I NEED HUSBAND (1.BAD BOY) – by sasarahni

I NEED, HUSBAND!

* PARK CHANYEOL & KIM SEUL *

CHAPTERED || +21 RATE MORE || ROMANCE, COMPLICATION, HURT, SICK, AND MARRIAGE ||

.

.

.

DEWASA DALAM MEMBACA!

.

.

.

PENULIS : SASARAHNI (Sarah Irani)

Ig : sasarahni (22th)

.

.

.

  1. Chapter  (BAD BOY) – RED VE

Siang hari disebuah perusahaan, Kim Seul bekerja meskipun dihari sabtu dimana seharusnya para pekerja kantoran sepertinya tidak lagi bekerja karna libur. Sedangkan Seul harus bekerja di perusahaan yang baru menjadi tempatnya bekerja selama satu bulan. Dan yang terjadi selama satu bulan Seul bekerja, banyak sekali masalah yang harus ia hadapi. Didalam hidupnya sejak ia kecil Seul selalu menderita dikarenakan tidak memiliki keluarga yang utuh dan sekarang ia juga hidup sendiri. Seul memiliki kakak pria yang sudah memiliki keluarga dengan menghasilkan satu anak laki-laki yang sudah berusia 4 bulan.


POV KIM SEUL

Aku gadis yang beranjak usia 22 tahun. Dalam seperkian detik, menit, jam, hari bahkan bulan hidupku selalu penuh dengan kejutan. Jangan berpikir kejutan itu berupa kebahagian. Tidak. Selama aku hidup, aku lebih banyak merasakan kejutan berupa musibah alias cobaan. Hidup sendiri tanpa keluarga membuatku bebas. Maksudku, aku tidak hidup dengan kebebasan. Hidupku masih normal sama seperti manusia lainnya, sayangnya itu dulu. Sekarang entahlah, aku mulai tidak menyukai semua hal yang aku kerjakan. Aku mulai berpikir licik (menikah dengan orang kaya akan mmembuatku hidup lebih bahagia). Tapi tidak dengan menjual diri.

“Seul kerjakan lebih cepat!” Suara atasan ku yang selalu saja berkata jika kerjaanku terlalu lama. Menjengkelkan. Rasanya ingin sekali aku berteriak.

Satu hal yang harus kalian tahu, hari ini adalah hari terburuk ku kembali datang. Terburuk? Aku membuat masalah dengan merugikan uang perusahaan sebanyak 15 juta!?!. Pikiranku sekarang mulai berantakan.

“Ya, ini sedang aku kerjakan.” Kataku dengan lemah tanpa menatapnya.

“CEPAT! Ingin saya bawa semua form itu.” Kata Nyonya Lee. Atasan ketiga ku. Aku hanya mengangguk pelan.

Pikirian ku masih terbayang ke angka 15juta. Karena sebelum aku bekerja, kita sempat mengadakan meeting hari ini dan membahas masalah uang 15juta dan namaku terpanggil jelas untuk mengganti kerugian perusahaan.
Tidak ada yang bisa aku keluhkan. Aku gadis yang hanya bisa menangis, Demi Tuhan. Tuhan selalu memberikanku kejutan. Apakah Tuhan benar-benar menyayangiku? Dengan cara seperti ini??

Aku sempat tidak mengerti?! Baru satu bulan aku bekerja bahkan aku tidak tahu apa itu kesalahan dariku atau kesalahan dari orang lain yang dulu bekerja di perusahaan ini. Karena aku hanya meneruskan pekerjaan mereka saja!! Aku sangat membenci pekerjaanku.
Yang ku pikirkan saat ini adalah bagaimana bisa aku membayar uang 15juta itu?!! Bahkan aku berniat hari ini ingin mengajukan resign, hasilnya aku terkena musibah. Bahkan gajiku saja hanya 2 juta perbulan. Bayangkan betapa GILA NYA hidup di jaman sekarang yang serba mahal. Aku benar-benar ingin menangis!

.

.
©2018 | I N E E D (HUSBAND) |

.

.

“Chanyeol?” Suara wanita memanggil, bernama Cheeze.

