LOVELINESS (Chapter 14) – First Love Filed

LOVELINESS (Chapter 14) – First Love Filed

| Main Cast : Exo’s Kai and Han Yurin/OC |

| Support Cast : Im Jae Bum a.k.a GOT7’s JB

Kim Young Won a.k.a C-Real’s Chemi

EXO’s Member |

You Can Find if you Read

| Genre : Romance & Drama | Ratting : Pg-16 | MultiChapter |

Poster By:  Arin_Yezzy @PosterChannel

Loveliness | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |10 |11| 12|13

A/N : Original story By Kainear so STOP PLAGIAT! Sorry if you find typo and enjoy this FF thanks for all J jangan lupa ninggalin jejak kalau memang kamu adalah

“GOOD READER”

Bolehka sekarang Yurin mengakuinya. Dipikiran Yurin hanya tentang Kai dan ia merasa apa yang Kai lakukan padanya selama ini berhasil membuatnya jatuh lagi. Walaupun masih ada rasa takut setelah kejadian dengan JB tapi ia merasa tak ingin menutup hatinya lagi jika itu adalah Kai.

Yurin memandang Kai dengan lekat yang sedang tertidur kemudian ia menundukkan badannya dan mencium kening Kai lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Kai mencoba membisikkan sesuatu.

“Kurasa aku menyukaimu Kai” bisiknya.

…………………..

Matahari pagi membuat Yurin memenjapkan matanya beberapa kali mencoba untuk sadar dari tidurnya. Sadar. Matanya berbulat saat mendapati Kai kini masih tidur disampingnya. Ia tak mengingat jika ia tidur di kamar tadi malam, ingatan terakhirnya adalah saat Kai mulai tidur di Sofa dan dia juga mulai tertidur. Ia tak pernah ingat akan bangun dan tidur dikamar sekarang.

Ia kemudian duduk terbangun memeriksa pakaiannya dan betapa ia lega saat merasa bajunya masih tak pernah tersentuh ataupun terbuka sedikitpun. Kemudian dia menatap tajam Kai. yah kemungkinan terakhir yang terjadi adalah Kai lah yang membuat keduanya kini tidur pada ranjang yang sama.

Yurin mulai memperbaiki rambutnya yang acak-acakan dan kemudian mulai beranjak dari kasur jika saja sebuah genggaman tangan Kai membuat Yurin kini berhasil terbaring tepat disamping Kai.

Yurin membulatkan matanya saat Kai menatapnya dengan tatapan tajamnya.

“Mwo?” Tanya Yurin dengan sedikit berteriak.

“Apa kau sangat menyukaiku?” Tanya Kai dengan smirknya.

Entah mengapa Yurin merasa bahagia saat melihat Kai dengan smirknya karena itu bertanda kalau Kai saat ini sudah baik-baik saja.

“Maksudmu?”

Kai mendekatkan wajahnya mencoba menggoda Yurin “Yang tadi malam kau katakan”

Mata Yurin berbulat, ia ingat, ia ingat saat mengakui kalau Ia menyukai Kai tapi ia tak ingin Kai benar-benar mendengarnya.

Wajah Yurin mulai memanas apalagi Kai mulai mendekatkan wajahnya kearah Yurin membuat perempuan itu tampak sangat malu.

Tiba-tiba saja tatapan Kai berubah. Tatapannya menjadi hangat dan lekat. Bahkan Yurin terhanyut dengan tatapan Kai. Kai mulai membelah wajah Yurin dan tangannya yang satu memegang erat tangan Yurin.

“Kau tau, aku adalah laki-laki yang sulit sekali mengungkapkan perasaan. Tapi karena tadi malam kau bersedia mengungkapkannya maka aku akan ungkapkan bagaimana perasaanku”

Tanpa aba-aba Kai mencium kening Yurin lama, kemudian turun mencium kedua mata Yurin lalu mencium bibir Yurin lembut. Yurin hanya bisa menutup mata dan membiarkan semuanya terjadi. Mungkin ciuman inilah ciuman terlembut yang pernah Yurin rasakan saat Kai menciumnya.

