti ini? Aku benar-benar tidak paham dengan jalan pikiranmu!”

 

Bukan hanya Hee-Ra, Se-Hun pun juga tak mengerti pada dirinya sendiri. Menyusup ke dalam ruang rahasia organisasi bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi Se-Hun tidak tahu siapa yang saat ini berjaga.

 

Saat-saat paling berharga yang seharusnya mereka lalui dengan penuh cinta malah terbuang sia-sia. Hee-Ra merasa bodoh karena menjauhi Se-Hun selama empat tahun. Kalau saja pria itu mengatakan kenyataannya jauh lebih cepat, mereka pasti tidak akan berakhir seperti ini.

 

“Kembalilah dengan selamat dan aku akan berdansa denganmu,” gumam Hee-Ra sambil kembali menghempaskan dirinya duduk di sofa. Sikap Se-Hun membuatnya frustasi sekaligus tak bisa berbuat lebih. Menghentikan Se-Hun sama saja dengan berusaha menghancurkan tembok besi dengan kedua tangan; mustahil.

 

“Elliot dan ayβ€”maksudku Royce sudah menunggu di bawah.” Hee-Ra memalingkan wajahnya dari Se-Hun.

 

Se-Hun menyukainya. Raut cemas Hee-Ra yang membuat keningnya mengerut ketakutan, deru napas Hee-Ra yang tak beraturan dan kelopak mata yang berkali-kali menutup itu.

 

“Aku akan kembali.” Se-Hun berjongkok di depan Hee-Ra, menangkup kedua pipi gadis itu dan menatapnya dalam-dalam. “Aku berjanji akan kembali untuk menagih janji dansamu bersamaku.”

 

Idiot.

 

Di saat seperti inipun Se-Hun masih bisa berkata manis dan membuat hati Hee-Ra berbunga-bunga. Tapi baiklah, setidaknya Hee-Ra bisa lebih tenang sekarang.

 

“Aku akan memilih lagu yang bagus untuk dansa kita,” jawab Hee-Ra yang sedetik kemudian mendekap Se-Hun erat-erat. Ia seolah tak ingin melepaskan pria itu, ia juga tak ingin Se-Hun membuat gerakan untuk melepaskan tautan mereka.

 

“Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu, Oh Se-Hun,” ucapnya parau. Kedua matanya berusaha keras untuk menahan air mata yang sudah siap mengalir dari kedua pelupuknya. Hee-Ra tidak ingin menangis, Se-Hun akan sedih melihatnya nanti.

 

Berat rasanya, tapi Se-Hun tak bisa berhenti. Ia melepaskan pelukan Hee-Ra dengan lembut dan mengecup kening gadisnya selama beberapa saat sebelum akhirnya melangkah keluar kamar.

 

Dilihatnya sosok Royce dan Elliot tengah berbincang kecil, di depan merekaβ€”tepatnya di mejaβ€”terdapat beberapa alat yang mungkin akan dikenakan Se-Hun untuk menerobos markasnya.

 

Se-Hun menghampiri mereka. “Well, kuharap semua benda ini untukku.”

 

Elliot tersenyum miring dan menepuk pundak Se-Hun. “Take whatever you want, kid.”

 

Salah satu hal yang paling disukai Se-Hun dari apa yang akan dilakukannya hari ini adalah Elliot memperbolehkannya menggunakan barang milik agen rahasia yang tidak diragukan kecanggihannya lagi.

 

Tentu saja Se-Hun tak perlu waktu lama untuk berpikir, ia mengambil hampir seluruh barang yang ada di sana dan memasukkannya ke ransel kecil anti peluru. Oh damn! Bahkan untuk ranselpun mereka memiliki yang anti peluru, bukankah ini hebat?

 

But wait, kuharap organisasi mengajarimu cara berkendara yang benar karena kau akan sangat membutuhkannya,” tukas Elliot yang berhasil membuat Se-Hun mengerutkan dahi penasaran.

