Single Parent [Chapter 3] ~ohnajla

ohnajla || family, romance, friendship, drama || G || Chaptered

Cast: Suga aka Min Yoongi (BTS), Min Yoonjung (OC), Oh Sena (OC), Park Jimin (BTS), Jin & Kim Seokjin (BTS), others cameo

Chapter 1 Chapter 2

Yoongi dan Sena jadi sering bertemu sejak hari itu. Yoongi mengantar Yoonjung dan Sena yang sudah menunggu Yoonjung di pos keamanan. Interaksi mereka hanya sebatas membicarakan Yoonjung. Sesekali mereka pergi makan malam bertiga di luar. Pertemuan mereka terbilang cukup intens. Dan Yoonjung merasakan sesuatu dari dua orang tersebut.

Mungkin Yoongi maupun Sena tidak sadar jika Yoonjung diam-diam memperhatikan mereka. Bagaimana cara bersikap Yoongi saat berada di dekat Sena, dan bagaimana cara Sena saat menatap Yoongi. Yoonjung sebagai seorang perempuan tentu bisa menangkap sebuah sinyal tertentu dari mereka. Ayahnya banyak tertawa akhir-akhir ini setiap kali berada di sekitar Sena.

Untuk itu, karena hari ini adalah akhir pekan di awal bulan April, Yoonjung berinisiatif mengadakan ‘kencan musim semi’ untuk mereka. Kalau dia bicara begitu pada ayahnya, sudah pasti Yoongi menolak mentah-mentah. Jadi Yoonjung pun sedikit membuat taktik. Dia akan mengajak ayahnya ke festival strawberry, sementara dia menyuruh Jimin untuk membawa Sena ke lokasi yang sama. Kenapa Jimin? Setidaknya dia butuh satu orang lagi untuk diajaknya kabur dari rencana perjodohan diam-diamnya. Saat Sena dan ayahnya menikmati kencan mereka, dia bisa kabur sebentar dengan jalan-jalan bersama Jimin.

Yoonjung itu adalah gadis yang cerdik.

Yoongi telah siap dengan setelan serba hitamnya. Sesungguhnya Yoonjung protes karena setelan itu sama sekali tidak cocok untuk acara kencan. Tapi ayahnya seakan tuli. Terpaksa Yoonjung pun berangkat meski ayahnya memakai pakaian yang terkesan seperti penculik.

“Tumben mengajak keluar. Biasanya kalau akhir pekan kau sibuk streaming video-video BTS,” ujar Yoongi sambil menyalakan pemutar suara di mobilnya. Seperti biasa, yang berbunyi pertama adalah lagu Cypher pt 3.

Appa lihat? Aku sedang menonton mereka sekarang,” jawab Yoonjung sambil memperlihatkan layar ponselnya yang sedang memutar video latihan dari BTS.

Yoongi hanya meliriknya sekilas lalu menggeleng pelan. “Apa yang kau lihat dari video itu? Wajahnya saja tidak kelihatan.”

Yoonjung mendengus, Yoongi selalu saja mengejek band favorit-nya. “Ayah itu tidak mengerti. Tentu saja aku melihat tarian mereka. Lihat, wajah Jin oppa yang worldwide handsome kelihatan jelas sekali di sini. Nah, bisep Jungkook oppa juga kelihatan. Nah nah! Pahanya Jimin!”

“Jimin? Jimin bukannya temanmu itu?”

No no no, mereka beda. Jimin BTS jauh lebih hot dari Jimin yang itu.”

Yoongi terkikik. “Ya ampun, gadis-gadis remaja jaman sekarang sudah bisa membedakan mana yang hot dan tidak. Tsk tsk. Padahal dulu ibumu tidak jadi fangirl Shinhwa.”

“Karena dulu belum ada yang sekeren Jin oppa.”

“Haha, ya ya ya, terserahlah.”

Tak lama kemudian sampai juga mereka di lokasi festival strawberry. Tempat itu sangat ramai. Padahal ini adalah hari terakhir festival tersebut diadakan, tapi mungkin karena akhir pekan maka pengunjungnya yang kebanyakan para siswa makin membludak.

Turun dari mobil, Yoongi menggandeng tangan Yoonjung agar tidak hilang ditelan kerumunan. Mereka mengantri sebentar untuk membayar karcis lalu mulai menjelajah festival tersebut. Ada banyak sekali stan-stan yang menjual aneka produk strawberry di sekeliling tenda besar yang merupakan kebun strawberry. Yoongi iseng melihat-lihat apa yang mereka jual, sementara gadis di sampingnya sibuk berkirim pesan dengan Jimin.

Eodiya? Aku sudah ada di dalam.

Ping!

Aku juga sudah ada di dalam, sejak tadi bahkan. Kau dimana? Kami di kebun, arah jam dua dari pintu masuk.

