Catch Me – Chapter 4

catch-me

Author : Kainear | Main Cast : EXO’s Kai and OC’s Kang Yeon Wo |

Other Cast : You can find in this story

Gendre : Roomance and school life

Rate: 15+

Catch Me (1) (2) (3)

poster by Thejibooty @Poster Channel

Yeon Wo membuka matanya perlahan, ia kemudian bangun terduduk sambil menatap sekelilingnya. Yah, sekarang dia dikamarnya dan ingatan terakhirnya adalah tertidur di mobil Kai.

“Apa dia membawaku kesini?” tanyanya pada diri sendiri sambil mulai bangun lalu duduk di depan meja rias.

Yeon Wo menatap pantulan dirinya beberapa lama. Ia sedang memikirkan reaksi tubuhnya pada kehadiran Kai akhir-akhir ini di dekatnya. Ia bisa merasakan meskipun ia mudah kelelahan menghadapi Kai tapi bersamaan dengan itu Kai juga berhasil memberikan rasa nyaman padanya.

“Apa yang sedang kau pikirkan Yeon Wo” gumamnya lagi.

Pintu kemudian terbuka dan Yeon Wo berbalik menatap Chanyeol yang kini berdiri sambil menatapnya jail.

Wae?” Yeon Wo sedikit memarahi Chanyeol, ayolah laki-laki itu selalu saja masuk tanpa mengeetuk pintu Yeon Wo sekalipun.

“Kau sedang memikirkan sesuatu?” Chanyeol lalu masuk dan mulai duduk di tepi ranjang Yeon Wo.

“Sok tau” jawab Yeon Wo.

“Astaga, ini sudah jam 08.00 pagi dan kau belum mandi? Sana cepat tiga puluh menit lagi kita masuk”

Yeon Wo memutar bola matanya saat melihat kepanikan Chanyeol.

……………………….

 

Kai duduk dibangkunya sambil membaca buku, suasana kelasnya sangat gaduh disamping karena selesai ujian minggu ini sekolah mereka juga akan mengadakan Summer Camp untuk menyambut musim panas.

“Kalian ikut?” tanya Baekhyun pada Sehun dan Kai.

Sehun lalu tersenyum, “Tentu saja” jawabnya. Sedangkan Kai hanya menggeleng membuat Baekhyun dan Sehun mengerutkan dahi-nya.

“Ada masalah?” tanya Sehun.

“Buang-buang waktu” jawabnya singkat tanpa membalas tatapan Sehun dan Baekhyun.

Sehun dan Baekhyun hanya bisa mengangguk polos. Kai memang seperti itu, ia adalah orang yang sangat ketat terhadap waktu. Seseorang pasti akan senang menghabiskan waktunya bersama teman-temannya tapi tidak dengan Kai, laki-laki itu lebih memilih membaca atau belajar mengenai perusahannya untuk menghabiskan waktunya dan juga menekuni hobinya bermain gitar.

Oppa” sebuah teriakan dari luar kelas berhasil membuat seisi kelas diam dan menatap orang yang baru saja berteriak.

Gadis cantik dengan rambut yang digerai lalu memakai bando berwarnah pink membuat siapapun kini menatap kearahnya.

“Jenni?” ucap Sehun.

Jenni. Gadis yang sangat tergila-gila dengan Kai namun sayangnya Kai sama sekali tak pernah tertarik dengan gadis itu. Jenni merupakan siswa perempuan yang paling disegani di sekolah, Ayah dan Ibu dari gadis itu bukanlah pengusaha tapi politisi yang sangat berpengaruh di Korea.

Jenni kemudian duduk disamping Kai lalu mulai mengalungkan lengannya pada lengan Kai.

Tentu saja pemandangan itu menjadi tontonan gratis di sekolah sekarang, bahkan Kai tidak kelihatan menolak apa yang dilakukan Jenni selama gadis itu tidak menganggunya membaca.

“Kai benar-benar brengsek” bisik Baekhyun pada Sehun.

Oppa, ini aku bawakan ole-ole dari NY” Jenni lalu memakaikan topi Kai dan Kai yang merasa mulai risih lalu mengambil topi itu dan menatap kearah Jenni. Jika saja dia bukan perempuan mungkin sejak tadi Kai tidak akan tinggal diam.

Kai lalu teringat kalau topi putih milik Yeon Wo ternyata ada padanya.

Gumawo” ucap Kai tanpa ekspresi.

Sehun dan Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.

…………………….