 

Elliot mendahului Se-Hun menuju garasi. Ia membuka sebuah kendaraan yang ditutupi oleh kain putih dan betapa terkejut sekaligus senangnya Se-Hun saat mengetahui kendaraan apa yang berada di balik sana.

 

 

Honda CBR1100XX Super Blackbird; kecepatan maksimal 178,5 mph atau 287,3 kilometer per jam, memiliki empat penggenjot mesin yang mencapai 152 tenaga kuda, 1137 cc mesin dan enam transmisi kecepatan.

 

Yeah! This will be fun!

 

Kalau boleh jujur, Se-Hun senang bukan kepalang!

 

Ia selalu ingin mengendarai motor dengan kecepatan super meskipun bukan salah satu pemain Fast & Furious. Well, hidup tidak sama dengan film. Ia hanya berangan saja.

 

Dan sekarang lihatlah! Elliotβ€”si brengsek yang cukup dibencinya ituβ€”membawakan salah satu kendaraan paling cepat di dunia untuk melaksanakan misi! Ini benar-benar hebat.

 

“Kami telah menambahkan anti peluru dan senjata di kedua sisi motor. Kau bisa menekan tombol ini bila ingin menembak orang di belakangmu, sedangkan untuk orang di samping, kau bisa gunakan tombol di dekatnya,” Elliot menjelaskan sambil menunjuk tombol bewarna merah yang kemudian dilanjutkan ke tombol biru. “Bila kau tidak dalam kecepatan tinggi, kau bisa gunakan monitor ini untuk membidik dengan tepat, bila tidak sempat, kau bisa menembak sesukamu dan berharap akan mengenai lawan.”

 

Se-Hun terkikik, ia menempatkan diri dengan nyaman di atas motor. “Kau tidak perlu khawatir, akan kubawa pulang motor ini dengan selamat.”

 

“Baiklah, aku memegang kata-katamu,” jawab Elliot sambil mengangguk-angukkan kepalanya. “Anak buahku sudah berjaga di sekitar markasmu. Berikan tanda dua kali tembakan apabila kau membutuhkan mereka dan jangan lupa gunakan kaca matanya agar aku bisa melihat apa yang kaulihat.”

 

Untuk beberapa saat Se-Hun menggeleng dan menatap Elliot remeh. “Sesungguhnya, kau tidak perlu mengirim mereka ke sana karena aku akan berhasil dengan caraku sendiri.”

 

β™ 

 

 

 

 

“Se-Hun, posisi?”

 

Se-Hun menyipitkan salah satu matanya, ia berusaha terus fokus untuk masuk keΒ  markas menggunakan motor berkecepatan tinggi dari Elliot.

 

“Satu kilometer menuju markas,” jawabnya sambil mendekatkan mulut ke michropone kecil di pipi.

 

“Anak buahku sudah mematikan semua CCTV dan keamanan di sana, kau bisa masuk dengan bebas.”

 

Se-Hun tersenyum simpul melewati gerbang markas yang terbuka lebar. Hacker agen rahasia memang hebat, Se-Hun menyukai hal ini. Setelahnya ia memarkir motor dan mulai memakai kaca mata yang dilengkapi perekam gambar agar apa yang ia lihat juga bisa dilihat oleh Elliot.

 

Ia sangat berhati-hati dan memilih untuk masuk dari pintu samping. Namun tidak semudah itu, dua orang pria berbadan besar nampak berjaga di sana. Lebih sialnya lagi, mereka bersenjata.

 

Tapi bukan Se-Hun namanya bila kehilangan akal. Ia tidak ingin melakukan kekerasan karena akan meninggalkan jejak. Pilihannya jatuh pada pistol berisi obat bius berdosis tinggi. Ia tidak butuh terlalu banyak karena hanya dengan mencium baunya saja orang-orang akan terbius sehingga Se-Hun tak perlu menembakkan benda ini ke tubuh mereka.

 

Baby, let’s play something fun,” desis Se-Hun kala membidik pistol tepat mengarah ke depan bodyguard tadi. Pelurunya akan meledak dan mengakibatkan kepulan asap berbau cukup tidak enak yang bisa membuat mereka terbius.