Kai benar-benar tak terkontrol ia tau jika ia tak melepas ciuman mereka maka ia tak tau bagaimana dia akan berhenti sampai disitu. Dengan mengumpulkan semua tenaganya ia menyudahi morning kiss mereka berdua membuat keduanya kini saling menatap intens.

“Aku menyukaimu Han Yurin”

Ucap Kai dengan nada yang lembut kemudian menarik Yurin kedalam pelukannya.

 

……………………………

Yurin dengan langkah yang pasti menuju galerinya. Beberapa orang masih menatapnya dengan tatapan mematikan tapi ia tak acuh dengan hal itu. Yurin bersenandung kecil seraya berjalan melewati kodiror kampus, ia bohong jika ia tak mengatakan tak bahagia atas yang terjadi tadi pagi.

“YAK Han Yurin” sebuah teriakan membuat Yurin memutar bola matanya. Yah siapa lagi yang punya suara cempreng selain Min Ra.

Min Ra kemudian merangkul Yurin.

“Kau sepertinya bahagia?” Tanya Min Ra dengan wajah yang selidiknya

“Semua orang berhak bahagia Min Ra”

“Bukannya beberapa minggu ini kau sangat kacau, yah maksudku semenjak kau dan Kai tak berhubungan lagi…”

“Atau jangan-jangan kalian berdua?” Min Ra menatap Yurin yang hanay diam menghendikkan bahunya lalu berlari meninggalkan Min Ra.

“Yak apa kalian benar-benar pacaran sekarang?” teriakan Min Ra membuat beberapa mahasiswa kini menatap keduanya Aneh.

…………….

“Sudah kuduga” ucap Min Ra seraya memainkan pipetnya pada minumannya. Setelah Yurin menceritakan semua hal yang terjadi pada Yurin beberapa hari ini, Min Ra terus menampakkan wajah tak percanya.

“Aku kasian dengan gadis bernama Namjoo itu” Yurin hanya mengangguk dan berdehm.

“Kalian tau apa kemiripan kalian berdua?” Tanya Min Ra dan Yurin berpikir namun tak mendapati jawabannya. Min Ra hanya menggelengkan kepalanya menatap Yurin yang tampak masih berpikir.

“Kalian sama-sama terjebak pada cinta pertama kalian. Kau terjebak pada JB dan Kai terjabak pada Namjoo. Tapi benar kata orang-orang cinta pertama tidak akan pernah berhasil”

Ungkapan Min Ra membuat Yurin terdiam dan mencernah apa yang dikatakan sahabatnya dan menurutnya memang benar. Kai dan dirinya dipertemukan tak sengaja dan keduanya terjabak pada cinta pertama masing-masing.

“Hei”

Tiba-tiba sebuah suara membuat keduanya berbalik dan mendapati Sehun dan Dio kini dihadapan Min Ra dan Yurin.

“Hei” Yurin membalas sapaan mereka.

“Dio kau baik-baik saja?” Tanya Yurin sesaat tatapannya dengan Dio bertemu. Dio hanya tersenyum dan mengedipkan satu matanya menandakan kalau ia baik-baik saja.

“Kurasa kalian berdua kesini pasti punya maksud dan tujuan bukan?” Tanya Min Ra menatap Sehun dan Dio bergantian.

“Aku dan Dio mau mengundang kalian camp”

Mata Min Ra berbulat. Bahkan setelah itu dia tampak sangat bahagia.

“Benarkah?” Dio dan Sehun hanya mengangguk

“WOW daebak” Min Ra masih ta percaya, sedangkan Yurin tersenyum melihat bagaimana reaksi dari sahabatnya ini.

“Bagaimana, kalian join?” Tanya Sehun.