 

Yeon Wo dan Chanyeol kini sedang berjalan santai dikoridor setelah dari kantin, beberapa orang tampak sedang berbisik-bisik seraya menatap kearahnya. Namun Yeon Wo tak begitu peduli, ia hanya tetap berjalan sampai pada akhirnya Chanyeol menahan lengan gadis itu dan menyuruh Yeon Wo menatap kearah jendela kelas.

Kai dan seorang gadis yang sedang memeluk lengan Kai dengan manja. Yeon Wo kembali menatap objeknya dengan pandangan yang menyelidik Ia tak tau mengapa setelah gossip aneh menyebar tentang dia dan Kai sekarang nampaknya laki-laki itu sedang bermain dengan gadis lain dan itu berhasil membuatnya muak.

“Sudah kuduga, tipe brengsek” Ucap Yeon Wo dingin lalu memutarkan badannya berjalan meninggalkan Chanyeol yang masih bengong.

Kai dan Jenni bukanlah cerita baru disekolah mereka. Kai dan Jenni sering kali dikatakan pasangan paling serasi di sekolah tapi orang-orang tentu tau hanya satu orang melibatkan perasaannya dan itu adalah Jenni, sedangkan Kai? Kai tak pernah melibatkan perasaannya dalam menghadapi Jenni. Inilah yang ditakutkan Chanyeol. Jenni adalah sosok yang ambisius dan sangat terobsesi dengan Kai sehingga siapapun yang berani mendekati Kai tentu saja akan berhadapan dengan Jenni dan gadis itu tak pernah main-main dalam menghadapi seseorang yang mengancam posisinya.

Chanyeol lalu menyusul Yeon Wo.

“Kau tak apa-apa?” tanya Chanyeol.

I’m okay, I’m fine” balas Yeon Wo.

Ayolah, Chanyeol tentu tau kalau Yeon Wo tidak baik-baik sekarang, ia tak tau mengapa tapi ia merasa Yeon Wo mulai tertarik dengan Kai dan itu bisa saja membahayakannya.

“Jenni dan Kai adalah pasangan paling terkenal di sekolah…”

“Apa peduliku” nada bicara Yeon Wo seakan-akan cuek.

“…Kau pasti tidak tau bukan? Jenni, gadis itu sangat terobsesi pada Kai meskipun berapakali ditolak tapi dia tetap saja menempel pada Kai. tipe perempuan setia”

Yeon Wo lalu meilirik sinis kearah Chanyeol mendengar kalimat terakhirnya.

“Apa? Aku benarkan?” Chanyeol lalu tertawa sehingga membuat Yeon Wo meminju lengan atas Chanyeol.

Tidak jauh dari mereka Jenni menatap keduanya dengan pandangan benci. Seminggu ia berada di NY dan cukup membuat Kai sepertinya tertarik dengan gadis lain bahkan jika bukan karena video milik Kai yang sedang bernyanyi untuk Yeon Wo, Jenni tidak akan mati-matian pulang sebelum acara keluarganya selesai.

“Kang Yeon Wo” teriaknya.

Yeon Wo dan Chanyeol berbalik. Bahkan seluruh siswa yang berada di koridor kini sedang menatap Jenni yang mulai berjalan mendekat kearah Yeon Wo. Chanyeol tau ini akan terjadi sehingga ia mulai mengambil langkah dan menghadang Jenni.

“Pengawalmu Kang Yeon Wo?” tanya Jenni menatap sinis Chanyeol dan Yeon Wo bergantian. Yeon Wo mengepalkan tangannya, ia paling tidak suka jika orang terdekatnya dihina di muka umum seperti itu.

Yeon Wo lalu menarik Chanyeol sehingga laki-laki itu kini berada dibelakang Yeon Wo.

Nuguya?”

Jenni membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan Yeon Wo. Ayolah siapa disekolah ini yang tak mengenal Jenni? Dulu itu pertanyaan yang mustahil ada jawabannya tapi ternyata ada jawabannya dan dia adalah Kang Yeon Wo.

Jenni lalu tersenyum dan mendekati Yeon Wo.

“J.E.N.N.I, JENNI” ucapnya sambil menatap Yeon Wo tapi bukannya takut tapi Yeon Wo kini mulai mengikat rambutnya kuncir membuat siapapun akan terpesona pada Yeon Wo, yah gadis cantik yang selalu bersembunyi tampaknya menunjukkan jati dirinya akhir-akhir ini.