 

Satu…

 

Dua…

 

Tiga…

 

DORR!

 

Sebuah tembakan diluncurkan Se-Hun dan langsung menutup hidungnya sebelum ia juga ikut terbius oleh obat itu. Tidak butuh waktu lama, cukup beberapa detik dan mereka telah kehilangan kesadarannya.

 

Tanpa membuang-buang waktu, Se-Hun langsung berlari masuk ke markas. Untungnya hacker suruhan Elliot hanya mematikan CCTV dan keamanan, bukan listriknya, sehingga bisa dipastikan orang-orang di balik ruang penjagaan akan kebingungan karena tiba-tiba alat mereka tak mau beroperasi.

 

Let’s do this.” Se-Hun berlari ke lantai dua, tepat di anak tangga ke lima, seorang pria dari atas melihatnya. Orang itu berteriak, mau tak mau Se-Hun harus melakukan ini. Ia memasukkan pistol bius ke saku kanan dan mengambil pistol lain dari saku kiri. Kali ini bukan pistol sembarangan, melainkan pistol yang asli. Pistol yang pelurunya akan menembus kulit hingga jantung mereka.

 

Tidak ada waktu lagi, Se-Hun berlari menghampiri pria yang kini telah bersama kawanannya. Mereka masing-masing membawa satu pistol dan menutupi jalan untuk maju. Well, waktunya menunjukkan kemampuanmu, Oh Se-Hun.

 

Awalnya Se-Hun ingin melakukan secara damai dan diam, tapi rupanya mereka tak bisa diajak bekerja sama, jadi baiklah. Kita lihat siapa yang lebih hebat dalam permainan ini.

 

Se-Hun mengambil granat yang menggantung di sabuknya kemudian melemparkan benda itu ke sisi kiri dan berlari sambil menembaki orang-orang di sisi kanan. Ia meluncur melewati kaki seorang bodyguard kemudian menembaknya berkali-kali.

 

“Jadi ini caramu?” ujar Elliot dari earphone yang dikenakan Se-Hun. Tentu saja, pria itu bisa melihat apa yang dilihat Se-Hun.

 

Se-Hun menggedikkan bahu. “Mereka tidak bisa diajak bekerja sama, lagipula tadi sangat menyenangkan,” tukasnya lalu tertawa bangga.

 

Ruangan ketua cabang organisasi semakin dekat. Lebih baik untuk naik ke lantai sembilan Se-Hun menggunakan lift. Selain menghemat waktu, ia juga bisa menyimpan tenaga.

 

Se-Hun segera masuk ke lift dan menekan tombol bertuliskan angka sembilan. Ada kemungkinan bodyguard yang tersisa akan menyadari tujuannya, jadi ia bersiap. Se-Hun mengisi pistolnya dan mengambil pistol lagi dari ransel sehingga kini ia memegang dua pistol. Selain itu ia juga mengambil bedak tabur. Well, mungkin ini terdengar bodoh, tapi membuat mata mereka sakit karena bedak tabur bukan hal yang buruk, kan?

 

Ting…

 

Pintu lift terbuka dan tebak!

 

Apa yang dipikirkan Se-Hun benar adanya. Setidaknya ada delapan pria sudah menodongkan pistol ke arahnya. Mari kita mulai bermain lagi, Se-Hun sudah tidak sabar untuk melakukannya.

 

Okay, dude. So you wanna play with me? Then look at this shit!” Se-Hun melemparkan bedak tabur ke mata dua orang pria yang menutupi jalannya, kemudian menendang kemaluan mereka sambil melebarkan lengan dan menembaki sisanya.

 

Loser!” teriaknya sambil terus berlari.

 

Kali ini ada dua yang tersisa, meski beberapa bagian tubuh mereka telah terluka, tapi orang-orang itu tetap bangkit dan berusaha mengejar Se-Hun yang telah masuk ke ruangan ketua. Ia sengaja membiarkan pintu terbuka dan menunggu dua orang itu datang.

