LOVELINESS (Chapter 15) – Their Story

| Main Cast : Exo’s Kai and Han Yurin/OC |

| Support Cast : Im Jae Bum a.k.a GOT7’s JB

Kim Young Won a.k.a C-Real’s Chemi

EXO’s Member |

You Can Find if you Read

| Genre : Romance & Drama | Ratting : Pg-16 | MultiChapter |

Poster By:  Arin_Yezzy @PosterChannel

Loveliness | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |10 |11| 12|13

A/N : Original story By Kainear so STOP PLAGIAT! Sorry if you find typo and enjoy this FF thanks for all J jangan lupa ninggalin jejak kalau memang kamu adalah

“GOOD READER”

Byurrrrr

Mata Min Ra berbulat saat mendapati kini Yurin sukses basah kuyup akibat seember air yang sengaja ditumpahkan beberap perempuan sambil tertawa.

“YAKK, FUCK YOU ALL”

Baru saja Min Ra akan mengahajar perempuan yang tadi tertawa namun Yurin kini bangkit dari duduknya dan langsung menampar salah satu dari perempuan itu. Yah Min Ra baru melihat sisi Yurin seperti ini, yah sisi pemberontak Yurin.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN HUH?” teriak Yurin.

Untuk beberapa saat keadaan kantin yang tadinya ribut langsung diam bahkan Min Ra menatap Yurin dengan tatapan tak percanya.

Neo?”

Salah satu dari yeoja memajui Yurin tak terima atas apa yang Yurin lakukan pada temannya.

Mwo?” volume suara Yurin mulai mereda yah, ia juga heran dengan dirinya. Entah keberanian dari mana Ia bisa se brutal tadi. Namun jika sekarang ia merendahkan tatapannya ia akan dianggap lemah.

“Menjauh dari Kai Oppa, kau pikir kau siapa?” Tanya salah satu yeoja.

“Kalian memang siapanya Kai?” Min Ra maju lalu menatap tajam yeoja itu.

“Kami fans-nya” yeoja yang tadi ditampar oleh Yurin mulai maju didepannya.

Min Ra lalu tersenyum mengejek. Membuat yeoja-yeoja itu geram lalu menarik rambut Min Ra. Yurin yang melihatnya lalu menarik balik rambut lawannya. Jambak-jembakan itu menjadi tontonan gratis untuk orang-orang yang berada dikantin sekarang. Bahkan beberapa orang mulai melerainya namun tak kuat karena mereka tak ada yang ingin mengalah.

Tiba-tiba suasana yang tadinya ricuh tiba-tiba diam. semua pasang mata mengarahkan pandangannya ke Kai dan teman-temannya yang kini menatap kejadian didepannya.

Chanyeol dan Baekhyun kini mulai ambil alih dalam peleraian keduanya.

“YAK Appo”resah Min Ra dengan suaranya yang cempreng.

Aist Neo Jinja” kini suara Yurin memekik membuat Kai menatap heran gadisnya. Yah sisi Yurin seperti ini tampak berbeda dari biasanya.

Mereka akhirnya dapat dipisahkan Min Ra dan Yurin tampak sangat hancur, yah rambut mereka benar-benar berantakan sekarang.

Yurin mengalihkan tatapannya menuju Kai membuat gadis itu mengelah nafasnya panjang. Yah akhirnya setelah sekian lama sikap Yurin akhirnya keluar lagi. Kai mengingat saat melihat Yurin pertama kali, seperti saat ini yah maksudku Yurin benar-benar menjadi dirinya sendiri tak rapuh dan tak sedih.

Kai kemudian mendekati Yurin lalu memberinya jaket lalu membawanya pergi dari sana.

Keduanya kini berada di ruangan EXO. Yah keduanya diam. setelah Yurin berganti baju, Kai hanya diam menatap keluar jendela sedangkan Yurin hanya duduk di sofa.

“Maafkan aku” ucap Kai membuat Yurin menatapnya heran kemudian Kai mendekat lalu duduk disamping Yurin.

“Mereka melakukannya karena ku bukan?” Tanya Kai

Yurin hanya diam. yah, Kai yang dulunya tak begitu peduli dengannya. Mengucapkan “hai” ataupun “selamat pagi” pun sangat sulit apalagi mengucapkan “maaf” tapi laki-laki itu kini sudah mengucapkan.

Yurin tersenyum kecil lalu membelai wajah Kai.