“Ya? Ada apa?” Jawaban Chanyeol tanpa melirik Cheeze yang sedang memandangnya dan memandang sebuah kertas yang bertuliskan lirik lagu.

“Aku tidak mengerti, tidak seharusnya kau membuat lagu sedih seperti ini. Kau tidak seperti biasanya” Kata Cheeze menjelaskan. Cheeze membaca terus berulang kali lirik lagu itu begitu menyedihkan.

Park Chanyeol adalah seorang produser lagu, pencipta lagu, dan aransement lagu. Ia pria yang begitu sangat mencintai musik. Pria dingin yang terkadang terlihat begitu manis. Kulitnya begitu putih, kedua bola matanya lebar, rambutnya berwarna hitam lekat. Chanyeol memiliki badan yang tidak kurus tidak juga gemuk, ia sedikit chubby, dan tinggi badannya sangat terlihat tinggi hampir mencapai 190cm lebih.

Chanyeol masih melantunkan musik yang masih ia pas kan dengan lagu ciptaan nya. Tidak begitu buruk, tapi benar apa kata Cheeze. Lagu yang ia ciptakan sekarang begitu menyedihkan tidak seperti Chanyeol yang biasanya membuat lagu dengan penuh emosional dan kebencian.

“Besok akan kita lanjutkan Cheeze shi, aku masih memikirkan untuk bagian akhir lagu ini.” Chanyeol mulai menatap Cheeze yang sedang duduk manis di sofa sana. Cheeze wanita baik, tidak terlalu cantik tidak juga terlalu jelek. Biasa saja dan Chanyeol menyukai hal itu.

“Arraseo, kabari aku kembali jika memang sudah beres. Aku pamit.” Cheeze merundukan setengah tubuhnya setelah beberapa detik beranjak dari sofa berwarna hitam tersebut.

“Eum, thanks Ze. See you!” Chanyeol tersenyum baik padanya. Wanita itu hanya melambaikan satu tangannya lalu membuka knop pintu dan keluar dari ruangan kerja Chanyeol. Tidak lain dan tidak bukan ruangan musik milik Produser Park.

Chanyeol begitu terlihat lelah hingga akhirnya ia mulai memejamkan kedua matanya disandaran kursi kebesarannya yang berwarna hitam. Meregangkan kepalanya disana dan ia mulai bergurau pada lamunannya dihari yang melelahkan ini.

“Aku membutuhkan seseorang, aku benar-benar menginginkannya kali ini saja” Lirih Chanyeol pada batinnya. Hidup sendiri seperti ini terus menerus membuat Chanyeol merasa kesepian dan tidak bersemangat setelah kepergian sang mantan kekasih yang sempat menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun. Sudah lama berakhir. Sekitar setengah tahun yang lalu.

.

.

©2018 | I N E E D (HUSBAND) |

.

.

Malam tiba, Kim Seul mulai kembali memikirkan bagaimana cara ia membayar uang perusahaan senilai 15juta. Memikirkan hal itu membuat otaknya tidak bekerja dengan benar. Akhirnya ia mencoba keluar dari hotels nya yang cukup terlihat sederhana. Seul berjalan-jalan untuk menghirup udara malam ini yang semakin membuat hidupnya memburuk. Kenapa Tuhan membiarkan musibah disaat yang tidak tepat?!

“Kemana aku harus mencari uang 15 juta itu?! GILA. AKU BENAR-BENAR INGIN KELUAR DARI PERUSAHAAN ITU!!” Tertekan itulah yang dirasakan Seul saat ini. Seul mulai berjalan ke arah mini market. Ada banyak minuman yang ia ingin beli dan salah satunya adalah alkohol. Seul tersenyum gila melihat minuman itu. Mungkin Seul ingin menghabiskan malam ini dengan minuman pendosa itu agar semua musibahnya hilang ingatan dalam otaknya saat ini.

Dilain sisi terlihat Park Chanyeol sedang berada dalam satu mini market yang sama. Karena dimobil saat perjalanan pulang ia mulai merasakan lapar dan haus akhirnya Chanyeol berhenti disini. Mini market dimana ia bisa menghabiskan 1 cup mie ramen dan 3 botol soju. Bagi Chanyeol soju adalah penghangat untuk tubuhnya sesaat setelah meminum soju.