 

Saat keduanya baru muncul di ambang pintu, Se-Hun langsung menekan pelatuk pistolnya brutal hingga peluru menembus tubuh mereka berkali-kali. Se-Hun tertawa puas, entah kenapa menghancurkan organisasi membuat hatinya gembira.

 

Mungkin hal ini adalah penggambaran dari hasrat serta kebencian yang selama ini terus dipendamnya. Bekerja sama dengan Elliot rupanya tidak buruk juga.

 

Inilah dia yang dituju. Se-Hun menyalakan komputer tanpa melepas sarung tangannya. Ia tidak ingin sampai ada sidik jari yang tertinggal di komputer ini. Ia segera mengkopi semua data yang ada di folder ‘Organization‘ dan mematikan komputernya sebelum datang pengrecok lain dari organisasi.

 

Untuk mempersingkat waktu, Se-Hun tak akan turun menggunakan lift maupun tangga. Ia mengeluarkan tali tambang dan mengikatnya kuat-kuat di pilar. Lantai sembilan tidak bisa dibilang rendah, akan cukup sakit bila ia gagal mendarat dengan sempurna.

 

“Apa kau akan keluar dari sana?” Sekali lagi Elliot bersuara. Ia terdengar cukup terkejut.

 

“Aku sudah biasa melakukan ini, kau hanya perlu duduk santai dan aku akan segera pulang,” ucap Se-Hun lalu memegang erat-erat tali tambangnya dan mulai meluncur ke bawah. Ia tidak meluncur dengan lambat, ia harus berusaha secepat mungkin untuk sampai ke tanah dan untunglah Se-Hun berhasil.

 

Ia ingin bertepuk tangan bangga akan dirinya sendiri, tapi sebaiknya ditunda saja karena samar-samar Se-Hun mendengar bunyi kendaraan dari arah selatan. Ingin sekali Se-Hun menghadapi mereka, sayangnya ia tak punya cukup banyak waktu untuk bermain atau Elliot akan marah.

 

Jadi yah, lebih baik sekarang Se-Hun pulang.

 

Se-Hun kembali ke motornya dan mengendarai dengan kecepatan tinggal lewat jalur utara. Ia tak sabar bertemu Hee-Ra dan membuat gadisnya bangga. Ah, pasti akan sangat menyenangkan berdansa dengan gadis itu. Se-Hun bahkan merasa terbang hanya dengan membayangkannya.

 

Kediaman Elliot memang cukup jauh, tapi untunglah Se-Hun mengendarai motor super cepat ini. Ia tidak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Senyumnya merekah saat kedua netranya menangkap wujud seorang gadis tengah berdiri di depan pintu sambil berjalan bolak-balik.

 

Shin Hee-Ra…

 

Ia pasti sangat khawatir…

 

Se-Hun mematikan mesin motor di depan Hee-Ra dan segera turun. Ia menenggelamkan gadis itu di pelukannya. Tepat seperti apa yang dikatakan olehnya tadi, Se-Hun pasti akan kembali dengan selamat.

 

“Terima kasih sudah kembali dengan selamat,” ucap Hee-Ra lirih. Ia membiarkan Se-Hun menciumi ubun-ubunnya sebagai perwujudan rasa sayang.

 

“Aku sudah menempati janjiku.” Se-Hun melonggarkan pelukannya dan menatap Hee-Ra lembut. “Bagaimana denganmu?”

 

Hee-Ra tertawa kemudian menyubit lengan kanan Se-Hun pelan. “Aku juga sudah memilih lagu yang cocok untuk kita.”

 

“Oke, kalian bisa melanjutkan setelah ini.” Vokal Elliot terdengar memecah kemesraan keduanya. Benar-benar tidak bisa mengerti perasaan seseorang. Menyebalkan.

 

“Berikan padaku,” tukasnya sambil mengulurkan tangan.

 

Se-Hun yang langsung mengerti segera memberikan flashdisk berisi file yang dicurinya dari markas pada Elliot. “Susunan organisasi serta cabangnya lengkap di sana.”