“Kau banyak berubah, kau tau…”

“…Tapi Kai, aku mau kau jadi dirimu sendiri. Jangan terlalu memaksakan dirimu seakan-akan apa yang terjadi akhir-akhir ini adalah kesalahanmu”

Yah Yurin tau berubahnya Kai menjadi sosok yang lembut membuatnya seakan-akan dipaksakan maksudku semenjak kejadian Namjoo meninggal, Kai begitu lembut dan selalu merendahkan dirinya bahkan tampak menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Yurin.

“hmm, aku tulus bodoh” ucap Kai langsung mengalihkan tatapannya. Yah bagi Yurin Smirk Kai, kata-kata kasar Kai lebih baik dari pada Kai mencoba untuk melembut tapi menyalahkan diri sendiri.

Yurin tersenyum mendengarnya dan Kai hanya tersenyum kecil.

“Kau hanya perlu jadi dirimu sendiri” ucap Yurin.

“Bodoh, liat keadaan mu sekarang”

“Yah, sedikit berantakan kurasa”

Kai kemudian berdiri dan mengambil sesuatu dilemari.

Sebuah hairdyer, membuat Yurin menyeritkan dahinya.

“Duduk dibawah”

Yurin memutar matanya, ia suka Kai yang seperti biasa dan ia seharusnya tak menjadikan masalah jika sikap memerintah Kai kembali. Yurin kemudian duduk dibawah sofa dan Kai duduk diatas sofa. Dengan gerakan yang lembut Kai menyalah hairdyer lalu memegang rambutnya lalu mengeringkannya dengan perlahan.

“Kai”

“Hmm”

“Tidak ada apa-apa, aku hanya senang” ucap Yurin sambil tersenyum lebar.

“Kurasa disini kau yang sangat berubah” ucap Kai

mwo?”

“Kau lebih berani padaku” ucapan Kai membuat Yurin tersenyum kecil. Yah, entahlah Yurin juga heran dari mana ia mendapatkan sebuah keberanian ini.

“…Tapi aku menyukainya, setidaknya kau bisa melindungi dirimu sendiri” ucap Kai

“Perempuan akan sangat menakutkan jika mereka marah”

Ucapan Kai membuat Yurin benar-benar tertawa terbahak-bahak sekarang. Sedangkan Kai langsung medorong kepala Yurin membuat gadis itu berbalik ingin protes tapi tatapan Kai membuatnya hanya tersenyum paksa, yah jika ia melawan ia mungkin saja tak bisa lolos hidup-hidup dari ruangan ini.

“Walaupun begitu, aku akan tetap melindungimu” ucap Kai lembut dengan masih mengeringkan rambut Yurin dengan hairdyer. Jika bertanya siapa hairdyer itu? Jawabannya adalah milik Baekhyun walaupun Kai selalu bertanya-tanya untuk apa benda seperti itu ada di ruangan mereka tapi sekarang ia mengerti.

Gomawo Kai”

“Akhir-akhir ini aku sering sekali berterima kasih bukan?”

“hmm, kau cerewet sekali”

Yurin hanya tersenyum lebar mendengar ucapan Kai.

…………………

 

Min Ra kini berada di ruang kesehatan, jika Yurin kini berada dengan Kai yah, Min Ra akan sendiri meskipun begitu ia tak tau mengapa kini sosok Suho berada dihadapannya dan memberinya jaket.

Well, Aku akan bicara. Maksudku kenapa kau disini?” Tanya Min Ra pada Suho sibuk mencari sesuatu pada kotak obat.

Suho sedikit melirik Min Ra namun tak menjawabnya. Yah, jujur saja ia tak tahu mengapa laki-laki ini berada disini, memberinya baju ganti dan kini mengobati luka kecil di sudut bibirnya.

Appo” pekik Min Ra, merasakan rasa sakit saat Suho mulai memberkan obat merah pada sudut bibirnya.

“Kau terlalu cerewet” ucap Suho membuat Min Ra merengguk kesal.

Yah pertanyaan ‘mengapa Suho berada disini’ benar-benar memenuhi kepalanya saat ini. Min Ra masih mengawasi tiap gerakan Suho dan ia merasa semakin ia melihat Suho, pergerakan Suho semakin lembut.

“Suho-ssi, aku tak mengerti kenapa kau disini?” Min Ra masih terus mengawasi Suho.

Laki-laki itu kemudian melemparkan handuk kearah Min Ra.

“Aku tak suka melihatmu sendiri” ucapnya lalu berlalu meninggalkan Min Ra.

Dahi Min Ra mengerut yah, kelakuan tiba-tiba dari laki-laki itu berhasil membuatnya penasaran.

“Hei kau baik-baik saja?” tiba-tiba JB datang dari balik pintu membuat pikiranMin Ra buyar.

“Seperti yang kau lihat” ucap Min Ra

“Yurin?”