Min Ra hanya mengangguk kegirangan sedangkan Yurin hanya tesenyum. Ia tak bisa langsung mengambil keputusan, kau tau bukan ayah-nya yang ia takuti sekarang tapi Seung Yun, bisa dibilang dia adalah kakak yang paling memprotec Yurin dari segala macam gangguan.

“Ada apa Yurin?”

“Aku harus meminta Izin kakakku” ucap Yurin

Min Ra memukul pelan jidatnya, ia lupa jika Seung Yun akan sulit memberi izin jika mengenai seperti ini.

“Ahh matta Seung Yun Oppa” ucap Min Ra dengan raut wajah pasrah.

Belum selesai mereka berbicara sebuah suara meneriaki Sehun membuat keempatnya berbalik dan tampak Chanyeol kini memanggil mereka. Yah, Sehun lupa kalau sekarang seharusnya ia sudah berada dilapangan basket sekarang karena ada pertandingan.

“Nanti kita akan bicarakan” ucap Sehun lalu berlari mengikuti Chanyeol.

“So?” Min Ra menatap Yurin dan Dio bergantian. Namun keduanya hanya menatap Min Ra heran. Oh ayolah ada apa dengan mereka, maksud Min Ra adalah mengajak mereka pergi menonton basket.

“Nonton pertandingan” ucap Min Ra seraya memutar bola matanya membuat keduanya tertawa dan mengangguk menyetujui.

…………….

 

Seperti biasa keadaan lapangan basket indoor di fakultas seni kini tampak sangat riuh. Suara teriakan perempuan mendominasi keriuhan dilapangan basket. Yurin dan Min Ra kini duduk ditengah-tengah para penonton di tribun sebelah kiri sedangkan Dio kini bergabung dengan team di bawah bersama teman-temannya.

Tap

Mata Yurin dan Kai saling bertemu. Yurin hanya tersenyum simpul sedangkan Kai hanya mengangguk setelah itu dia lanjutkan berbicara dengan Dio. Min Ra yang melihat pemandangan itu hanya menggoda Yurin dengan menyikut Yurin.

Permainan dimulai untuk kuarter satu dan dua kini didominasi oleh Tim Chanyeol, permainan-pun kondusif namun tiba-tiba Kai didorong hingga dia terpentang dan keluar dari lapangan. Pemandangan itu membuat mata Yurin berbulat.

Kai kemudian bangkit dan mencengkram kerah baju laki-laki yang bernama Joon . keduanya tampak bertatapan tajam dan dengan sigap Chanyeol melerai keduanya sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kau kenapa huh?” teriak Kai masih berusaha mendekat kearah Joon. Sedangkan Joon hanya tersenyum mmengejek seraya menatap tajam Kai.

Tanpa membalas ucapan Kai dan berlalu meninggalkan lapangan tanpa menyelesaikan pertandingan. Semua pasang mata hanya menatap heran pada Joon dan Kai.

Setelah itu pertandingan akhirnya di lanjutkan dan Tim Chanyeol berhasil meraih kemenangan.

“KAI”

Teriak perempuan-perempuan yang berada di sekitar Yurin. Untuk beberapa saat Yurin menatap mereka dengan tatapan tak suka-nya. Apa ia tak boleh sombong sekarang? Maksudku well, Yurin dan Kai kini sudah menjalin suatu hubungan jadi otomatis semua tentang Kai seharusnya berhubungan dengan Yurin tapi karena Yurin adalah tipe perempuan yang tak suka kehidupan pribadinya diumbar jadi seperti ini memang resiko menjadi sosok special untuk seorang yang cukup terkenal.

Handphone Yurin bergetar menandakan sebuah pesan masuk membuatnya mengalihkan pandangannya.

From: Kai

Tunggu aku di ruang latihan.

Yurin mengkerutkan dahinya. Ia bingung tak mengerti dengan kata ruang latihan.

