Love Fools (9) –QueenX–

Love Fools (9)

 0

By

QueenX

 

Mini Series

 

Main Cast:

Jeon Jungkook

OC (Alice Lee)

 

Romance

 

Teen

 

Sebelumnya di LOVE FOOLS

 

ANNOUNCEMENT!!!!

(PLEASE READ THIS BEFORE YOU READ CHAPTER 9)

 

So…mungkin setelah ini ‘Love Fools’ gak bisa aku apdet serutin biasanya (4 sampai 5 hari sekali) karena aku disibukkan dengan pekerjaanku (ASLI SIBUK karena aku masuk setiap hari, termasuk Minggu dan kembalinya selalu di atas jam 10 malam, kalaupun balik dari kerja jam 8 atau 9 malam, bawaannya udah capek dan pengen tidur alias bakal jarang banget buka laptop). Maaf sebesar-besarnya, aku usahakan cerita ini kelar, nggak menggantung kayak salah satu cerita ‘Sehun x OC’ku yang entah kapan akan aku lanjut karena sampai sekarang juga simpang siur (ada kemungkinan akan aku hapus secara permanen dari SKFF dan mungkin akan ada banyak pihak yang kecewa berat sama aku, aku mohon maaf sebesar-besarnya karena real life-ku memaksaku untuk berhenti menulis secara perlahan, perlahan tapi pasti, tapi akan aku usahakan banget Love Fools kelar). Aku nggak tahu apakah setelah Love Fools, aku masih akan aktif disini, mungkin akan kembali aktif tapi itu di pertengahan tahun 2018 nanti, aku masih bimbang sih (alay) kira-kira mau ambil hiatus panjang atau benar-benar berhenti nulis karena pekerjaanku. Jujur aja bahkan ayahku sendiri percaya nggak percaya pas tahu anaknya benar-benar diforsir tenaganya untuk pekerjaan ini, yes aku kerja kantoran tapi berasa kayak kuli bangunan yang nggak pandang siang atau malam, nggak pandang tanggal merah yang harusnya libur. But, aku benar-benar menikmati pekerjaanku tanpa beban sedikitpun meski memang harus bekerja di bawah tekanan dan selalu pulang malam. This is my world, aku sudah tahu risikonya akan seperti ini semenjak aku merasakan kuliah dan magang, jadi ini bukan lagi masalah untukku. Aku mengharapkan pengertian kalian, yang tersisa beberapa gelintir saja yang masih setia membaca karya-karyaku, dan selamat tenggelam dalam ruang khayalku untuk para readers baru, maaf jika aku nggak pernah balas komen kalian seperti dulu, tapi aku selalu baca, meski tidak sebanyak dulu komentarnya, tapi kalian sudah sangat membantu dan memotivasi aku untuk melanjutkan dan menyelesaikan karya-karyaku. I think itu aja yang perlu aku informasikan buat kalian, sekali lagi I’m really sorry from bottom of my heart, aku tau aku udah sangat mengecewakan kalian, terutama para penggemar ff ‘Sehun x OC’ku. Selamat membaca, maaf kalau ceritanya akan lebih pendek dari cuap-cuapku haha. Happy reading!

.

.

.

Alice menggeliat pelan di atas kasurnya. Ditariknya selimut sampai menutupi seluruh wajahnya. Ia kemudian menyerngit dan membuka matanya sempurna. Ia terduduk di atas kasurnya dan menatap seisi kamarnya dengan ekspresi terkejut bercampur heran.

“Bagaimana bisa aku ada disini?” gumamnya.

Terakhir yang Alice ingat, ia tertidur di dalam bus. Terakhir yang Alice ingat sebelum memejamkan matanya, ada seseorang yang mengambil tempat duduk di sebelahnya, entah itu laki-laki atau perempuan. Alice mencoba mengingat dengan keras, mengingat bagaimana bisa ia berteleportasi dari dalam bus menuju kamarnya. Tidak mungkin sopir bus umum tersebut mengantarkan bahkan menggendongnya sampai masuk ke dalam kamarnya, kan? Bahkan sopir bus itu tidak membangunkannya dan sekedar menanyakan dimana alamat rumahnya. Ini benar-benar membingungkan Alice. ia bahkan masih berseragam lengkap ketika tidur di atas kasurnya.