“Apa kau punya masalah denganku JENNI-ssi?” tanya Yeon Wo lagi. Tatapan mereka saling membunuh satu sama lain membuat aura di sekitaran koridor mulai memanas. Chanyeol tak tau harus berbuat apa sedangkan disisi lain Kai, Sehun dan Baekhyun juga menyaksikan kejadian keduanya.

“Aku tak pernah melihatmu sebelumnya tapi aku yakin kau juga bukan siswa baru tapi ternyata kau cukup punya nyali menggoda milik orang” ucap Jenni sambil mulai mendorong kecil Yeon Wo sehingga gadis itu bergerak kebelakang.

Yeon Wo lalu mengedarkan pandangannya dan betapa terkejutnya dia saat salah satu blize ponsel mengenainya dan tiba-tiba tadinya ia berpikir bisa melawan kini ia mendadak kaku. Yah hal yang paling Yeon Wo benci adalah blize kamera ponsel, ia sangat ingat bagaimana kejadian dulu kembali mengulang diotaknya.

Mimpi yang sempat ia lupakan kini mulai memutar kembali diotaknya layaknya film horror yang paling Yeon Wo benci.

Chanyeol menyadari perubahan raut Yeon Wo sehingga ia mulai menarik Yeon Wo dan bersandar pada punggungnya namun tak secepat Jenni. Ia kembali menarik Yeon Wo dan mulai menarik rambut Yeon Wo sehingga ikatannya terlepas.

Tidak hanya Chanyeol namun Kai juga menyadarinya dan kini mulai mengambil jalan menuju Yeon Wo.

“Apa yang kau lakukan huh?” tiba-tiba suara serak Yeon Wo berhasil membuat Kai tak bergeming menatap perubahan Yeon Wo lagi.

Kai selalu bertanya-tanya bagaimana sikap Yeon Wo selalu berubah seperti tadi ia tampak biasa saja namun beberapa saat dia tampak ketakutan dan sekarang Yeon Wo tampak marah.

Yeon Wo lalu mendorong Jenni sehingga berhasil membuat Jenni tersungkur jatuh kebawah, lagi-lagi blise kamera ponsel siswa membuat perta

Yeon Wo lalu diam kaku. Yah, dihadapan semua orang kini dia tampak seperti monster. Matanya masih menatap Jenni yang tampak meringis kesakitan dan menatap-nya tajam dan lalu dengan gerakan yang lambat dia melangka mundur. Gadis itu lalu mengedarkan pandangannya dan mendapati semua orang menatapnya kaget.

“D..Dia yang mulai” ucap Yeon Wo dengan sedkit rasa ketakutan dalam dirinya.

Kemudian tak lama dia-pun berlari meninggalkan tempat itu. Teriakan Chanyeol tentu memenuhi indra pendengarannya tapi apa daya kakinya tak pernah jerah untuk lari dari keremunan orang-orang.

………….

Chanyeol sejak tadi menghubungi ponsel Yeon Wo tapi gadis itu sama sekali tak megangangkatnya. Sedangkan Yeon Wo kini duduk di sebuah taman tepat dibelakang sekolahnya. Tak banyak siswa yang tahu tempat itu yang jelas Yeon Wo suka sekali menghabiskan waktunya disini untuk menengkan jiwa dan raganya.

Yeon Wo menutup matanya membiarkan angin menderu wajahnya dan membuat rambut Yeon Wo sedikit beterbangan.

“Kau cukup berani” tiba-tiba sebuah suara berhasil membuat Yeon Wo sadar kemudian membalikkan dirinya melihat kearah Kai. yah laki-laki itu kini menatapnya dengan pandangan yang sedikit sinis tapi juga mengejek.

Yeon Wo hanya membalas menatapnya lalu kemudian membalikkan kembali badannya, ia cukup tahu berhadapan dengan Kai tentu saja hanya membuang waktunya.

Kai lalu duduk tepat disamping Yeon Wo. Menatap Yeon Wo yang beradi tepat disampingnya.

“Mau kabur?” tanya Kai kearah Yeon Wo dengan senyum nakalnya.

Yeon Wo lalu berbalik dan menatap Kai dengan pandangan tak mengertinya.

“Aku cukup tahu, kau kelihatan muak berada disini bukan?”

Yah, benar. Sekarang Yeon Wo memang muak dan ingin lari dari sekolah ini terlebih lagi kepalanya sedang sedikit pusing gara-gara blise kamera ponsel tadi tapi bukan Yeon Wo jika gadis itu cepat menyesuaikan diri agar kelemahannya tak terlihat.