From: Kai

Ruang latihan Dance, Bodoh. Kau jelek dengan wajah bingung begitu

“Mwo? Bodoh, Ah jinja”

Yurin menatap tajam sebentar Kai yang kini menatapnya namun kemudian dia berdiri dan mengabaikan tatapan Kai membuat Kai hanya tersenyum kecil.

“Bodoh”

“Yurin-ah mau kemana?” Tanya Min Ra dengan raut wajah menyelidik. Namun Yurin hanya memutar bola matanya dan Min Ra tau itu pasti mengenai Kai

………..

Yurin berjalan dengan santai di koridor, keadaan koridor sedikit ramai karena beberapa dari penonton pertandingan kini berhamburan keluar dari lapangan. Sebelum Yurin ke ruang latihan, ia berniat untuk mengambil barang-barangnya di lokernya.

Mata Yurin berbulat saat mendapati lokernya tak terkunci bahkan yang membuatnya lebih terkejut saat melihat isi lokernya tak karuan, mulai dari buku yang robek, foto yang tertempel di lokernya dicoret menggunakan cat merah dan yang membuatnya tak bisa bernafas adalah Kameranya, yah kamera dari sang mendiang Ibu yang kini rusak dan tak berbentuk.

Ia mash diam tak bergeming, nafasnya naik turun, badannya bergetar bahkan ia merasa pasokan oksigennya terasa habis.

Dringgg

Bunyi handphone-nya menyadarkannya dan melirik nama yang kini tertera pada layarnya. Tangan Yurin begitu bergetar saat mencoba untuk menjawab telepon dari Kai.

“Yurin, neo eodiga?”

“Kai” Yurin kini terisak ia tak kuasa menahan tangisnya. Ia kini merosot duduk dengan kamera yang hancur tak berbentuk pada pelukannya.

Belum sempat Kai mebalasnya Yurin kini menjatuhkan handphone-nya dan tak menjawab teriakan Kai.

Eomma” tangis Yurin kini pecah. Bahkan beberapa orang kini menatap Yurin dengan heran.

………………….

Kai

Suara isakan Yurin membuat Kai menegang. Yah siapapun akan kaget jika ada seseorang yang menelponmu dengan keadaan seperti itu.

“Yurin” panggilnya namun Yurin tak menjawab dan sambungan telepon-pun terputus. Dengan langkah yang pasti Kai kemudian keluar dari ruang latihan masih dengan menggunakan baju basketnya membuat beberapa perempuan menjerit saat mendapati Kai.

Kai berlari menuju tempat loker dan kini matanya memenuhi keadaan Yurin yang benar-benar tampak sangat rapuh. Ia menangis dengan badan yang terduduk lemas.

“Yurin” panggil Kai lalu mendekat kearah gadisnya namun tak ada respon yang Yurin berikan. Sampai pada Akhirnya Kai menyadari loker Yurin kini berantakan, ia bahkan melihat beberapa pecahan lensa kamera milik Yurin.

Mata Kai berbulat saat melihat kamera yang kini Yurin genggam dengan kuat hingga tampak darah mengalir dari telapak tangan gadis itu karna serpihan lensanya. Yah, Kai tau betul sejak kejadian ia menyandera kamera Yurin, kamera itu adalah segalahnya bagi Yurin. Karena kamera itu adalah hadiah dari sang mendiang Ibunya.

Kai kemudian terduduk dihadapan Yurin membawa tengkuk gadis itu hingga membuat tatapan meraka bertemu. Dengan sigap jemari Kai menyerka air mata Yurin yang masih terus mengalir. Ini adalah kali kedua Kai melihat Yurin seperti ini setelah kejadiannya dengan Jaebum.

Rin-ah” ucap Kai dengan sangat lembut

Tanpa aba-aba Yurin kini memeluk Kai dengan sangat erat dan menangis sejadi-jadinya. Beberapa orang sempat histeris melihat kejadian itu tapi Kai mengintruksikan dengan matanya agar semuanya pergi.