Ia melihat jam dindingnya. Waktu menunjukkan pukul lima sore. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya.

“Alice…” terdengar suara panggilan sang ibu.

“Ya, ibu?” jawab Alice kemudian turun dari kasurnya dan membuka pintu kamarnya.

“Kau…astaga, kupikir kau sudah mandi, cepatlah bersihkan dirimu, lalu turunlah ke bawah dan bantu ibu menyiapkan makan malam.” Ucap sang ibu.

“Ne, emm bu…bolehkah aku bertanya sesuatu?”

Seolah mengerti apa yang akan Alice tanyakan padanya, sang ibu tersenyum lalu mengangguk.

“B-bagaimana bisa aku ada di kamarku? Maksudku…seingatku aku berada di dalam bus saat tertidur. Ya, aku tertidur di dalam bus selama perjalanan kembali ke rumah.” Tanya Alice kebingungan.

“Usai mandi, turunlah ke bawah. Kau akan menemukan jawabannya.” Ucap sang ibu lalu menyentil hidung putrinya dan berjalan meninggalkan Alice dalam kebingungan.

Usai membersihkan dirinya, dengan rasa penasaran yang luar biasa, Alice segera berlari menuruni anak tangga dan menuju ke dapur untuk menemui ibunya. Alice terkejut saat melihat seorang pria tengah berada di dapur bersama dengan ibunya. Dari cara tertawanya, Alice sangat tahu siapa pemilik suara tersebut.

“Jin oppa?” panggil Alice lirih namun terdengar oleh pria yang ia panggil Jin itu.

Kim Seokjin, nama lengkap pria tersebut, kemudian berbalik dan menatap Alice dengan mata berbinar dan senyuman lebar. Sang ibu ikut tersenyum lalu tertawa melihat keterkejutan Alice. Seokjin melupakan aktivitasnya sejenak dan berjalan menghampiri Alice lalu mendekap Alice dengan sangat erat.

“Uwwwh! Oppa! Aku tidak bisa bernapas!” protes Alice.

“Kau masih tetap si kecil Alice yang tidak akan pernah tumbuh besar. Perbanyaklah minum susu dan olahraga agar tinggimu bisa mengalahkan tinggiku.” Goda Seokjin kemudian.

“Apa yang oppa lakukan disini? Bukankah seharusnya oppa berada di Thailand melakukan shooting drama terbaru oppa?” tanya Alice penasaran.

“Tentu saja melepas rindu denganmu. Kau ini, bukannya senang aku datang, malah protes dan berniat mengusirku kembali ke Thailand.” Tutur Seokjin lalu melepaskan dekapannya dari tubuh mungil Alice.

“Jin-ah…dia bertanya-tanya bagaimana bisa dia berpindah dari dalam bus menuju ke kamarnya, ceritakanlah padanya sebelum ia mati penasaran dan mengira kalau ia memiliki kemampuan spesial berpindah tempat saat sedang tertidur dengan sendirinya.” Tutur sang ibu.

Seokjin langsung tertawa dan menepuk puncak kepala Alice. Ia kemudian mendudukkan dirinya di meja makan sambil mempersilakan Alice untuk duduk di hadapannya. Seolah dialah pemilik kediaman tersebut, bukan gadis yang ditatapnya saat ini.

“Jadi…oppa yang membawaku ke rumah? Oppa menggendongku dari halte bus sampai ke rumah? Emm maksudku, dari dalam bus.” Tutur Alice setengah tidak percaya.

Seokjin menatap ibu Alice sambil tersenyum simpul. Begitupula dengan ibu Alice yang tertawa mendengar deretan pertanyaan yang terlontar dari mulut Alice.

“Tubuhmu berat juga ya, ternyata. Tinggi badanmu saja yang tidak ideal, tapi berat badanmu, benar-benar jauh dari kata ideal.” Cibir Seokjin.

Oppa!” protes Alice kesal.