Chanyeol hampir menghabiskan ramennya. Setelah 30 menit duduk di bangku yang disediakan mini market itu. Kedua mata Chanyeol mulai menangkap satu wanita yang cukup terlihat menggoda jika saja banyak pria disekitar sini mungkin wanita itu akan habis diserang para bajingan pria jaman sekarang. Satu wanita yang sedari tadi Chanyeol lihat adalah Kim Seul.

Seul mengenakan rok pendek berbahan jeans dengan memperlihatkan kedua paha mulusnya dan baju yang memperlihatkan pundak dan leher jenjangnya. Sempurna membuat Chanyeol melihatnya dengan jelas. Seul benar-benar sengaja atau tidak keluar dengan pakaian yang terlihat terbuka itu. Baginya sekarang hidupnya semakin memburuk jadi sudahlah, ia sudah tidak memperdulikan pakaiannya dan hidupnya saat ini. Orang lain memandangnya seperti apa dan bagaimana Seul S.U.D.A.H S.A.N.G.A.T T.I.D.A.K PERDULI!

Hidupnya dan karirya ia merasa sudah berantakan tidak seperti yang ia impikan dulu. Seul benar-benar sudah menghabiskan 2 botol minuman yang tidak sama sekali pernah ia sentuh barang sedikitpun. Tapi sekarang otaknya sudah mulai tidak waras berpikir besok adalah hari libur nya bekerja jadi biarkanlah. Ia berniat ingin pulang karena sudah semakin larut malam. Seul mulai terasa pusing dan mulai tidak sadarkan diri. Perlahan ia mencoba membawa satu botol minuman pendosa yang tersisa itu ke hotels nya. Tidak dalam keadaan baik akhirnya Park Chanyeol pria yang sudah mengamatinya sedari tadi mengikutinya berjalan tepat dibelakangnya. Seul masih memikirkan untuk memakai sepatu cats berwarna putih seperti warna baju yang ia kenakan sekarang disaat keluar dari hotels yang cukup nyaman untuk kenakan saat ia berjalan dan Chanyeol benar-benar menyukai kesan itu.

1 DETIK

.

.

2 DETIK

.

.

3 DETIK

.

.

BRUKKKK

Seul terjatuh.

Chanyeol masih melihatnya belum ada niatan untuk menolong wanita gila itu.

“Haha aku terjatuh, bahkan berjalan saja aku sudah tidak sanggup. Bagaimana caraku bisa mendapatkan uang 15juta?!! HIDUPKU PENUH BENCANA. Tidak memiliki keluarga! Tidak memiliki siapapun! Tidak ada orang yang bisa ku ajak berbagi! M E N Y E…” Seul mencoba bangkit dari aspal yang sudah membuat kulitnya sedikit lecet dibagian kaki lalu terdengar kembali.. “D I H Kaaan!”

.

BRUGG BRUGHH
.

Chanyeol berlali secepat mungkin dan menggapai tubuh mungil itu. Seul kembali terjatuh tapi kali ini Chanyeol menangkap tubuhnya. Seul pingsan. Dirinya benar-benar mabuk dan sudah tidak sadar.
“EUUMM, WUEEKK!”
Seul muntah. Chanyeol segera mengidahkan kepala Seul dari tubuhnya agar muntah nya tidak mengenai baju atau pakaiannya sekarang.

“Wanita gila. Ck” Chanyeol mencoba berbicara pada Seul.

“Kau sadar? Apa kau perlu bantuan Nona?” Chanyeol masih memeluk erat tubuh mungil itu. Sangat dingin. Tubuhnya benar-benar dingin.

Seul tidak menjawabnya melainkan Seul hanya bisa berbicara.. “Tolong hidupku, aku butuh seseorang (Suami)?” Lemahnya dengan tidak ada kesadaran penuh. Berbicara pun terdengar seperti berbisik.

Chanyeol melihat ada banyak air mata yang tertetes di sekitar wajah Seul. Wanita itu menangis? Chanyeol benar-benar merasa kasian pada wanita gila ini. Meskipun Seul sempat muntah tapi Chanyeol sama sekali tidak memperdulikannya, baginya menolong wanita adalah kebaikan. Jadi Chanyeol mengangkat tubuh mungil Seul ala bridal untuk memasukkan kedalam mobil miliknya yang berwarna hitam. Satu hal yang Chanyeol tidak mengerti, wanita gila ini masih bisa menggenggam erat satu botol alkohol.