“Bersama Kai, kurasa dia akan baik-baik saja”

JB mulai duduk di sisi ranjang dan berhadapan dengan Min Ra. JB menatap Min Ra dengan tatapan menyelidik.

Wae?”

“Punya hubungan apa kau dengan Suho?” Tanya JB

Min Ra memutar bola matanya.

I dunno”

“Heh, tapi Suho baru saja keluar dari sini”

“Aku tau”

“Ahh batta, mungkin dia suka padamu”

Ucapan JB membuat Min Ra kaget, ia bahkan tak pernah memikirkan hal itu lagipula dia dan Suho tak pernah saling berbicara. Jangankan berbicara kontak mata-pun tak pernah. Jadi apa yang diucapkan JB takakan mungkin terjadi.

“Dasar”

Min Ra kemudian menjitak kepala JB hingga meringis kesakitan.

“Bisa saja” ucapnya sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Ahh Molla, antar aku pulang” ucapnya membuat JB hanya mengangguk. Yah semenjak JB mulai membuka diri dengan Yurin dan Min Ra, laki-laki itu berhasil menjadi sosok sahabat yang baik untuk keduanya.

“Dasar cerewet”

JB kemudian merangkul Min Ra mukul JB tepat di dadanya membua JB tertawa tanpa mereka sadari sejak tadi Suho memandangi mereka dengan raut wajah yang kurang menyenangkan.

“Hwang Min Ra”

………………

“Ra-ya, sekarang kau dimana?” Tanya Yurin dengan getaran suara yang khawatir, dia baru sadar meninggalkan Min Ra sendiri saat JB menelponnya tadi.

“Aku dimobil bersama JB”

Yurin lalu mengangguk mengerti. Kai hanya mengamati Yurin yang kini sibuk bicara dengan Min Ra melalui telepon genggam.

Mianhe, meninggalkanmu sendiri”

“Tidak apa-apa, apa kau bersama Kai?”

Yurin melirik Kai sebentar

“Ya, aku bersamanya”

Cerita mereka tak sampai disana, Min Ra lalu menceritakan tentang Suho pada Yurin membuat Yurin sedikit melirik Kai dengan tatapan bertanya sedangkan Kai hanya diam membalas tatapan Yurin.

“Baiklah, sampai jumpa besok Ra-ya sampaikan ucapan terima kasihku pada JB”

Setelah itu Yurin memutuskan sambungan telepon dan kemudian duduk tepat disamping Kai.

“Suho-ssi…”

“…Dia bertingkah aneh” lanjutnya membuat Kai menatapnya heran.

“Yah, dia aneh. Dia memberikan baju ganti pada Min Ra bahkan mengobati dia” jelas Yurin.

Kai sedikit terkejut yah, dari semua teman-temannya setelah sikapnya yang bermasala, sikap Suho lah yang paling misterius. Sikapnya memang paling care sama teman-temannya tapi diantara keenamnya Suho-lah yang tak mengumbar atau menceritakan tentang kisah cinta-nya meskipun mereka sudah lama bersahabat.

“Mungkin dia tertarik”

Yurin membulatkan matanya terkejut.

“Suho-ssi? Dengan Min Ra? Hua Daebakk

“Tapi hyung tak biasanya begini”

“Tapi aku tidak akan membiarkan sahabatku dengan seseorang yang akan menyakitinya”

Kai meyodor kepala Yurin membuat gadis itu memanyunkan bibirnya.

Belum sempat Yurin membahasnya tiba-tiba saja anggota EXO yang lain kini memasuki ruangan termasuk Suho.

“Apa kami menganggu acara kalian?” Tanya Chanyeol namun dengan cepat Yurin menggeleng sambil tersenyum.

“Sebaiknya aku pulang” ucap Yurin

“eh, kau membuatku tersinggung. Aku baru saja masuk dan kau ingin pulang?” ucap Baekhyun sambil duduk tepat disamping Yurin.

Kai yang melihatnya hanya menatap tajam Baekhyun lalu kemudian mereka tertawa. Yah melihat Kai sangat posesif dengan miliknya membuat teman-temannya semakin ingin mengerjainya.

“Aku akan mengantarmu pulang Yurin”tiba-tiba saja Dio berucap membuat suasana semakin menegang bahkan Yurin menatapnya heran namun detik kemudian Dio tersenyum saat mendapati tatapan Kai benar-benar mengintimidasinya.

“Aku bercanda” ucapnya sambil tertawa.

Kai lalu menarik Yurin membawanya keluar ruangan membuat.

