Love Fools (8) –QueenX–

Love Fools (8)

0 

By

QueenX

 

Mini Series

 

Main Cast:

Jeon Jungkook

OC (Alice Lee)

 

Romance

 

Teen

 

Sebelumnya di LOVE FOOLS

Semuanya kembali seperti semula. Alice dengan sikap pantang menyerahnya terus mengejar cinta Jungkook, Jungkook dengan sikap dinginnya selalu menolak segala bentuk perhatian dari Alice. sementara Minggyu, Yugyeom dan Wendy selalu menjadi saksi diantara hubungan kedua orang tersebut yang rumit, tidak jelas dan tentu dipenuhi perkelahian yang jauh dari kata lovey dovey di mata ketiganya.

“Jeon Jungkook! Lihatlah apa yang aku bawakan untukmu, tadaaa!” Alice membuka kotak makannya dan menampakkan sashimi dengan bentuk yang lucu.

Hal itu jelas mengundang perhatian Minggyu, Yugyeom dan Wendy. Ketiganya otomatis menjulurkan tangan mereka untuk mengambil satu potong sashimi dari kotak makan Alice namun Alice menepis tangan mereka semua.

“Hey! Enak saja kalian bertiga, sashimi ini kubuat spesial untuk Jungkook, tidak ada yang boleh memakannya selain Jeon Jungkook. Paham?” ucapnya galak.

Jungkook hanya mendecih dan tidak mempedulikan ucapan Alice. Ia lebih memilih menghabiskan es krim di gelas miliknya.

“Jungkook-ah, ciciplah sashimi buatanku. Aku yakin yang ini jauuuh lebih enak.” Tutur Alice bangga.

“Sudahlah, dia tidak akan memakannya. Dia baru saja memakan makan siangnya sampai habis. Jadi, berikan saja sashimi itu padaku dan juga Yugyeom.” Tutur Minggyu yang langsung mendapatkan tatapan dingin dari Alice.

Shireo!” ucap Alice kemudian menutup kembali kotak makannya.

“Baiklah jika kau masih merasa kenyang, ini…kau simpan saja untuk makan soremu nanti saat akan berlatih basket. Anggap saja sebagai cemilan penambah tenaga.” Tutur Alice lagi.

Alice kemudian menyodorkan kotak makannya untuk Jungkook. Jungkook membuang pandangannya ke tempat lain, sementara pelan-pelan Yugyeom berniat mengambil kotak makan itu namun dengan segera Wendy memukul punggung tangan miliknya.

“Kau tidak dengar apa yang Alice katakan? Sashimi itu ia buat hanya untuk Jungkooknya seorang.”

Mwo?! Jungkooknya? Sejak kapan kalian memiliki satu sama lain? Ugh! Akhirnyaaa.” Tutur Minggyu senang.

“Jangan pernah memimpikan hal yang tidak akan pernah terjadi.” Tutur Jungkook kemudian membawa kotak makan yang Alice berikan padanya dan berdiri dari duduknya.

“Hey! Katanya kau tidak mau. Mengapa tetap membawanya? Daripada kau buang, lebih baik kau berikan saja untukku.” Tahan Yugyeom sambil melihat kotak makan yang dibawa oleh Jungkook.

“Siapa bilang aku akan memakannya? Ini kubawa untuk memberikannya pada Jeonpal di rumah.” Tutur Jungkook santai.

“Jeonpal?! Kau gila?! Seekor anjing sejak kapan memakan sashimi?!” tutur Minggyu yang langsung mendapatkan pukulan di kepala oleh Yugyeom.

“Dasar pria menyebalkan. Bisa-bisanya kau berniat memberikan makanan pemberian Alice untuk anjingmu? Jika kau tidak suka, kau kan bisa menolaknya, mengapa harus membawanya dan—”

“Kalau aku menolaknya, kau akan berkata aku tidak menghargai jerih payah sahabatmu membuatkan makanan ini untukku. Jadi aku akan tetap menerimanya, setidaknya itu lebih baik daripada harus kubuang ke tempat sampah, kan?” tutur Jungkook lalu berlalu meninggalkan Wendy yang tak bisa berkata-kata lagi.