 

Mereka mengekori Elliot yang telah mendapatkan flashdisk digenggamannya masuk ke rumah. Segera Elliot memberikan benda tersebut pada Josse untuk diselidiki. Memang benar, seluruh anggota lengkap tertera di sana, tapi ada satu masalah, tidak ada alamat yang tercantum.

 

Josse berusaha melacaknya dengan membobol data pemerintah di seluruh dunia. Cukup berbahaya memang, tapi hanya ini satu-satunya cara. Ia mencocokkan data yang ada dengan semua orang dari seluruh penjuru dunia, namun nihil. Tidak ada satupun orang bernama Edward Crawford, bahkan sidik jarinyapun juga tidak terdeteksi di negara manapun.

 

Seriously?

 

Kenapa bisa seperti ini?

 

Elliot memukul meja penuh emosi. “Sial! Mereka pasti telah menyembunyikan datanya dari pemerintah sehingga kita tak bisa menemukan keberadaannya.”

 

“Menyembunyikan?” Se-Hun mendekat. “Apa maksudmu?”

 

Elliot memutar bola matanya frutasi. “Seluruh anggota organisasimu tak bisa dideteksi keberadaannya melalui perangkat ini. Bahkan Josse sudah mencoba menggunakan sidik jarimu, namun kau juga tak bisa ditemukan.” Ia menghela napas panjang. “Apa kalian memiliki alat tersendiri untuk berkomunikasi? Maksudku antar ketua cabang dengan pusat?”

 

Se-Hun terdiam, ia sibuk berpikir selama beberapa saat. Mengingat-ingat benda apa yang biasanya digunakan Leonardo untuk berkomunikasi dengan atasannya. Detik berikutnya matanya membulat sempurna.

 

“Ya, kami punya. Hanya Scott yang menggunakannya karena dialah pemimpin cabang organisasi kami.” Ia berhenti sebentar sambil menyebarkan pandangan ke semua orang yang ada di ruangan. “Dan dia berada di Makau sampai delapan hari kedepan.”

 

“Alatnya?”

 

Se-Hun tersenyum miring. “Selalu ada bersamanya.”

 

Elliot mengerti arti senyuman Se-Hun. “Well, siapkan tubuh kalian. Besok kita terbang ke Makau untuk mengatasi si brengsek itu.”

 

“Bagaimana denganku?” Hee-Ra memprotes. Ia tidak ingin tetap tinggal di sini sementara Se-Hun pergi ke Makau dan mempertaruhkan nyawanya. “Aku tidak mau tinggal di sini, aku ikut denganmu.”

 

Tentu saja jawaban yang sama keluar dari mulut Se-Hun. Terlalu berbahaya bagi Hee-Ra untuk ikut. “Tidak, aku tidak akan membiarkβ€””

 

“Kau boleh ikut,” potong Royce tiba-tiba. “Aku yang akan menjaganya untuk tetap aman,” lanjut Royce yang kemudian dibalas kedipan mata oleh Hee-Ra.

 

“Oke, semua sudah teratasi. Jadi lebih baik kalian tidur sekarang.” Royce memerintahkan.

 

Se-Hun tak bisa berkata-kata. Dalam satu sisi ia tidak ingin menempatkan Hee-Ra dalam bahaya, tapi ia juga tak mau meninggalkan gadisnya di London sementara Jasmine masih berkeliaran. Meskipun Elliot mengatakan tempat ini sangat aman, tapi tetap saja, Jasmine adalah gadis paling licik yang pernah dikenalnya.

 

Namun setelah mendengar ucapan Royce tentang kebersediaannya menjaga keselamatan Hee-Ra selama di Makau, Se-Hun bisa sedikit bernapas. Royce adalah orang super kaya yang pasti memiliki bodyguard dengan kriteria tinggi.

 

Saat mereka hendak pergi ke kamar, ponsel Hee-Ra berbunyi. Ia cukup kebingungan karena yang menghubunginya adalah Private Number. Awalnya Se-Hun berniat meraih ponsel tersebut dan mengangkatnya, tapi Hee-Ra sudah lebih dulu menekan tombol jawab dan mendekatkan ponselnya ke telinga.