“Mereka sangat menyenangkan” ucap Yurin saat melintasi koridor. Tangannya masih saja di pegang erat oleh Kai membuat gadis itu hanya tersenyum. Kai benar-benar sangat lucu sekarang.

Keduanya kini sudah berada di mobil. Kai tampak sangat serius menyetir dan Yurin sibuk dengan handphonenya. Hingga deringan telepon membuat Kai meminggirkan mobilnya dan membuat Yurin melirik Kai.

yeoboseo

“……….”

mwo?”

Yurin terkejut saat ia melihat Kai memukul keras setir mobilnya. Bahkan tatapan Kai kini jatuh pada Yurin.

Joon. Yah Kang Tae Joon aku akan menghabisimu

……………………………….

 

Min Ra berjalan dengan santai di koridor sebuah galeri lukis. Hari ini merupakan hari dimana Min Ra melakukan latihan lukis. Dengan gayanya yang kasual dan rambut yang ia ikat dengan sembarangan membuat aura kesenian Min Ra tanpak bersinar.

Brukk

Tiba-tiba Min Ra ta sengaja menambrak seseorang saat ia chatting dengan Yurin.

Aist Jinja” desahnya. Mata Min Ra membulat saat ia mendongkakan kelapanya dan melihat sosok Suho kini menjulurkan tangannya kearahnya.

Min Ra kemudian menerima tangan Suho dan berhasil berdiri dengan tegak sekarang.

Gomawo

Ada apa dengan laki-laki ini

Meminta Maaf pun tidak.

Min Ra masih mengawasi Suho dan mata mereka bertemu.

Deg, entah mengapa tatapan Suho kali ini berhasil membuat jantung Min Ra berdetak dengan sangat kencang. Oh ayolah Hwang Min Ra ini bukan waktu yang tepat untuk terpesona.

Well, aku pergi”

Daripada bertanya pada Suho tentang pertanyaan yang sejak kemarin memutari kepalanya ia lebih baik tinggi karena Min Ra tau kalaulaki-laki itu takkan menjawabnya.

“Aku menyukaimu”

Deg.

Mata Min Ra berbulat dan berbalik menatap Suho dengan tatapan tak percaya. Oh ayolah, siapapun yang mendengar Suho sekarang ini pasti tak akan ada yang percaya. Min Ra kemudian tertawa pelan menanggapi tatapan Suho yang sejak tadi menajam. Kemudian dalam sekali gerakan Suho sudah menarik Min Ra dan menghempaskan tubuh Min Ra pada tembok.

Yak”

Min Ra menatap Suho tak kalah tajamnya.

“Sekarang kau adalah milikku” ucap Suho dengan penuh penekanan namun membuat Min Ra hanya memutarkan bla matanya. Meskipun jantung Min Ra berdetak tak karuan saat ini tapi ia berusaha untuk biasa saja.

Min Ra kemudian mendorong Suho dan berhasil. Siapa sangka kalau Min Ra memiliki kekuatan besar seperti ini membuat Suho sedikit terkejut.

“Aku bukan milik siapa-siapa” ucap Min Ra lalu pergi meninggalkan Suho.

Suho yang melihatnya hanya diam dan mengepalkan tangannya. Lalu ia kemudian menelpon seseorang dengan raut wajah yang kesal.

yak, caramu tak berhasil bodoh” gerutu Suho sedangkan yang diajak berbicara hanya tertawa terbahak-bahak.

“Kai aku serius, caramu tak berhasil”

Siapa sangka jika seorang Suho ternyata meminta trik yang dia lakukan pada Yurin namun ia tak berhasil membuat ia kesal dengan Kai.

“Aku pusing”

hyung, lebih baik kau lakukan dengan caramu sendiri”

Suho tampak sedikit berpikir.

“Kau mungkin benar, tapi jangan sampai yang lain tau”

Sejak Yurin menceritakan keanehan sikap Suho pada Min Ra akhirnya Kai menanyakannya pada Suho dan jawabannya sungguh membuat Kai sedikit terkejut. Yah Suho menyukai Min Ra, sejujurnya Suho awalnya tak pernah memperhatikan Min Ra tapi suatu ketika ia pergi ke sebuah galeri lukis dan ia mendapati Min Ra yang sedang tersenyum melukis. Yah hari itu ia merasa terbuai dengan seyum Min Ra. Gadis itu tampak sangat menyukai apa yang sedang ia kerjakan dan Suho menyukai hal itu.

Suho menyadari kalau Min Ra adalah mahasiswa di unversitas yang sama dengannya sejak Kai mulai tertarik dengan Yurin sedangkan Min Ra adalah sahabat Yurin. Yah, ia menyadari kalau Min Ra adalah mahasiswa fotografi tapi juga pandai melukis.