“Kenapa wanita ini begitu bodoh. Lihat saja pakaiannya. Astaga!” Chanyeol membuka jaket jeans yang ia kenakan lalu memakaikannya ke pundak Seul yang sudah duduk di bangku depan samping pengemudi. Wangi, Chanyeol mulai terbiasa dengan wangi Seul. Begitu manis dan harum disekitar pundak dan lehernya. Seul sempat menguncir rambut panjangannya dengan rapi. Benar-benar terlihat sederhana dan Chanyeol menyukai hal itu. Sesaat Seul mulai melepas genggaman botol alkohol miliknya lalu terjatuh dipangkuannya. Sekarang kedua tangannya mulai terasa kedinginan.

1 jam perjalanan karena tidak macet, malam semakin larut.

Dengan cepat Chanyeol mengendarai mobil miliknya. Sesampai di appartement miliknya. Chanyeol dengan susah payah mengangkat kembali tubuh mungil Seul. Menuju kamar milikinya. Entah kenapa Chanyeol hanya lelah dan lebih baik ia segera membawa wanita ini kedalam kamar dan tidur diranjanganny. Itu membuat Chanyeol tidak harus bulak-balik masuk kedalam ruangan lain hanya untuk melihat wanita gila ini.

Tidak dalam keadaan sadar sesaat Chanyeol ingin merebahkan tubuh Seul keranjang miliknya seketika itu kedua tangan Seul melingkari seisi leher Chanyeol dan membuat Chanyeol benar-benar gila, karena posisinya yang berada diatas wanita ini. Wanita yang sama sekali Chanyeol tidak kenal telah masuk kedalam rumahnya dan membuatnya repot ditengah malam. Lampu belum sempat Chanyeol nyalakan karena buru-buru ingin merebahkan tubuh mungil wanita ini.

Sperkian detik Seul menarik keras leher Chanyeol hingga bagian kepala Chanyeol maupun wajahnya tersandar jelas dibagian leher Seul. Harum, benar-benar harum. Chanyeol menutup kedua matanya.

“Aku tidak bisa menahan ini. Ini keterlaluan” Satu tangan Chanyeol mencoba melepaskan ikatan kedua tangan Seul yang bertengger di seisi lehernya. Nihil. Tidak bisa terlepas.

“Tolong aku, biarkan aku hidup bahagia” Gurau Seul, tidak terasa air mata tertetes kembali mengenai pipi Chanyeol. Begitu terasa. Apa yang sebenarnya wanita ini pikirkan? Chanyeol sangat tidak mengerti. Harusnya wanita ini menangis dengan keadaannya yang sekarang. Begitu menyedihkan.

“Sadarlah, aku bisa saja menghabisi tubuhmu sekarang juga!” Frustasi. “AISH!” Chanyeol mulai mengerang karena merasa sangat tidak nyaman. Sudah merasa tidak kuat menahan tubuhnya akhirnya Chanyeol ambruk. Seluruh tubuhnya benar-benar bersentuhan dengan tubuh milik Seul.

Setelah itu kedua tangan Seul pun terlepas sempurna. Apa wanita ini benar-benar pingsan sekarang?? Chanyeol bebas. Tetapi, sesaat lampu menyala. Chanyeol mulai merapikan rambut Seul. Chanyeol menyentuh bagian pipi Seul yang sempat ada setitik air mata, secara perlahan ia menyentuh bagian mata, hidung, lalu bibir sedikit tebal milik Seul. Cantik. Tidak ada yang cacat diwajahnya. Sempurna. Chanyeol tersenyum licik.

“Bagaimana jika kau mebalas kebaikanku dengan cara satu ini?” Chanyeol tersenyum dingin, lalu dengan pikiran kotor nya. Chanyeol mulai beraksi.

Chanyeol mencium bibir Seul, menyentuhnya, merasakannya.

“Euugh” Seul mengerang. Tidak mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya sekarang. Saat ini.

