Love Sound Track – GOT7 [See The Light]

Cast : Jackson [GOT7] & You | Genre : Fluff, Romance

Rating : PG-13 |

Recommended Song : See The Light – GOT7

 

Sometimes I worry because you shine too brightly
Other guys look at you I don’t like that at all
Because the way you dress and your body
Makes the guys go crazy including me
No for need high heels
Just jeans and sneakers
And a little bit of accessories
Just wearing a T shirt you’re perfect baby
I like you like this I got some more to say
When other guys just look at you

-o0o-

Jackson hanya bisa menghela nafas sekali lagi, kali ini ia berdiri dan membuka pintu belakang mobil lalu mengambilkan jaketnya lalu memberikan kepadaku. Sejak tadi aku keluar dari kamar sampai di depan mobil selalu saja dia ribut seolah tidak ada hari esok untuk memberikan ceramah padaku.

Aku menerima jaketnya dengan wajah bingung dan ragu.

“Untuk apa kau berikan jaketmu?”

Jakson berdecak sebal,”Kau pakai saja. Tadi aku lihat di berita cuaca kalau hari ini akan ada angin kuat. Kemungkinan dengan perputaran angin seperti itu akan menerbangkan beberapa benda di sekitar.”

“Hah? Jakson, tidak akan ada angin di sana.”

“Berita cuaca memberitahunya. Akurasi beritanya itu bisa sampai 85% tepat.”

Aku pun memandang antara sebal dan tidak kuasa melawan argumen pria ini. Jakson memang kekasih yang lucu, ceria, namun ada sifatnya yang terlalu aktif sehingga terkesan menyebalkan. Kepribadiannya yang selalu membuatku mengalah. Ditambah ekspresi wajah menyedihkan dan minta dikasihani kalau aku membata ucapannya.

Dengan berat hati, aku memakai jaket merah pemberiannya,”Tapi aku bisa buka sampai di sana, kan?”

Of course not. Kalau kau nanti terbawa angin bag

aimana? Aku jadi sendirian, kalau aku sendirian lalu aku tidak akan punya pacar. Kalau aku sampai tidak punya pacar lalu akan sama seperti Mark. Kalau aku sama dengan Mark berarti aku tidak punya pacar.”

Aku hanya bisa tersenyum datar mendengarnya. Ia mulai bertingkah lagi dengan candaannya. Aku membuka pintu mobil tanpa suara atau merespon disusul Jackson langsung menyalakan mobil. Tidak ada pembicaraan sepanjang perjalanan sampai tangan Jakcson menarik kantong karton bewarna cokelat dari belakang dan meletakkan di atas tangannku.

“Owhh, sepatu olahraga baru…”Ucapku penuh kagum saat membuka bungkusannya. Nike terbaru yang hampir membuat air liurku terjatuh 3 hari yang lalu dan sekarang sudah ada digenggamanku.

“Kau suka?”

Aku mengangguk,”Uang pesangon lomba kemarin saja tidak cukup untuk membeli ini makanya aku tunda dulu. Luar biasa. Xie-xie Wang ge.”

Jakson mengulurkan tangannya dan mengusap kepalaku dengan senyuman manis di bibirnya. Ini lagi yang selalu membuatku jatuh hati sampai tidak berbentuk kepadanya. Rambutku bisa langsung gugur saat hangat telapak tangannya menyentuh ubun-ubun.

“Akan kupakai saat pertandingan badminton di Jepang b

ulan depan.”

“Hah? Selama itu? Yang benar saja?”

Keningku mengeryit bingung sesaat setelah mobil kami terparkir di tempat tujuan yaitu gedung Coex.

“Sepatunya dipakai sekarang saja.”

“Jakson? Maksudmu aku ganti sepatuku dengan sepatu ini?”

“Aha.” Ia mengangguk mantap. Tatapannya mendesakku untuk melakukan hal konyol sesuai dengan permintaannya. Penilaianku untuk keromantisannya berubah lagi 180 derajat dari yang kuucapkan sebelumnya. Oh, mati saja aku.

“Aku tidak mau pakai ini. Kau sudah memaksaku pakai jaket sekarang mengganti sepatuku dengan sepatu olahraga. Yang benar saja.”

“Memang aku benar. Tidak ada yang salah. Ayoo, pakai. Kau lebih manis pakai sepatu seperti itu.”

“Tidak akan.”

