Breakable Heart (1)

Cast:

Park Sooyoung as Park Sooyoung

Kim Taehyung as Kim Taehyung

Genre:

Family, Romance, Angst

Telah dipublish di andwhenitrain.wordpress.com

Bahasa Indonesia sehari-hari, tidak baku.

Tentang Park Sooyoung, yang hatinya sudah hancur berkeping-keping.

“Jadi, kamu minta break biar bisa ngedeketin Irene, gitu, Tae? Iya?!”

“Apaansih, kamu?!”

“Jawab aku! Siapa yang ngedeketin duluan? Dia ya, pasti? iya?! Gara-gara kamu sering main sama kakaknya, kan?!”

“Gila ya kamu! Dia tuh sahabat kamu! Masih bisa kamu mikir kalau dia yang ngedeketin aku!”

“Memang iya kan pasti! Pasti dia yang caper-caper sama kamu!”

“Sooyoung, STOP!”

“Terus apa, Tae?! Coba jawab!”

“KAMU, SOOYOUNG! KARENA KAMU!”

“Aku?! Emangnya apa yang salah dari aku?! Jangan suka memutar balikkan fakta, Taehyung!”

“Kamu masih ga sadar juga! You’re so full of yourself! Kamu egois! Diktator, Sooyoung! Ga pernah ngertiin perasaan orang lain!”

Sooyoung terdiam. Amarahnya yang tadi membuncah, sekarang berganti dengan rasa sesak yang menghampiri relungnya.

“Satu lagi, itu bukan alasan utamanya, Sooyoung. Dari dulu aku memang udah suka sama dia. Dari sebelum bertemu kamu aku udah bertemu dia duluan tanpa disengaja. Tapi itu bukan alasannya. Alasan utamanya adalah kamu sendiri yang membuatku perlahan-lahan menjauh.”

Dengan kalimat penutup itu, Sooyoung perlahan-lahan memutar tumitnya, kemudian berjalan meninggalkan Taehyung. Pendengarannya mendadak tuli. Yang terngiang di kepalanya saat ini hanyalah kata-kata Taehyung.

You’re so full of yourself!

Diktator!

Egois!

Dan perlahan-lahan air mata membasahi pipinya…

 

***

 

“Sooyoung, please dengerin gue dulu!”

Sooyoung berbalik, tersenyum memandang perempuan cantik yang sedari tadi mengejarnya.

“Kenapa lagi, Irene?”

“Gue sama Taehyung ga ada hubungan apa-apa!”

“Iya gue tahu kok. Lagian juga sekarang gue sama Taehyung udah ga ada hubungan apa-apa. Jadi bukan urusan gue lagi.”

“Engga! Gue harus tetep jelasin!”

“Jelasin apa, Rene? Jelasin kalau dia sebenernya orang yang udah nolongin lo di bus 2 tahun lalu, iya?”

“K-kamu tahu?”

“Iya aku tau. Baru kemarin. Harusnya kamu bilang dari awal, Irene. Jangan memendam semuanya sendiri.”

“Gue cuma mau jaga perasaan lo..”

Sooyoung hanya bisa tersenyum miring mendengar kalimat yang Irene lontarkan.

“Tapi sekarang kalian malah menghancurkannya. Berkeping-keping, Irene…”

“Udah gue bilang! Gue ga ada hubungan apa-apa!”

“Iya memang ga ada hubungan apa-apa. Tapi diem-diem saling suka. Diem-diem saling sering lempar candaan. Diem-diem sering dianterin beli makan pas malem-malem lagi laper.”

“I-itu…”

“Iya walaupun kalian ga ada hubungan apa-apa, tapi tetep kalian ngelakuin semua itu di belakang gue, Irene. Seandainya kalian ngelakuin itu pas gue udah putus, gue ga masalah. Walaupun awalnya pasti sakit hati, tapi setidaknya gue udah ga punya hubungan apa-apa sama Taehyung. Jadi mungkin sakit hatinya hanya sedikit mereda. Tapi kalian ngelakuin itu di belakang gue saat gue dan Taehyung masih dalam sebuah hubungan, itu yang buat gue kecewa.”

“Sooyoung… maafin gue…”

“Gue maafin, tapi untuk kembali berteman kayak dulu kayaknya gue ga bisa.”

Setelah itu, Sooyoung pergi meninggalkan Irene yang menatapnya menjauh.

 

***

 

“Hati aku udah mantap. Aku milih kamu…”

“Aku masih ragu, Taehyung.”

“Aku sama Sooyoung udah ga ada hubungan apa-apa lagi, Irene. Jadi kamu mau jadi pacarku?…”

Irene terdiam sejenak. Ia berpikir sebelum akhirnya mengangguk, menjawab.

Taehyung tersenyum, kemudian mengecup dahi Irene.

 

***

 

“Hallo… Non, Sooyoung…”

“Iya, Bibi? Ada apa?”

“Ibu, non… ibu…”

“Mama kenapa, Bi?!”

“Ibu… ibu masuk rumah sakit, Non… Ibu koma…”

Rasanya seluruh dunia Sooyoung runtuh saat itu juga.

 

***

 

“Mama… mama bangun, ya? Sooyoung janji kalau mama bangun, Sooyoung bakalan berubah. Sooyoung ga akan jadi anak yang membangkak lagi. Sooyoung ga bakalan sering buang-buang duit belanja barang-barang mahal lagi. Sooyoung janji bakalan nurutin semua kata-kata mama…”

Tapi pada akhirnya, ibu Sooyoung tidak pernah lagi membuka matanya.

 

TBC

 

Bagian cerita sudah diketik sampai bab empat. Hanya tinggal melihat minat dan apresiasi dari para reader untuk di post lagi part selanjutnya. Silahkan tinggalkan komentar di sini.