 

Dalam beberapa detik kedepan, matanya membulat sempurna. Ia menatap Se-Hun kaku sambil menurunkan ponsel dari telinganya.

 

“Jasmine menghubungiku… dan dia bersama Jong-In.”

 

 

TO BE CONTINUED

Advertisements

29 responses to “[CHAPTER 29] SALTED WOUND BY HEENA PARK

  1. Jasmine nyulik jongin??gila yahh dia g kapok2 hahaha..kirain sehun bakalan bnr2 sukses bwa rahasia organisasinya ternyata……
    Duhh heera sweet bgt sih..bilang “aku memcintai mu oh sehun…

  2. Jongin sama jasmin??? Wahh dasar wanita gilaa! Si kamjong di sandra kah? Aduhhh konfliknya nambahh

  3. Okaaay,aku ga banyak komentar yg jelas speechless banget.setelah seneng gara” sehun berhasil untuk misi yg ini tiba” pas tau ulah si jasmine langsung GUBRAK……
    Keep writing un,aku nungguin banget ff ini

  4. Akhirnya sehun berhasil dan dia pulang dengan aman. Apalagi rencana jasmine sih, Kenapa juga jasmine gak nyerah juga mau dapatin sehun, apa jasmine nyulik jongin ya ? semoga heera dan sehun berhasil nyelamatin jongin

  5. Wow….😲😲😲😲😲wah jasmine sama jong in bicineom….
    adeh sehun hebat yak…. daebak deh buat sehun….
    adeh…knp appanya sehun ngijinin aj yak…ad ap dibalik semua in….
    ditunggi selalu authornim…gumawo udah dipost

  6. biarin aja lha jasmine mau ngapa2in jomgin yg penting hunra happy aja wkwk keren huuuuuu hunra sweet bgt

  7. Aksi Sehun bikin tegang untung dia berhasil keluar hidup hidup
    Itu Jasmine nyandera Jongin? Gimana kalau Jasmine membeberkan hubungan Sehun dan Hee Ra. Dibuat deg degan lagi nunggu part selanjutnya πŸ™‚

  8. sehun keren banget kayanya waktu ngadepin mereka haha and what? jongin? πŸ˜₯ udah ditinggal heera ketemu jasmine pula jadi kasian
    oke ditunggu next nya πŸ˜‰

  9. gk kuat aku serius… bayangin sehun smbil denger tokyo drift… ughhh DADDYYYY BANGET… AHHH OPPAAAA… si jasmine nyari masalah lagi, penggal aja palanya -,- keep writing and hwaiting authornim!

  10. Sumpahh chapter Ini greget parah, ngebayangin sehun kaya gitu, Jadi inget mv lightsaber πŸ™‚
    Keep writing yaa thor !!!

  11. INI YANG PUNYA BLOG EXOFFI? HAHAHAHA NGAPA NYASAR DIMARI??? KAN UDAH PUNYA BLOG SENDIRI, DAN “KATANYA” SIH ITU BLOG EXO TERBESAR DI INDO.. (?) TAPI KOK OWNERNYA JADI PEKERJA DIMARI?? GK MALU TONG?? GK PUNYA HARGA DIRI LU??? MAU NGEBACOT LU??? NJIR URUSIN BAWAHAN LU PLAGIAT SEMUA TUHHH!!!! NAJIS DAH GUAA

    FF JUGA DARI DULU GK KELAR KELARR… MALES GUA LIAT NAMA LU DI BLOG SKF.. MATI AJA SANA!!! PLAGIAT GK MAU NGAKU

    • Gasuka gimana gimana
      Gasuka gimana gimana
      Gasuka~
      Gasuka ke kiri? gasuka
      ke kanan? gasuka
      ke atas? gasuka
      ke bawah? gasuka
      senam gasuka~
      Kiri kanan atas bawah
      kiri kanan atas bawah
      dibalik
      bawah atas kanan kiri
      bawah atas kanan kiri
      UNCHHH~