“Oke. Kita pulang sekarang. Aku hubungi managermu dulu ya bilang kau tidak bisa hadir di—“ Aku menutup mulut Jakson dengan telapak tangan. Bibirnya kutekan dengan sekuat tenaga karena kekesalanku. Jakson yang keras kepala tidak akan terkalahkan olehku,seperti boneka aku menurut lalu menggantikan sepatuku dengan sepatu olahraga tadi.

Impianku malam ini hancur sudah. Rasanya aku tidak bisa menutup mata dan wajahku sekarang menahan rasa malu saat beberapa pasang mata mengarah padamu dengan tatapan meneliti, menilai, mengevaluasi, dan menertawakan. Jakson yang di samping tampak santai dengan jas dan kemeja yang membalut sempurna perawakan tubuhnya.

“Oh shit, ada kejuaraan badminton dengan gaun malam sekarang?”

Suara Amber—salah satu staff di perusahaan penanggung jawab atlet tempatku bernaung menyentakkanku.

“Ini namanya trendsetter. Lihat. Di perlombaan ke depan harusnya ada pengembangan dari segi kostum badminton. Gaun, jaket, dan sepatu sneaker. Keindahan dan sporty akan terpancar sama-sama.” timpal Jakson dengan mengembangkan teori –asal jadinya— kembali. Amber tertawa puas lalu pergi meninggalkan kami. Jika saja aku melihat rupaku di kaca pasti responku akan sama seperti Amber.

“Kau mau buat aku malu dengan trendsetter seperti ini?”

“Coba kau lihat sekelompok pria di depan kita.”

Tak menjawab, ia malah menyuruhkan menoleh ke 3 orang pria yang memang menatap ke arah kami. Lalu gantian aku melirik ke Jakcson dengan rahangnya yang mengeras. Ouh, cemburu? Aku awalnya tidak yakin sampai Jakson menggenggam tanganku.

Jealous?”

“Ya.” Jawaban sesingkat itu tiba-tiba membuat jantungku berhenti berdetak disusul nafas yang terputus. Guratan cemburu tadi memang jelas terpancar dari sorotnya.

“Harusnya kau pakai kaos seragam lombamu, rambut dan wajahmu tidak usah didandani. Jangan pakai gaun malam atau apapun pakaian tanpa lengan di acara apapun. Pesta atau bagaimanapun. Hah, aku sudah yakin ini pasti aku—jadi merana.”

Ntah kenapa ucapan putus asa Jakson membuat sesuatu yang tenang dan hangat mengenai hatiku. Ribuan kupu-kupu terbang di perutku lalu seperti membuatku melayang sekarang. Aku menatap ke bawah lantai, terpaut pada kakiku yang sudah memakai sneaker  dan jaket merah menyala menutup gaunku yang memang tidak berlengan.

“Jadi—“

“Aku tidak suka pria lain menatapmu dengan cara berbeda. Apapun itu.”

Fix. Aku butuh ambulan dan tabung oksigen sekarang. Ternyata Jakson punya alasan memaksaku memakai pakaian yang sebenarnya tidak layak digunakan di pesta malam seperti ini. Sungguh, aku butuh UGD sekarang. Sekarang. Jakson adalah penyebabnya. Ahh, tidak salah aku jatuh hati pada pria tidak masuk akal ini.

–kkeut

Original Sound Track

Saya kembali telah genap selama 1 tahun. Oleh-oleh kedatangan saya kembali jeng-jeng-jeng GOT7. Selamat menunggu dan menikmati love sound track dari GOT7.Terimakasih. Tinggalkan komentar dan likenya. Hug and kiss umuach

Joo

Advertisements

6 responses to “Love Sound Track – GOT7 [See The Light]

  1. Pingback: Love Sound Track – GOT7 [See The Light] – My Life Is Chit Chat·

  2. Ohh oke fix, aku baper.
    Halo kak! Miss you so much. Akhirnya comeback. *hmm iya gak sihh* udah sekian lama aku nunggu karya2mu itu, series2mu itu. FF sehun mu yg selalu bikin susah move on. Sekarang hadir dg jackson got7. Aku jg suka. Feel bgt. Masih ttp sukses walau beda cast.. Akkkk ditunggu karya selanjutnya.

    • Hai Hoonlover. Miss semuanya juga. Ciat, akhirnya comeback juga hahha.. Aihh jadi malu. Terima kasih sudah baca. Jackson akan membawa kita ke dunia romansa sesungguhnya, ahahah.

  3. Aduh duh jackson sweet bngeeett >.<
    aku seneng ada ffnya jackson, soalnya jarang ada ff castnya diaa 😦

  4. Aduh duh jackson sweet bngeeett >.<
    aku seneng ada ffnya jackson, soalnya jarang ada ff castnya diaa 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s