Eomma”

…………

Yurin menatap Kai dengan sangat intens memperhatikan semua gerak gerik laki-laki itu mengobati luka Yurin. Mereka kini berada di apartemen Kai. keduanya hanya diam, Yurin yang terlalu sibuk dengan pikirannya dan Kai sibuk mengobati telapak tangan Yurin yang terluka.

Setelah Kai selesai mengobati luka Yurin, tatapan mereka bertemu. Tak ada yang memulai pembicaraan. Kemudian dengan gerakan yang lembut Kai membelai wajah Yurin seraya membenarkan poni gadis itu dengan telaten.

“Aku benar-benar benci melihat mu seperti ini” ucap Kai sambil menatao intens Yurin.

Mianhe

Yurin kembali menangis. Dadanya masih berdegup dengan kencang jika mengingat Ibu-nya.

“Yurin”

Yurin mengangkat kepalanya lalu menatap Kai.

“Aku akan membalas orang yang membuatmu seperti ini” ucapnya pasti seraya mengepalkan tangannya kuat.

Ani, jangan melakukan apapun…”

“…a.aku sudah merelakannya” ucapan Yurin mengacu pada kameranya. Sangat berat jika ia mengingat kamera itu karena peninggalan sang ibu namun sekarang apa yang bisa dia lakukan? Membalas dendam? Ia tak ingin menyakiti orang seperti orang menyakitinya. Yah benar, kata Ibu-nya

jika seseorang memperlakukan mu dengan tidak baik jangan biarkan dirimu membalasnya tapi maafkanlah karena yakin sesuatu yang lebih indah mungkin sedang menunggumu saat ini”

Yurin percaya itu jadi mau bagaimana-pun ia tidak ingin masalah ini dipermasalahkan apalagi ia tak ingin Kai mengatasinya karena ia tau betul jika tempremen laki-laki itu sedikit bermasah.

“Aku tak bisa membiarkanmu seperti Yurin, ini membahayakanmu” ucap Kai melemput dan Yurin menatapnya dengan intens.

Perempuan itu kemudian tersenyum lalu menatap Kai.

“Bukankah kau ada bersamaku?” Tanya Yurin

Kai kemudian mengenggam tangan Yurin dengan erat lalu mengangguk dan tersenyum kecil.

Mungkin karena kehadiran Kai membuat Yurin sedikit bisa menengkan dirinya. Ia setidaknya tak separa waktu meninggal ibu-nya dan putus dari JB. Kelakuan Kai yang benar-benar berubah menjadi sosok yang sangat lembut membuat Yurin benar-benar bersyukur Kai ada di sampingnya saat ini

Gomawo Kai” ucap Yurin

……………….

Kai menatap Yurin yang kini sudah terlelap tepat disampingnya. Kai kemudian meminggirkan mobilnya lalu menelpon seseorang, wajahnya tampak sangat serius.

“Sehun, kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?” Kai menatap lekat Yurin yang terlelap dengan kepala yang menyandar pada kaca jendela mobil.

Setelah memutuskan telepon, Kai kemudian memperbaiki posisi kursi Yurin sehingga gadis itu bisa tidur dengan nyaman.

Aku akan menemukan orang yang membuatmu seperti ini Yurin

………..

Seung Yun hanya menatap heran Kai yang baru saja mengantar adiknya Yurin ke kamar.

“Bisa kau jelaskan?” Tanya Seung Yun dengan tatapan menyelidikinya.

“…maksudku tanganya, kenapa bisa terluka?” lanjutnya.

“Seseorang mengerjainya” balas Kai.ia menatap pasti ke arah Seung Yun tanpa ada rasa ragu-ragu sedikitpun.

well, aku berharap ini semua bukan karenamu”

Kai kini tau mengapa Yurin bergitu takut pada Seung Yun, ini semua karena sikap protektif dari laki-laki yang berprofesi sebagai dokter ini.