    • LAH APA NGGAK BISA NGELAK DIA HAHAHA.. NGERASA OMONGAN GUA BENER SEMUA YAA MAKANYA NGGAK BISA NGASIH ALASAN LAIN… LOL BUANGEETTTTT
      UNCHHH~~
      MASIH LABIL NIH KAYAKNYA… CUMA LULUSAN SMP YA LU
      KETAUAN GOBLOKNYA KANN

    • Non Rosa, kamu kalau sakit, berobat coba. Aku kok kasian sama kamu, berbulan-bulan nyari perhatian dengan cara caci-maki orang-orang gini, tapi enggak dapet apa-apa dan enggak juga dinotis sama siapapun.
      Kalau kamu secara pribadi punya dendam sama anak-anak EXOFFI, monggo diselesaikan dengan cara yang rasional. Apa kamu pikir dengan cara kayak gini terus kamu bisa ngerasa puas karena dendam kamu terbalas, gitu? Enggak Non, kita enggak lagi main drama-dramaan menye yang kamu pikir tindakan kamu bakal ngebuat orang nangis darah karena kamu.
      Dan juga, aku rasa kamu secara pribadi punya dendam sama anak-anak EXOFFI. Jangan jadi pengecut, silahkan tunjukin diri kamu, enggak usah sok pake identitas palsu yang kamu malsuinnya aja masih enggak bener. Kita engga lagi main detektif-detektifan dimana kamu pikir kita-kita bakalan amazed sama kamu yang baru belajar bikin identitas palsu. Yang ada aku malah kasian. Kamu perlu bantuan aku nggak buat malsuin IP adress kamu itu? Biar drama yang lagi kamu mainin ini bisa makin seru, gitu. Kan lumayan kalo nanti kita-kita laporin kamu ke cyber crime, terus kamu dicari-cari polisi gitu, ciehh, baru tuh kamu bisa famous.
      Oh ya Non, omong-omong kamu rajin banget ya, sampe hafal satu-satu blog tempat anak-anak EXOFFI jadi staff juga. Mana kamu kayaknya sakit hati gitu ngeliat kita-kita ada di blog lain. Kenapa? Apa karena kamu enggak bisa diterima di blog manapun karena kamu itu nggak berkualitas? Aduh, aku kok jadi makin kasian sama kamu Non, pasti kepribadian kamu yang kayak gini ini yang buat orang-orang enggak ada yang betah sama kamu. Jadi orang kok jahat banget, kamu kira dengan jadi orang jahat kayak gini, kamu bisa menginspirasi orang lain?
      Kamu juga penulis fanfiksi kan? Tapi kamu pake identitas lain buat nyerang orang-orang secara cyber kayak gini, pake acara pura-pura jadi pembaca segala. Dikira ini di drama korea gitu terus kamu bisa ngerusak mental orang gara-gara tulisan? Idih, ini bukan drama korea, kali, kalo mau terkenal enggak usah nyampah dengan hal gak berfaedah.
      Atau kamu mau alasan kalo kamu enggak mau pake nama pena karena takut nanti fanfiksi kamu diplagiat? Aduh, pikir ulang deh kalo kamu takut karena hal begituan. Sayang banget, aku udah bisa tebak kalo orang yang nulis fanfiksi modelnya begini, fanfiksi kamu pasti enggak berkualitas sampe-sampe enggak ada yang sudi buat baca, enggak ada yang sudi buat komen, dan najis juga buat diplagiat. Jangan-jangan aku bener ya? Sampe akhirnya kamu sakit ati kayak gini terus ngeluapinnya dengan cara kayak gini. Aduh, kasian kamu Non, kayaknya kamu itu β€˜sampah’ banget ya di dunia maya.
      Terus ya, emang apa masalahnya sama fanfiksi yang enggak kelar-kelar? Kamu pasti enggak tau konsepnya nulis fanfiksi ya? Semakin panjang dan rumit cerita itu, makin membuktikan kalau penulisnya punya otak yang berkualitas dan punya bakat untuk menulis cerita yang membuat pembaca tertarik. Coba kamu liat, apa pembaca lain mikir kalo fanfiksi ini makin jelek makin kesininya? Aduh, kamu yang β€˜sampah’ masa bisa paham sama tulisan yang berkualitas dan yang enggak. Kamu yang kelakuan dan tulisannya kayak β€˜sampah’ gni memang bisanya cuma iri aja. Karena kamu iri jadi kamu frustasi kayak gini.
      Oh ya Non, jangan suka nyuruh orang buat mati. Emang kamu tau rasanya mati sampe bisa seenaknya nyuruh orang buat mati? Kamu itu siapa sampe punya keberanian buat nyuruh orang mati? Tuhan aja enggak seenaknya nyuruh orang mati, malaikat aja masih pamit dulu ke pemilik nyawa kalo mau nyabut nyawa. Jangan sembarangan ngomong loh Non, awas aja kamu sering-sering nyuruh orang mati, taunya nanti kamu duluan yang mati. Hati-hati loh, kamu mungkin bisa bohongin orang-orang di dunia maya, tapi Tuhan enggak tutup mata.