Yoonjung membuka mulutnya, berucap ‘ah’ dalam hati. Lantas ia pun menggerakan ibu jarinya dengan cepat untuk membalas.

Aku akan ke sana. Jangan kemana-mana.

Cepat Yoonjung mengantongi ponselnya, lalu dia menarik lengan sang ayah untuk mengikutinya masuk ke kebun strawberry.

Appa, ayo kita ambil stroberi sebanyak-banyaknya dan kita buat pancake di rumah. Otte? Aku akan dengan senang hati membuatkan pancake stroberi untuk ayah.”

Yoongi tersenyum lebar mendengar penuturan anak gadisnya. Ia menarik gemas hidung Yoonjung sebelum menyahut wadah yang telah disediakan. “Dengan senang hati tuan putri.”

Yoonjung pun mengarahkan Yoongi untuk masuk ke arah jam dua dari pintu masuk. Begitu melihat jejeran tanaman stroberi, fokus Yoongi sudah tersedot sepenuhnya pada kegiatannya memilih dan memetik stroberi yang terlihat segar. Ia bahkan tidak sadar jika Yoonjung sudah tidak ada di sampingnya, termasuk juga untuk menyadari bahwa seorang gadis yang sama seriusnya tengah mendekat dari arah yang berlawanan. Tak terelakkan, mereka pun bertabrakan. Wadah yang dipegang Yoongi jatuh bebas begitu saja, menghamburkan isinya kemana-mana, sementara si gadis mendelik dengan apa yang barusan diperbuatnya.

Mereka terdiam di tempat seperti gambar jpg selama beberapa detik sambil memandangi butir-butir stroberi yang berserakan. Dan dalam waktu yang sama, keduanya langsung berjongkok. Berkompetisi ‘siapa yang pertama kali membereskannya, dia menang’. Tapi sayang sekali kompetisi itu tidak jadi karena mereka menyentuh benda yang berbeda. Yoongi memilih menyelamatkan wadahnya dulu, sementara gadis itu memilih untuk memunguti butir stroberi yang sudah kotor.

Joesonghammida, saya tidak sengaja. Saya janji akan menggantinya.”

Yoongi langsung membeku di tempat. Suara ini….

Seperti mode slow motion, Yoongi menggerakkan kepalanya menuju keberadaan gadis yang baru saja bertabrakan dengannya. Gadis itu menyusul beberapa detik kemudian setelah berhasil memunguti semua stroberi yang tercecer.

“Maaf, aku akan se—” Pergerakannya terhenti saat akan memasukkan butir-butir stroberi di tangannya yang berbentuk mangkuk itu ke keranjang milik Yoongi. Kini matanya tampak melebar saat berhasil bersitatap dengan Yoongi.

“Oh Sena….”

Ahjussi….”

Kemudian seulas senyum pun tercetak di wajah berkarisma Yoongi. “Wah … aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini. Kau datang bersama siapa?”

Sena juga ikut tersenyum, ia memasukkan stroberi-stroberi di tangannya ke wadah Yoongi dulu. “Aku datang bersama Jimin.”

“Jimin? Ah … teman barumu dan Yoonjung di SMA itu?”

Gadis itu mengangguk. Reflek ia menyelipkan rambutnya di belakang telinga. “Ne, Park Jimin teman adik saya.”

“Hm. Aku datang bersama Yoonjung. Kalau tahu kau akan kemari, seharusnya bilang saja padaku. Kita bisa berangkat bersama. Naik apa ke sini?”

“Itu … bus.”

Yoongi mengangguk-angguk. “Nanti pulang bersamaku dan Yoonjung juga tidak apa-apa.”

Sena menggaruk kepala belakangnya ragu. “Aku akan coba bicara dengan Jimin.”

“Ngomong-ngomong, di mana Jimin?” Yoongi menoleh ke samping kiri, kanan dan belakang Sena hanya untuk menemukan remaja bernama Jimin itu. Tapi tak sekalipun dia mendapatinya, hanya orang-orang yang lalu lalang.

Sena sendiri tampaknya juga baru sadar kalau Jimin sudah tidak ada di sampingnya lagi. “Ah benar, tadi Jimin ada di dekatku. Sekarang kemana ya?”

Yoongi juga baru menyadari jika Yoonjung juga sudah tidak ada lagi di sampingnya saat dia menoleh ke belakang. “Eoh? Yoonjung juga kemana dia?”

Mereka berputar-putar di tempat seperti orang linglung demi mencari gandengan mereka yang hilang entah kemana. Yoongi pun segera mengeluarkan ponselnya setelah dirasa bahwa Yoonjung benar-benar tidak ada di sekitar sini. Tidak butuh sms, dia langsung tekan angka 1 lama dan begitu muncul gambar gagang telepon, segera ditempelkannya benda itu ke telinga. Cukup lama dia menunggu panggilan tersambung sampai akhirnya dia menghela napas berat karena Yoonjung menolak panggilannya. Tapi Yoongi bukan tipe pria yang mudah menyerah sehingga dia kembali mencoba menelepon gadis itu. Namun niat itu urung saat dilihatnya satu pesan masuk dari Yoonjung.