“Hahahaha, aku datang kemari menaiki taxi, saat aku melihat bus di sebelahku membawa penumpang yang salah satunya berwajah tidak asing di hadapanku, aku langsung meminta taxi yang kutumpangi untuk berhenti di depan halte terdekat lalu menunggu kedatangan busmu, aku kemudian masuk ke dalam dan untung saja tempat duduk di sebelahmu kosong. Ketika aku sampai disana, kau sudah tertidur dengan kepala yang bersandar di jendela, langsung saja aku duduk disana dan meletakkan kepalamu di pundakku. Berterima kasihlah, kau juga adalah salah satu dari ratusan ribu gadis di luar sana yang beruntung karena berhasil tidur dengan nyamannya di pundakku.” Jelas Seokjin panjang lebar.

Alice akhirnya mengangguk paham dan menatap Seokjin dengan ekspresi kesal. Seokjin tidak pernah berubah, selalu penuh dengan rasa percaya diri yang berlebihan. Tetapi itu yang membuat dirinya selalu ingin menjadi seperti Seokjin, bermuka badak dan tidak peduli dengan apapun atau perkataan siapapun tentang dirinya, tetap percaya diri dan yakin apapun yang ia inginkan pasti akan tercapai.

“Lalu…kapan oppa kembali lagi ke Thailand?”

“Mungkin seminggu lagi. Ada apa? Mendadak tidak mau berpisah denganku, yaaa?” goda Seokjin.

Alice mengendus kesal, setidaknya rasa percaya dirinya tidak separah Seokjin yang lebih mengarah ke tidak tahu malu.

“Apakah malam ini oppa akan menginap disini?” tanya Alice penuh semangat.

“Tidur bersamamu begitu?” goda Seokjin.

“Uuuh, aku sudah besar oppa! Aku tidak perlu tidur ditemani oleh dirimu lagi. Aku bahkan sudah tidak takut pada gelap!” ucap Alice bangga.

Seokjin hanya tertawa, begitu pula dengan ibunya. Ketiganya kemudian melanjutkan kegiatan memasak mereka. Ketika sedang asyik mengatur makanan di meja untuk makan malam mereka, tiba-tiba terdengar suara bel pintu rumah mereka berbunyi.

“Biar aku saja.” Ucap Alice sigap.

Alice kemudian berlari ke arah ruang tamu dan membuka pintu depan. Ia langsung membelalakkan matanya saat menatap siapa yang datang ke rumahnya malam itu.

“Jeon Jungkook?”

“Kudengar Jin hyung datang kemari. Boleh aku bertemu dengannya?” tanya Jungkook langsung.

Alice merengut, jantungnya sudah berdegup tak karuan saat mengira Jungkook datang untuk bertemu dengan dirinya.

Oppa! Jeon Jungkook mencarimuuu!” pekik Alice kemudian.

Tak lama setelah itu Seokjin datang kemudian memeluk erat Jungkook, begitupula sebaliknya. Jungkook yang masih terganggu dengan keberadaan Alice di hadapannya memberi kode pada Seokjin agar memerintahkan Alice untuk segera pergi.

“Apa? Memangnya tidak boleh? Ini kan rumahku.” Cibir Alice.

“Tapi kami ingin membahas hal yang privasi. Masuklah.” Tutur Seokjin.

“Tidak perlu, hyung, aku hanya ingin menyapamu saja. Ah, jika kau ada waktu datanglah ke rumahku.” Ucap Jungkook kemudian.

“Aku boleh ikut tidak?” tanya Alice antusias.

“TIDAK!” jawab Jungkook tegas yang langsung membuat Alice semakin merengut kesal.

.

.

.

T B C

SORRY FOR TYPO

Advertisements

8 responses to “Love Fools (9) –QueenX–

  1. Ada seokjin??hub y sama alice apa??duhh jk ko marah2 trz heheheh….
    Iya g apa2…jalanin adja real life..semangat bwt kerja y..menuju kesuksesan memang hrs menghadapi smua kesusahan hehehe…

  2. Yahhh bakal kesepian beneran nih…
    Tapi ya sudahlah…

    Semoga aja ceritanya benar2 kelar…
    Dan ngak bikin penasaran…:-D 😀

  3. Jungkook galak banget sama alice
    Ada jin nih eemm alice bakal sama jin kah?
    Semangat ya kak kerjanya semoga kerjanya lancar jadi bisa update hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s