      • sabar atuh kak irish :”D sini adek peluk{} unchhh, ppl ppl macem diamah kalo dikasarin makin seneng, mending kita recehin aja bcs we are wkwkwkland /?

      • Aku gerah liatnya budir -_- kelakuannya persis anak alay SD yang pacaran suka manggil ayah bunda ke pacar –”
        Untung aja budirku berbudi mulia :”)

  12. EH TERSANGKA UTAMANYA MUNCULLL… SRI WELAS HAHAHAHA
    ADUUHHH INI BUKAN BLOG LU YAA, KALO KOMEN JANGAN PANJANG-PANJANG UDAH KAYAK MENULIS BEBAS AJAH HAHAHA.. MENDING WAKTU LU DIBUAT BELAJAR LEBIH GIH SANA BIAR GAK PLAGIAT MULUUU….GAK MAU NGAKU LAGI
    LOL BANGETTT

    • Cieh anak alaynya udah punya kuota :v hakhak. Chukkae!
      Eh btw suka2 dong ya mau komen sepanjang apa juga :”) biarpun komenku panjang tapi berfaedah, daripada komentarmu gak faedah :”) lagian komentar itu hak asasi manusia.
      Eh kamu mah hewan jadi gapaham konsep hak asasi manusia ya say :”)
      Kasian juga loh aku sama kamu karena ff nya gak laku dan gak ada yang mau plagiatin :’D
      Pukpuk sini say {}

  13. makin di scroll ke bawah makin deg degan soalnya takut sehun gagal tapi hamdalah akhirnya berhasil juga wkwkwk

  14. tapi pas udah tenang2 nya masalah muncul lagi dari si psycopat jasmine gila ya dia segitu cintanya sama sehun tapi sih itu mah bukan dibilang cinta sekarang apa jongin dibawa2 dasar cewek sinting

  15. Keren bgt bgt bgt dah alat-alatnya… speechless, jadinya πŸ‘.. Sehunnya juga, lebih keren lagi πŸ˜πŸ‘πŸ‘.
    Yaah :(, gk jadi deh Hee-Ra nepatin janjinya πŸ˜’. Jasmine, ya.. udah ajalah, oke? Ngalah aja sama mawar nya Sehun -Hee-Ra- *jadi ngomongin bunga :v. abaikan.. Kai, hati-hati ya πŸ™‹… Gomawo lagi, Ayah Sehun ^^.
    Hee-Ra harus cepet lepasin salah satu dari Sehun atau Jongin… Biar mereka gk terluka lagi πŸ˜‡..
    Semangat next nya, Eonni! 😊
    *late 😭

  16. Aduhh jasmine. Gak ada bosennya yaa ganggu hidup orang terus, udah jelas jelas sehun nolak dia masih aja ngejar ngejar kaya apaan ajaa. Rada kasian sama jongin, udah hubungannya ngegantung gitu, hee ra nya juga udah berpaling ke sehun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s