Alice menghela napasnya kecewa, namun di detik selanjutnya ia kembali tersenyum lalu menatap pada Wendy dan menggelengkan kepalanya.

Gwaenchana, mungkin di lain kesempatan aku harus memasakkan menu makanan lain untuknya. Dia pasti bosan kuberi sashimi terus.” Ucapnya positif.

Minggyu dan Yugyeom hanya bisa menggeleng prihatin pada Alice sebelum akhirnya berdiri meninggalkan Alice dan Wendy untuk menyusul langkah Jungkook.

“Bosan? Bukankah ini baru kali kedua kau memberikannya sashimi? Bosan dari mana?! Astaga, aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran seorang Jeon Jungkook. Terkadang aku menyangka ia peduli padamu, ia membalas perasaanmu, tapi di waktu lainnya, aku melihatnya tidak jauh berbeda dengan pria menyebalkan yang tidak memiliki perasaan.” Gerutu Wendy panjang lebar.

“Itu karena kau selalu berburuk sangka padanya, Wendy. Sebenarnya Jungkook memang tidak sekejam itu.” Bela Alice.

“Aku mencoba untuk tidak berburuk sangka padanya. Tapi ia dan sikap dinginnya selalu mengubah pandanganku padanya yang baru aku bangun selama beberapa saat. Itu membuatku kesal, dan yang lebih membuatku kesal lagi, aku tak pernah bisa berhasil membuatmu berhenti untuk tidak menyukainya.” Ucap Wendy.

~~

Hari ini tim basket Jungkook tidak melakukan latihan. Mereka selalu libur latihan di hari Sabtu. Jadi Jungkook bisa pulang sedikit lebih cepat dari biasanya. Ketika berjalan keluar dari gerbang sekolah, Jungkook melihat Alice yang melambai pada Wendy yang sudah pulang terlebih dahulu. Jungkook menahan langkah kakinya, membuat Yugyeom dan Minggyu menatapnya heran.

“Ada yang kau lupakan?” tanya Minggyu.

“Kalian duluan saja.” Ucap Jungkook lalu memutar badannya dan berjalan kembali memasuki sekolah.

Yugyeom dan Minggyu saling menatap kemudian mengangkat bahu mereka bersamaan. Namun ketika mereka melangkah lagi dan pandangan mereka tertuju pada Alice.

“Dia benar-benar sebegitu tidak sukanya, ya, pada Alice?” tanya Yugyeom.

“Kurasa Alice manis, dia juga pandai memasak, ah, dan sikap pantang menyerahnya, dia benar-benar gadis yang gigih, apalagi yang kurang pada diri Alice sehingga membuat Jungkook tidak menyukainya sampai sebesar itu?” tanya Minggyu balik.

“Apa perlu kita memberitahukan padanya kalau Jungkook…mungkin saja melewati gerbang belakang.” Ucap Yugyeom.

“Ya, setidaknya kita tidak akan membiarkan dia menunggu Jungkook di gerbang depan sampai pintu gerbang ditutup.” Tutur Minggyu lalu bersamaan dengan Yugyeom berjalan menghampiri Alice.

~~

Alice mengerucutkan bibirnya sambil menatap keluar kaca jendela bus yang ia tumpangi. Untuk yang entah keberapa-ratus-kalinya, Jungkook menghindarinya. Terkadang, otaknya menjerit memerintahkannya untuk menyerah, tetapi hatinya menahannya untuk tidak menyerah begitu saja. Berulang kali ia membangun tembok penahan rasa malu dan sakit hatinya meski Jungkook sudah menolak segala bentuk perhatian darinya berulang kali. Alice selalu meyakinkan dirinya, benci jadi cinta tidak hanya terjadi di dalam kehidupan drama saja, ia yakin di kehidupan nyatanya, ia mampu mengubah Jungkook yang membencinya menjadi sangat mencintainya.