“Aku, akan menjaganya. Kurasa hanya itu yang bisa kukatakan”

Jika jujur baru kali ini Seung Yun mendapati sosok yang menatapnya tanpa ragu sedikit pun apalagi mengenai adiknya. Seung Yun pernah dengar cerita Chanmi kalau adiknya mungkin suka dengan Yurin namun ia tak menyangka kalau Kai tampak sangat serius.

“Kau boleh pergi dan terima kasih sudah menjaga Yurin”

Kai hanya mengangguk meninggalkan Seung Yun. Namun baru beberapa langka Kai kemudian berbalik menatap Seung Yun.

“Mulai sekarang, kau harus percaya padaku hyung” ucapnya lalu pergi meninggalkan Seung Yun yang diam tanpa merespon.

Setelah Kai pergi, Seung Yun tersenyum tipis. Yah mungkin sifat Kai sedikit bermasalah tapi ia tak tau mengapa kepercayaannya begitu mudah dia berikan pada sosok seperti Kai.

……….

Min Ra kini menatap heran Yurin. Yah keduanya kini berada di kantin. Beberapa orang melirik Yurin kini yah berita bahwa Yurin dan Kai kini menyebar sejak kejadian kemarin membuat beberapa perempuan melontarkan smpah serapa pada Yurin.

“Jadi bagaimana dengan kamera?” Tanya Min Ra dengan pelan

Yurin masih diam, yah untuk beberapa saat ia sedikit menghayal.

“Hei, Han Yurin”

“Ah, Kamera? Semua akan baik-baik saja. Oppa akan membelikaku yang baru”

Min Ra hanya mengangguk, ia tau kondisi Yurin masih tak baik. Sebagai sahabatnya ia tentu tau jika kamera Yurin adalah benda berhaga baginya. Min Ra kemudian melirik tangan Yurin yang masih berbalut dengan perban.

“Apa baik-baik saja?” Tanya Min Ra seraya melirik luka tangan Yurin dan gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.

Byurrrrr

Mata Min Ra berbulat saat mendapati kini Yurin sukses basah kuyup akibat seember air yang sengaja ditumpahkan beberap perempuan sambil tertawa.

“YAKK, FUCK YOU ALL”

Baru saja Min Ra akan mengahajar perempuan yang tadi tertawa namun Yurin kini bangkit dari duduknya dan langsung menampar salah satu dari perempuan itu. Yah Min Ra baru melihat sisi Yurin seperti ini, yah sisi pemberontak Yurin.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HUH?” teriak Yurin

 

TBC

 

A/n: Heii. wuaa maafkan Author yang berjanji palsu ini yah, kemarin kalau tidak salah aku janji bakalan selesaikan loveliness dalam bulan puasa tapi maafkan diriku karna keadaan author drop jadi harus masuk RS dan tidak sempat upload. mohon bersabar yahh guys. eh jangan lupa RLC yah habis baca. aku cinta kalian 🙂

 

 

Advertisements

8 responses to “LOVELINESS (Chapter 14) – First Love Filed

  1. astaga siapa orang gila yang ngrusakin kamera yurin dan sekarang makin banyak yang membenci yurin karna kedekatannya dengan kai paling ornag juga gk jauh” dari yurin dan kai

  2. Nah loh, Yurin marah,
    Orang sabar juga ada batasnya, Yurin mungkin cape jadi orang sabar terus.
    Yang ngerusak kameranya Yurin, terkutiklah kau,, hahahaha

  3. Heiii km skit???? Trus skrng k adanya gmn. Udh bsa post udh smbuh betulkah????? Sehat trus yh
    Aduhhhh….. kok Yurin nya d bully muku gk tnggung2 lg d dpan bnyak org. Siapa ih biang utmanya kesel aq mah….. klo ampe si Kai tau uhjhuhu hajar Kai mau laki ato ce hajar kai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s