Tak terlihat? Tentu saja gadis itu lagi-lagi berhasil bersembunyi tapi bagi Kai? tentu saja, semua yang berkaitan dengan Yeon Wo tak akan lepas dari pantaunnya.

Yeon Wo berbalik lalu menatap mata Kai, mencari sebuah harapan bahwa ia benar-benar bisa pergi dari tempat ini sekarang juga tapi tunggu dulu, hey bukankah Kai yang membuat semua ini terjadi? Ia jika saja gadis bernama Jenni itu tak mulai duluan pasti Yeon Wo tidak akan memaksakan diri sekeras ini.

“Mengenai Jenni, kau tenang saja teman-temanku akan mengurusnya” ucap Kai meyakinkan.

Ia benci. Yah Yeon Wo benci keadaan seperti ini. Keadaan dimana ia bisa percaya dengan seseorang meskipun sedikit tapi Yeon Wo menyadari kalau setiap tatapan Kai selalu berhasil membuat Yeon Wo percaya.

So?

Yeon Wo lalu berdiri dan pergi meninggalkan Kai. yah, tentu saja Kai tahu jika saat ini gadis itu tentu saja menyetujui ajakannya.

“Jadi mau kemana?” tiba-tiba Yeon Wo membuka mulut pertama. Jujur saja bolos seperti ini disekolah bukanlah gayanya.

“Kau ingin kemana?” tanya Kai balik.

“Pantai”

Kai tersenyum menatap wajah Yeon Wo yang sangat berseri-seri “Oke, Call”

…………………….

 

“Yeon Wo, kau dimana?” Teriak Chanyeol pada ponselnya saat lawan bicaranya kini berhasil mengangkat teleponnya.

“Pantai”

“Yakkkk,,,,yakkkk kau bolos?” tanya Chanyeol panik. Sebenarnya Chanyeol bukan panic karena Yeon Wo bolos tapi kalau sampai Ayah Yeon Wo tau bisa habis mereka berdua.

“Tenang saja, sebelum malam aku akan pulang”

“Aku tak masalah kapan kau akan pulang tapi ayahmu akan datang dari paris nanti malam jam 10 bodoh. Kalau kau belum pulang kita habis”

Mwo? Bodoh? Kau pikir kau siapa hah? Dasar Yeolli Michi, tenang saja aku akan pulang sebelum jam 10”

Chanyeol mencoba menengkan diri.

“Tunggu, kau bersama siapa kesana?” tanya Chanyeol Lagi.

“Kai” jawab Yeon Wo santai.

MWO?????”

TITTTTTTTTTTTTT

“Yakkkkk”

Belum sampai teriakan Chanyeol tapi Yeon Wo lebih dulu memutuskan sambungan teleponnya dan kali ini ia tak akan mudah menerima pelajaran yah tentu saja selain Ayah-nya Yeon Wo masih ada Hyung nya terlebih dahulu yang harus ia lewati demi menyelamatkan nyawanya.

Yeonnn wooo”

Teriaknya dalam hati.

…………………………….

Kai melirik Yeon Wo sedang beradu argument dengan Chanyeol, yah ada banyak hal yang kini ia ketahui tentang Yeon Wo. Ia tahu kalau bersama dengan Chanyeol, Yeon Wo sedikit terbuka dan jadi dirinya sendiri seperti sekarang gadis itu tampak sedang marah-marah tak jelas sembari menjelaskan sesuatu.

“Aku kagum” ucap Kai sesaat Yeon Wo selesai memutuskan sambungan telepon.

Yeon Wo berbalik lalu menatap Kai yang sedang sibuk menyetir dengan tatapan tanda tanya.

“Kau selalu bisa menyembunyikan dirimu” Lanjut Kai lagi tapi sayang Yeon Wo masih tidak mengerti.

“Tentu saja kau hanya menampakkan dirimu yang sebenarnya pada orang yang benar-benar kau percaya” Sambung Kai lagi.

“Intinya?” Tanya Yeon Wo.

“Kenapa kau sampai seperti itu menyembunyikan dirimu? Yah you know, kau seperti orang yang memiliki banyak kepribadian”

Yeon Wo berusaha membuat dirinya tenang dengan pertanyaan Kai. untuk orang seperti Kai ia pasti akan sulit memahami apa yang telah Yeon Wo lalu.

“Untuk apa peduli?” bukannya menjawab tapi Yeon Wo malah balik bertanya pada Kai.

