[Ficlet] Mirror, Mirror by ShanShoo

Taeil

ShanShoo’s present

Cast : Moon Taeil || Genre : Mistery || Length : Ficlet || Rating : PG-15

Disclaimer : I just own the plot!

-o-

Ah, sepertinya … Taeil salah mengambil keputusan untuk memasuki kamar ibunya. Lebih baik, ia segera berbalik menuju kamarnya saja.

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

-o-

            Moon Taeil merasa geram bukan main, saat teman-temannya di sekolah mengejeknya Si Anak Penyihir Paling Menyeramkan di Dunia. Oh, ayolah, kata siapa ibunya adalah seorang penyihir? Ibunya, Moon Eunjoong, adalah seorang peramal. Bukan penyihir! Harus berapa kali Taeil tekankan hal yang satu itu?

Bahkan pernah suatu hari, beberapa anak laki-laki di kelasnya sengaja membawa kostum berupa jubah kebesaran a la penyihir yang sering Taeil lihat layar televisi yang kala itu menyiarkan sebuah film tentang sosok penyihir dengan kabut gelap yang mengelilinginya.  Mereka juga menggunakan sapu kelas, tongkat dan topi berbentuk kerucut, lalu melakukan aksinya sebagai penyihir menyeramkan dan menakuti sebagian besar siswi di dalam kelas sambil sesekali melirik Taeil, lantas menatapnya dengan penuh ejekan.

Uh, kalau saja stok kesabaran Taeil sudah habis, sudah pasti dia akan menggunakan seperangkat alat meramal milik ibunya, dan menggunakannya untuk menjahili semua anak-anak itu, bagaimanapun caranya.

Iya, bagaimanapun caranya. Tapi tetap saja, Taeil tidak bisa. Ia tidak pandai dan sama sekali tidak ingin pandai dalam hal menjahili teman-temannya atau menjadi seorang peramal jitu seperti ibu kandungnya.

Makanya, ketika ia pulang sekolah, yang bisa ia lakukan hanyalah melampiaskan emosinya di dalam kamar. Berteriak sekuat tenaga, lalu memukul-mukul barang apa saja yang ada di kamarnya sampai emosinya perlahan mereda. Beruntunglah Taeil, karena di jam-jam sore seperti ini, ibunya sedang sibuk melakukan aksi meramalnya ke berbagai rumah yang memang sudah memanggilnya jauh-jauh hari, dan baru pulang ketika jam delapan malam tiba. Ingatlah, Moon Eunjoong merupakan seorang peramal jitu, dan sudah pasti, ada banyak sekali pelanggannya yang ingin diramal.

***

           Moon Taeil merasa bosan ketika ia terus menyaksikan acara televisi yang menurutnya kurang menghibur. Yah, memang tidak ada satu pun siaran televisi yang membuatnya merasa terhibur. Anak laki-laki itu akhirnya memutuskan untuk mematikan televisi tersebut dan beranjak dari kursi sofa menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Namun, langkahnya berhenti ketika ia melihat pintu kamar ibunya yang sepertinya lupa dikunci. Taeil lantas mengerutkan kening, berpikir sejenak, dan beberapa detik setelahnya, Taeil berputar haluan, dari kamarnya menuju kamar ibunya.

Suasana kamar sang ibu begitu sunyi senyap. Meski demikian, seperangkat alat meramalnya tersimpan cukup rapi di beberapa tempat. Seperti bola kristal bening berukuran sebesar bola voli, kartu tarot yang diletakkan di atas meja rias, juga sebuah tengkorak manusia buatan yang berdiri di sudut ruangan membuat Taeil merinding seketika.

Ah, sepertinya … Taeil salah mengambil keputusan untuk memasuki kamar ibunya. Lebih baik, ia segera berbalik menuju kamarnya saja. Tapi lagi-lagi, ada sesuatu yang membuat Taeil merasa tertarik hingga pandangannya tertuju cepat pada satu benda yang tergantung oleh paku di dinding.

Itu … sebuah cermin berukuran cukup besar, dan bisa menangkap pantulan diri Taeil hingga sebatas betis―kalau Taeil berdiri beberapa sentimeter tidak jauh dari cerminnya.

Sebenarnya, bukan masalah cermin yang membuat Taeil merasa tertarik. Cermin itu tentu terlihat biasa saja, sesuatu yang bisa Taeil gunakan kalau ia hendak merapikan penampilan. Namun yang menjadi pusat perhatiannya sekarang adalah hiasan-hiasan aneh yang menempel di setiap sudut bingkai putih cermin itu. Ketika Taeil bergerak mendekati cermin itu, ia bisa melihat ada tulisan-tulisan aneh entah apa itu yang ditulis menggunakan spidol berwarna hitam―ya, sepertinya begitu. Di sisi lain, Taeil melihat ada gambar tengkorak kepala yang begitu jelek, dan mungkin gambar itu adalah hasil dari tangan ibunya.

Entahlah, Taeil benar-benar tidak memahami segala hal ini. Kemarahan pun kembali muncul, membuat Taeil mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuh seraya menatap pantulan dirinya di cermin, yang menampilkan kerut tidak suka di keningnya dan juga sorot tatapan yang sangat tajam.

“Kenapa aku harus mempunyai ibu seorang peramal?” tanya Taeil, kepada dirinya sendiri yang ada di dalam cermin itu.

“Aku benci peramal! Aku benci pekerjaan ibu!” Taeil mulai tersulut emosi, sementara kerut-kerut di keningnya semakin terlihat jelas.

“Kalau saja ibuku bukan seorang peramal, mungkin ayah tidak akan mati karena bunuh diri karenanya!” Taeil terus saja berbicara kepada dirinya sendiri.

Taeil kini menatap pantulannya seolah sosok itu adalah musuhnya. Musuh yang ingin Taeil bunuh saat itu juga.

Taeil menjadi sangat marah. Sebelah tangannya terangkat, hendak meninju cermin berbingkai putih itu, kalau saja pantulan di cermin tersebut tidak berbicara dengan nada jenaka namun mengundang reaksi keterkejutannya yang begitu besar, diiringi dengan degupan jantungnya yang sanggup menyakiti pendengarannya sendiri.

“Hei, kalau kau menghancurkan cermin ini, ibumu bisa marah, dan dia akan membunuhmu. Sama seperti dia yang telah membunuh ayahmu karena ketahuan ingin membakar semua kartu tarotnya.” Sosok Taeil dalam cermin mulai menampilkan seringaian lebar, sementara kedua alisnya terangkat tinggi-tinggi ketika membalas tatapan terkejut yang dilayangkan Taeil di dunia nyata.

Dua detik berselang, dan Taeil merasa dunianya dipenuhi kabut kegelapan yang kian memekat.

Rasanya, Taeil tidak sanggup untuk berdiri lagi.

-Fin.

Terima kasih sudah membaca 😉

Jangan lupa tinggalkan jejak sehabis membaca, ya! ^^

Makasih yang udah baca ff ini sampai akhir ^^

Makasih juga yang udah ninggalin komentarnya ^^

2 responses to “[Ficlet] Mirror, Mirror by ShanShoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s