“Apa kau menyukainya Nona?” Chanyeol kembali tersenyum licik. Terasa manis, Chanyeol menyukai bibir tebal nya beradu dengan bibir sang wanita.

Dengan menuntun Chanyeol menggesekan hidungnya kebagian leher Seul bahkan pundaknya yang terlihat sempurna. Jaket jeans itu sudah tidak melekat dipundak Seul.

“Euughh” Seul kembali mengerang tanpa kesadaran penuh.

Kim Seul adalah gadis perawan, ia wanita baik-baik. Tidak pernah sama sekali ia diperlakukan seperti ini dengan orang lain. Seul gadis lugu. Ia bahkan tidak mengerti kenapa tubuhnya mulai terasa panas sesaat Chanyeol sudah mulai memainkan bibirnya dengan mengecup leher dan pundak Seul.

Seul merasakan ada yang aneh, lalu ia menggerakan kedua tangannya mencari sesuatu yang bisa ia remas kencang. Tubunya menegang akibat perlakuan Chanyeol. Kena, Seul mendapatkan kaos polos hitam milik Chanyeol. Chanyeol yang sadar jika kedua tangan Seul bergerak ketubuhnya tidak ia perduli kan. Chanyeol masih sibuk dengan mengecup dan mencium leher Seul ke kanan dan ke kiri. Bahkan Chanyeol benar-benar ingin melewati batas nya, begitu mengesankan baru menyentuhnya seperti ini sudah membuat Seul merasa tegang. Chanyeol benar-benar tidak menyangka, wanita ini sama sekali tidak menepis dirinya. Semakin lama Chanyeol mempermainkan bibir, pipi, leher, dan pundak Seul ia mulai akan melewati batas yaitu kebagian tengah dimana ia mulai mencium dada Seul. Sempurna. Chanyeol sudah benar-banar tidak waras. Ia benar-benar memanfaatkan tubuh wanita yang sama sekali tidak ia kenal. Wanita yang tidak tahu jelas dimana ia tinggal, bersama siapa ia tinggal, Chanyeol hanya mempermainkannya. Apa itu yang akan dilakukan Chanyeol malam ini??!

Chanyeol menghentikan aksinya lalu menatap wajah Seul kembali. Cantik. Itu pemikiran Chanyeol saat ini. Apa Tuhan memberikan jawabannya siang tadi? Dengan mempertemukan dirinya dengan Seul??

“Aku tidak mencintaimu, tapi bagaimana bisa aku menginginkan dirimu saat ini.” Kata Chanyeol lemah, hingga frustasi. Hati dan keinginannya tidak sejalan.

“Kau ingin hidup bahagai bukan? Maka, akan ku kabulkan.” Kata Chanyeol sesaat l kembali ingin mencium bibir Seul, seketika kedua mata Seul terbuka sempurna. Berkedip ketiga kalinya lalu..

.

.

1 detik

.

.

2 detik

.

.

3 detik

.

.

Mereka saling menatap satu sama lain. Perlahan satu tangan Seul, terangkat lalu membelai pipi kanan Chanyeol.

“Menikahlah denganku Tuan..” Parau Seul.
.

.

.

.

.

Hai, gue sarah.

Versi wattpad (SUGA) : cek di sasarahni 

Jika banyak yang kepo dan suka bakalan gue lanjut ceritanya. Setengah cerita ini adalah kenyataan. SO FEED BACK. Mungkin akan lebih cepat di wattpad untuk publish chapter2 selanjutnya.
SEE YOU:*

19 responses to “I NEED HUSBAND (1.BAD BOY) – by sasarahni

  1. Nggak tau kenapa waktu baca judulnya tertarik, trus waktu baca isisnya behhh keren banget alur ceritanya menurut ku nggak gampang di tebak kayak cerita yg lain. Suka banget, moga2 di lanjutin sampai berseri2 dan sampai habis juga

    • Duh aku terharu bacanya😥 kapan bisa ngelanjutin ini hingga berseri pun blm terlihat. Aku bukan engga mau melanjutkan cerita ini, tp mungkin aku sangat membutuhkan waktu untuk akhir cerita Ceye satu ini. Maafkan aku😥😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s