Ia menguap untuk yang kesekian kalinya. Pulang ke rumah tanpa adanya Jungkook di dalam bus yang sama benar-benar menciptakan kekosongan di hati Alice. Biasanya, meski sama sekali tidak duduk di bangku penumpang yang sama, Jungkook pasti berdiri jauh di depan atau di belakangnya, membuat Alice diam-diam mengamatinya dan memotret Jungkook lewat kamera ponselnya kemudian ia tuangkan dalam bentuk gambar di kertas A4 miliknya setibanya di rumah, kadang juga ia mengamati Jungkook yang tertidur dengan headsetnya. Setiba keduanya di halte bus di dekat komplek rumah mereka, Alice akan buru-buru berdiri dari duduknya dan mengguncangkan pundak Jungkook untuk membangunkannya, mengingatkannya bersiap-siap untuk turun dari bus.

.

.

.

T B C

SORRY FOR TYPO

.

.

.

Aku memutuskan untuk HIATUS

Maaf ya, udah jarang apdet cerita, sekalinya nongol malah bawa kabar gak mutu begini, sekali lagi maaf banget, makin kesini kok aku merasa makin jadi author yang gak becus gini sih -_- udah menanggalkan satu cerita yang ngadat di tengah jalan, nggak satu ding, sebenarnya ada 2, tapi mungkin yang 1nya kalian udah lupa judulnya apa, orang itu juga cerita udah lama banget. Dan kalo aku memutuskan untuk hiatus, itu tandanya ini cerita ketiga aku yang UNFINISH. Ah, sedih dan kecewa rasanya, kecewanya ke diriku sendiri karena gak bertanggung jawab menyelesaikan ceritaku. Aku nggak tahu akan balik eksis entah sebulan lagi, dua bulan lagi atau mungkin malah tahun depan.

Sedang disibukkan banget sama real life, dulu waktu masih kuliah, aku masih bisa bagi waktu banget dan semua karyaku terselesaikan meski lamaaaa dan timbul tenggelam, tapi yang sekarang, wah… bener-bener udah gak bisa bagi waktu lagi, bahkan aku nggak ada waktu lagi buat fangirling. Mungkin sekarang udah pas banget dan saatnya buat beneran lepas dari dunia huru-hara akan para oppa dan dedek gemesh kayaknya haha.

Mana rekan-rekan author yang seusiaku juga udah pada mulai menghilang entah kemana, kan? Udah sibuk juga sama dunia nyata mereka. Dan akhirnya, aku juga merasakan hal yang serupa. Aku akan mengusahakan merampungkan cerita ini, setidaknya aku akan bener-bener bertanggung jawab dengan cerita yang ini, tidak seperti dua cerita sebelumnya. Ya tapi itu, risikonya harus bersedia nunggu agak lama. Dua chapter selanjutnya akan aku posting dalam durasi normal, sekitar 3 sampai 4 hari ke depan masih aku posting, naaah setelahnya itu yang entah kapan aku lanjutin

Advertisements

6 responses to “Love Fools (8) –QueenX–

  1. Kangen bgt ma ff ini…iahh mungkin emang g selama y hrs mikirin nulis trz y..real life juga hrs bgt d fikirin…semangat yahh..g pa2 lama juga yg penting ada rncana untuk diseleseiin….

  2. Aq bakalan setia nugguin kamu…
    Walaupun tetep ngak rela juga kalo ditinggal hiatus…
    Tapi apalah daya kalo emang itu keputusannya…
    Lagian kakak nya juga punya real life yang harus dijalani…

    Tetep srmangat kakak… 😀

  3. Akhirnya kakak update T.T
    Sedih sih mau ditinggal hiatus tapi real life hrs lebih diutamain juga, jadi semangat buat kakak, semoga lancar terus kegiatannya jadi bisa balik ke dunia ff hehe.
    Aku bakal nunggu kok 🙂

  4. alice semangant mungkin jungkook belum dapat hidayah (?), kangen sm couple unyu macam mereka,, kakak mau hiatus, tp tetep aku tungguin kakak comeback(?) lagi….

  5. Yah akhirnya update juga 😀 , uugh alice kamu sabar banget ya , pda hal kan jungkook udah nolak kamu berkali2 tpi kamu gk pantang nyerah kek gitu aja 😀
    iya kak gk apa , aku bakal nungguin kakak deh 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s