Appa, ambil stroberi sebanyak-banyaknya ya. Dan nikmati harimu. Nanti kita ketemu lagi di rumah. Jangan tinggalkan eonni sendirian. Sampai bertemu lagi nanti di rumah, mmmuah ~

Yoongi menatap layar ponselnya tak percaya. Jadi anak ini sudah merencanakannya? Dasar anak nakal. Awas saja di rumah nanti.

Dengan napas yang memburu karena kesal telah dikhianati, Yoongi pun mengetik balasan.

Ya, kita bertemu lagi di rumah. Tunggu hukumanmu, gadis kecil.

Lantas ia pun mengantongi ponselnya, bertepatan dengan Sena yang berbalik padanya dengan wajah murung.

“Jimin pulang duluan katanya.”

Pasti sedang bersama anak nakal itu, pikir Yoongi.

“Yoonjung juga pulang duluan.”

“Ah benarkah? Kenapa bersamaan ya?” Sena menempatkan tangannya di dagu sementara dahinya berkerut, berpikir keras. Yoongi memutar bola mata. Gadis ini lebih bodoh dari Yoonjung.

“Tidak usah pikirkan mereka. Kaja, kalau sudah begini mau bagaimana lagi.” Yoongi pun berjalan mendahului Sena, kembali larut dalam kegiatan memetik stroberi di tenda raksasa ini.

“Tapi bukankah itu aneh, Ahjussi? Yoonjung mana mungkin tahu kalau Jimin datang bersamaku. Aku saja baru bertemu ahjussi beberapa menit lalu. Dan … seolma….”

Yoongi menghela napas sambil memetik satu butir stroberi berukuran besar yang terlihat segar. “Ya, mereka sudah merencanakan ini.”

Waeyo? Kenapa mereka membuat rencana seperti ini?”

Mollaseo, aku juga ditipu oleh penyihir cilik itu.”

“Tapi ahjussi, apakah kau tidak merasa aneh? Maksudku, apa yang ada di pikiran mereka saat membuat rencana ini? Kenapa mereka meninggalkan kita di sini? Maksudku, bukankah yang seperti itu biasanya dilakukan untuk menjodohkan dua orang? Kenapa aku? Maksudku—”

“Ssst.” Yoongi tahu-tahu mendesis sambil menempelkan telunjuknya di bibir Sena. Kalau tidak seperti ini, gadis polos ini pasti akan mengoceh terus sampai festival berakhir. Ia menatap Sena sebentar sebelum menarik kembali jarinya. “Sudahlah jalani saja. Aku juga tahu kalau ini aneh. Kau sadar? Kau ini sudah mengulangi kata yang sama sebanyak tiga kali. Aku bosan mendengarnya.”

Sena pun akhirnya merapatkan bibir. Tidak lama sampai dia bercicit. “Ne, joesonghammida.”

“Sekarang bisakah kau bantu aku memilih stroberi? Aku tidak tahu mana yang benar-benar manis di sini.”

Ne!” Bahu Sena yang semula hampir runtuh akhirnya kembali tegak. Semangat dalam dirinya langsung kembali. Dia pun mulai mengamati satu persatu buah stroberi yang bergelantungan di kanan dan kiri mereka untuk diambilnya jika sungguhan matang dan manis.

Saking semangatnya, dia tidak sadar jika Yoongi memperhatikannya dengan senyum tipis yang tampaknya akan terus melekat sambai satu dasawarsa ke depan. Ia sedang menertawakan tingkah Sena tadi yang sangat menggemaskan di matanya.

Menjodohkan dua orang? Kurasa aku harus bertanya sendiri pada si penyihir cilik nanti.

Sesi kabur dari acara perjodohan mereka berjalan dengan lancar. Yoonjung dan Jimin sekarang sudah jauh dari lokasi festival. Mereka duduk di kursi halte terdekat, tidak menunggu bus, hanya sedang mendinginkan badan yang panas karena berkeringat akibat lari-lari.

Yoonjung mengulurkan tangannya, dan Jimin pun menempatkan tangannya di atas tangan Yoonjung. Mereka saling menggenggam dalam waktu 60 detik. Sambil melempar pandang dan tersenyum puas.

“Misi berhasil,” ujar Yoonjung sambil melepaskan genggaman mereka.

Jimin menyeka keringat di pelipisnya dengan punggung tangan. “Apakah itu akan berhasil?”