Disisi lain Min Ra masuk pada ruangan yang peuh dengan kanvas. Suasana galeri cukup sunyi karena hari ini adalah hari libur.

Min Ra kemudian duduk dan memegangi dadanya. Sejak tadi dadanya masih saja berdetak tak normal. Gadis itu menutup matanya dan menghembuskan nafasnya berat. Tak hanya itu pikiran Min Ra kini dipenuhi oleh kata-kata Suho ‘aku menyukaimu’. Wajah Min Ra memanas jika mengingat hal itu.

Dengan gerakan cepat Min Ra kemudian menekan tombol handphonenya menelusuri kontak dan mendekatkannya ketelinganya.

“Yurin, kau tak akan percaya ini”

…………………….

 

Kai kini berada disebuah gudang dan dihadapannya kini lima orang menatapnya dengan tajam.

Cih, ternyata kau sangat berani Kai”

Kai hanya tersenyum mengejek saat mendengar Joon mulai berbicara. Kai mengetahui dari Sehun kalau Joon adalah orang yang menghancurkan kamera Yurin dan juga termasuk yang menyuruh pada gadis menyirami-nya kemarin.

“Aku bukan pengecut yang menganggu seorang perempuan”

Joon mencengkraman jari-jarinya lalu maju untuk meninju Kai namun Kai berhasil menahan dan kemudian menedang perut Joon membuat namja itu terpental.

Joon tertawa terbahak-bahak.

“Inilah seorang Kai yang sangat suka mencari perhatian para yeoja

Joon sangat tidak suka dengan Kai dan teman-temannya karena menurutnya mereka selalu saja mencoba untuk mencari perhatian dari semua yeoja dan yang paling membuat Joon marah adalah yeoja yang ia sukai menolaknya karena alasan ia menyukai Kai.

“Han Yurin, dia menarik dan aku menyukainya”

Tanpa Aba-aba Kai kemudian maju lalu mencengkram kerah baju Joon. Senyum licik Joon memenuhi penglihatan Kai membuat Kai kini meninju wajah Joon.

“Apa yang kalian lakukan huh? Hajar dia” perintah Joon

Keempat orang kini mulai maju satu persatu menghajar Kai namun sejauh ini Kai berhasil menahan serangan keempatnya. Kai kemudian meninju dan menendang bagian perut mereka.

“Jangan pernah sebut nama Yurin dengan mulut kotormu” ancam Kai lalu memukuli Joon dengan berutal. Namun seseorang menendangnya membuat Kai terpenjal. Yah melawan lima orang sekaligus akan membuat seorang Kai kelelahan.

Kai menghapus darah disudut bibirnya kemudian dia mulai berdiri dan menatap kelimanya dengan tajam. Dua orang sekaligus menghadang Kai lalu memegangi kedua tangan laki-laki itu sedangkan seseorang meninju bagian perutnya namun tidak lama Kai kemudian menendang laki-laki tepat didepannya sehingga kedua orang yang tadinya memegangi tangannya tidak sengaja melepaskannya dan kemudian Kai beralih menghajar keduanya dengan sangat brutal.

Kai lalu mengedarkan pandangannya menuju Joon yang terkapar namun rasa benci Kai masih belum reda membuatnya kini menghajar Joon.

“KAI” sebuah teriakan dari suara yang Kai kenal membuatnya berbalik dan menatap Yurin tak percaya.

Rencana Joon saat ini akan berjalan lancar karena Joon sebelumnya sudah menghubungi Yurin sebelum Kai datang agar gadis itu datang dan menjadi ancaman buat Kai.

“Kau akan liat orang yang kau cintai pergi Kai”

Tanpa Yurin sadari ternyata seseorang dengan pisau mendekati Yurin untuk menikam gadis itu namun Kai melihatnya dan berlari menuju Yurin.

Deg.

Kai memeluk Yurin dengan sangat erat. Yurin melihat hal itu membulatkan matanya, kini bagian perut Kai penuh dengan darah membuat Yurin sangat takut. Kai bahkan sempat tersenyum lalu pingsan.

“KAI”

 

TBC

Yuhuuuuu. aduhh sorry banget kalau lama yah. oke next Chapter udah END. karena lama gak nulis kayaknya feelnya kurang buat tulisan aku ini lalu terkesan dipaksakan selesai tapi dari segalanya terima kasih tetap mau baca. buat chapter terakhirnya bisa mention twitter @yeoUnhYY yah soalnya aku kasi Password ingat pake ID komen yah!

Advertisements

4 responses to “LOVELINESS (Chapter 15) – Their Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s