CIT.

Kai menghentikan laju mobil lalu menatap Yeon Wo dengan pandangan yang cukup intens.

“Jika itu berhubungan dengan penculikannmu dulu? Aku tentu khawatir”

Yeon Wo lalu membulatkan matanya. Yah, seberapa banyak Kai tahu tentangnya? Setelah tahu kalau ia adalah pewaris tunggal King, sekarang laki-laki itu bahkan tahu tragedy yang ingin sekali Yeon Wo lupakan.

Tak ada jawaban, Yeon Wo hanya memperbaiki tempatnya duduk lalu membuang tatapannya menuju jendela kaca mobil. Sedangkan Kai menarik nafasnya panjang lalu kembali menyetir. Meskipun Yeon Wo tak menjawab, Kai tentu tak bodoh untuk sekedar tahu jawabannya.

Setelah satu jam lebih berkendara akhirnya mereka berdua sampai disebuah pantai. Yeon Wo yang tadinya hanya bembungkam sepanjang jalan kini tersenyum penuh arti setelah dirinya melihat hamparan pasir putih, deruan ombak dan juga suara angin.

Yeon Wo lalu berlari melepaskan sepatunya menuju bibir pantai membiarkan kakinya disentuh oleh ombak membuatnya tertawa lepas.

Kai yang melihatnya hanya diam terpaku. Banyak sekali hal-hal yang kini memenuhi otaknya. Bagaimana mungkin sebuah perjodohan kini sangat berarti untuknya, ia bahkan tak tahu sejak kapan ia bersyukur karena perjodohan ini. Yah jika saja bukan karena perjodohan, Kai tentu tak tahu siapa Kang Yeon Wo? Berapa banyak luka yang Yeon Wo simpan selama ini? Mengapa gadis itu selalu saja berhasil membuatnya tertarik dengan segala hal yang gadis itu sembunyikan?

Kai lalu mulai melangkah mendekati Yeon Wo yang sedang bermain ombak dan terawa lepas. Ia tak tahu sejak kapan tawa Yeon Wo seperti nyanyian lembut yang mengalun ditelinganya.

You’re Crazy Kai”

Ungkapnya dalam hati.

……………………..

Matahari kini sudah sedikit demi sedikit menyembunyikan dirinya, saat ini Yeon Wo duduk tepat dibibir pantai sambil menikmati pemandangan matahari tenggelam di depannya. Tentu saja dia tak sendiri sejak tadi Kai duduk disampingnya meskipun taka da pembicaraan diantara mereka berdua.

“Kita dijodohkan” ungkap Kai.

Yeon Wo yangmendengarnya lalu berbalik menatap Kai.

“Mungkin ayahmu belum memberitahumu tapi pertemuan keluarga sudah dan keputusannya kita dijodohkan”

Yeon Wo kini membulatkan matanya. Yah, drama apalagi ini? Ia tak tahu menjadi orang kaya itu sulit semua hal yang ia ingin belum tentu akan berjalan lancer seperti kemauannya.

“Kau menerimanya?” tanya tiba-tiba Yeon Wo.

Jujur saja mau se dramatis apa hidup Yeon Wo, gadis itu tak bisa apa-apa ia hanya tau untuk menjalani saja.

Kai lalu menatap Yeon Wo dengan tatapan penuh artinya.

“Tentu saja dan kau tentu tak bisa menolak”

Yeon Wo lalu membuang tatapannya menuju pemandangan didepannya sambil tersenyum lirih.

“Aku tahu” ungkap Yeon Wo.

“Kau menerimanya?” Tanya Kai lagi mempertegas, sebenarnya kata-kata awalnya tadi hanya sebagai pemancing untuk melihat reaksi Yeon Wo.

“Dari dulu hidupku sudah teratur dan terencana jadi aku bisa apa? Lagi pula aku tidak pernah bisa menolak kamauan Appa ku” jawabnya tenang.

Kai tahu hidupnya dan hidup Yeon Wo tentu tak jauh beda, yah semuanya serba teratur dan terencana karena mereka adalah ahli waris yang menentukan masa depan keluarga dan juga perusahaannya.

Kai lalu tertawa kecil hingga membuat Yeon Wo berpaling ke arahnya.

“Kalau begitu tak ada yang perlu ku khawatirkan, bukan?” tanya Kai lagi namun Yeon Wo hanya diam memikirkan kata-kata Kai.