Yoonjung menggendikkan bahu. Kedua kakinya bergoyang ke sana kemari karena kakinya terlalu pendek untuk mencapai lantai. “Entahlah. Aku juga tidak yakin. Setidaknya mereka punya waktu berdua untuk saling mengetahui perasaan masing-masing. Tapi … entahlah, ayahku itu tipenya tidak agresif.”

Jimin terkekeh. “Nuna juga pasif. Menurutku mereka cocok.”

Yoonjung menoleh dengan wajah berbinar. “Mereka cocok ‘kan? Nah, makanya aku melakukan ini. Aku berharap setelah ini akan terjadi apa-apa di antara mereka. Hahaha, bukankah keren memilki eomma rasa eonni? Ah … aku berharap segera punya adik.”

Sekarang Jimin tertawa. Kemudian mengusap rambut Yoonjung sampai berantakan. “Kau sebegitu inginnya punya adik, hm? Kalau kau punya adik kau harus mengalah banyak untuk dia? Memangnya kau mau mengalah?”

Yoonjung meninju lengan Jimin untuk dua alasan, pertama karena merusak tatanan rambutnya dan yang kedua karena meremehkannya. “Jadi maksudmu aku ini manja? Tch, kau ini tidak tahu apa-apa tentangku, Park Jimin.”

“Ah benarkah? Kalau begitu….” Jimin sengaja menjeda kalimatnya untuk memamerkan senyum manisnya dan memajukan wajah mereka sampai ujung hidung mereka nyaris bersentuhan. “Kenapa kita tidak berkencan saja?”

Wajah Yoonjung langsung memerah, membuat senyum Jimin makin lebar. Pasti kau jatuh pada pesonaku. Katakan kalau kau juga ingin berkencan denganku, Yoonjung-a.

Tapi yang ada Yoonjung malah menjitak dahi Jimin dengan jari tengahnya.

“Akh akh!”

“Dalam mimpimu, Jimin-sshi. Kau itu bukan tipeku. Aku hanya mau berkencan dengan Jin oppa.”

Jimin mengusap dahinya yang mungkin sudah memerah sambil menatap Yoonjung dengan kesal. “Dalam mimpimu, Yoonjung-sshi. Kau pikir lelaki sepertinya mau dengan babi albino sepertimu? Kau bukan tipenya.”

Jimin harusnya tahu kalau berbicara dengan fangirl itu harus hati-hati, karena jika si fangirl tersinggung, hancur sudah hidupnya.

“Apa katamu? Ulangi sekali lagi.”

“Kau bukan tipenya. Lagi pula apa bagusnya pria yang terang-terangan gay sepertinya? Masih baik aku. Kau lihat? Ini wajahku sudah tampan meskipun tanpa make up. Aku juga bukan gay karena aku baru saja mengajakmu berkencan. Kurang apa lagi, hm?”

“Kurang tinggi,” sembur Yoonjung sebelum memukul dahi Jimin lagi dengan lebih keras. “Gay pantatmu! Wajahmu saja sudah kelihatan gay di mataku! Beraninya mengatai Jin oppa gay! Gajahmu ingin kucincang, hm?!”

Yoonjung memukulinya tanpa henti padahal dia sudah berteriak minta maaf. Itu salahnya. Lain kali dia harus berpikir empat kali sebelum mengambil keputusan untuk menyerahkan jiwanya pada malaikat pencabut nyawa yang tersembunyi dalam identitas seorang fangirl.

TBC

Advertisements

6 responses to “Single Parent [Chapter 3] ~ohnajla

  1. Kenapa dikit? Kenapa TBC? Aaaahhhhhh
    Najla, aku gak bisa diginiin 😭😂
    I overdosed *nyanyi bareng JK JM *apasihh
    Aku berharap kamu cepat update, dengan cerita yg panjang, amin
    Btw, maaf aku komen dipart 3. Aku langsung ngebut soalnya. Baca sekaligus 3 hihihi. Semoga ada waktu, dan update emuahhh

    • wkwkwk, biasanya disebut ‘thor’, sekarang ‘najla’, jadi aneh rasanya. enak pendek-pendek sih, kalo kepanjangan, ntar aku pusing wkwkw. oke, ditunggu aja ya ^_^ soalnya gantian tayang sama ff lain. thx udah baca mmuah!

  2. Ottokhae otthokae .. sena sama yoongi kencan sudah 😂😂😂
    Sena disini jadi kalem kalem dewasa gitu ya. Ga swag kaya biasa nya.

  3. hihi jimin sekarat(?) menerima pukulan fangirl ala yoonjung wkwk…. aku kirain yoonjung bakalan gimana gitu kalau tau bapaknya dan sena suka lirik – lirikan, taunya di mau menjodohkan mereka, malah yoonjung gak sabar tuh pengen punya eomma rasa eonnie….. dan adik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s