“Jadi karna perjodohan ini kau mulai bersikap aneh padaku?” tanya Yeon Wo mengacu pada sikap Kai yang akhir-akhir ini mengherankan baginya.

Kai mengangguk.

“Cih, kalau kau bilang dari awal hal-hal seperti tadi tidak usah terjadi” ucap Yeon Wo merasa kesal.

“Maksudmu Jenni?”

“Aku tak masalah dengan perjodohan ini tapi sikap pacarmu itu benar-benar menjengkelkan” Yeon Wo memutar bola matanya karena kesal jika mengingat apa yang tadi terjadi di sekolah.

Kai menatap Yeon Wo saat ini juga, yah Kai tak tahu bagaimana cara Yeon Wo selalu bisa mengubah dirinya secara cepat seperti sekarang Yeon Wo berlagak menjadi teman yang sudah lama Kai kenal. Kemana sikap dingin Yeon wo yang dulu?

“Tunggu, Pacar?”

Yeon Wo mengangguk.

“Jenni pacarmu kan? Orang-orang sering sekali membicarakan kalian”

“Jadi kau cemburu?” tanya Kai dengan nakal.

Yeon Wo membulatkan matanya. Oh ayolahh punya hal apa Yeon Wo cemburu? Lagi pula Yeon Wo tak pernah sekalipun memikirkan kata ‘cemburu’ untuk sikapnya ini.

“Kau gila? Untuk apa aku cemburu?” Yeon Wo membuang mukanya tak ingin membalas tatapan Kai.

Tiba-tiba saja Kai menariknya dan Yeon Wo berhasil duduk tepat disamping Kai tanpa ada jarak sedikitpun bahkan wajah Kai kini hanya berjarak beberapa centi dari wajah Yeon Wo. Keduanya hanya diam dan saling menatap, tak ada satupun dari mereka yang ingin menyudahi tatapan mereka ini.

“Kau berhak cemburu Yeon, Bukankah sudah kupastikan kau ini milikku” ucap Kai dengan sedikit kata penekanan. Lalu tangannya kini menyentuh poni-poni Yeon Wo yang berada di kening gadis itu memperbaikinya karna tadi angin bertiup dan membiarkan kening gadis itu terlihat.

“Satu lagi, jangan terlalu dekat dengan Chanyeol. Aku tak suka”

Yeon Wo tentu merasa panas yah jika ia bisa melihat wajahnya yang merona mungkin akan sangat memalukan dan Kai sangat suka bagaimana semburan warnah merah merona itu sangat manis pada wajah Yeon Wo.

Yeon Wo lalu mendoronya Kai dan berhasil lepas dari ikatannya.

“Perjodohan ini tentu tak bermakna aku jadi milikmu Kai-ssi” tegaskan Yeon Wo lalu mulai berdiri namun kali ini lagi-lagi tak berhasil karena Kai menariknya dan kini ia berhasil jatuh tepat dipangkuan Kai.

Jantung Yeon Wo berdetak dengan kencang, jujur saja sejak Kai menariknya mendekat jantungnya benar-benar berdetak sangat kencang dan ia juga bisa rasakan aura panas dan sulitnya ia bernafas pada bagian dadanya.

“Kau gila?” tanya Yeon Wo mulai meronta namun tenaga Kai lebih kuat tentu saja.

“Ya dan ini berkatmu” ucap Kai

Detik berikutnya Yeon Wo terdiam saat merasakan bibir Kai kini berhasil menyentuh bibirnya. Yah entah dengan gerakan secepat apa Kai kini berhasil mencium bibir Yeon Wo.

Ciuman yang singkat namun manis bagi Kai dan mengagetkan bagi Yeon Wo

Fist kiss ku, OMG” rancu Yeon Wo dalam hatinya.

 

TBC…

Yuhuuu hayy readersss. maaf yah datanglah lama, kalau mau dicerikan mungkin bakalan kalahin chapter-chapter fanfiction hahaha.
kalau kalian baru baca Fanfiction ini aku harap kalian mulai dari Chapter 1 ya, kalian bisa lihat linknya diatas desc. ok selamat membaca.. please dont be silent reader just Like, Comment dan share. oh iya kalau kalian mau baca di wattpad aku juga ada @ayunikartika6 yah… hehehe numpang share aja.
follow twitter kalau mau nanya-nanya @akartikaag oke! see yah. tenang aja bakalan lanjut ko 🙂 🙂 Sarangheeeee

 

 

 

One response to “Catch Me – Chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s